Kasih Sayang Allah Melalui Ujian – Posko Rodja Peduli Palu

By  |  pukul 7:49 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 03 Shafar 1440 / 12 Oktober 2018 pukul 7:49 am

Tautan: https://rodja.id/22l

Kasih Sayang Allah Melalui Ujian merupakan rekaman kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc. Kajian ini diselenggarakan di Posko Rodja Peduli Kab. Donggala, Sulawesi Tengah pada Senin, 28 Muharram 1440 H08 Oktober 2018 M. Lihat kegiatan Rodja Peduli Palu, Donggala dan Sulteng 1440 H / 2018 M

Ceramah Agama Islam Tentang Kasih Sayang Allah Melalui Ujian – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc.

Sesungguhnya kita memiliki Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Dalam setiap rakaat shalat, kita membaca surat Al-Fatihah.

Beberapa hari yang lalu, Indonesia merasakan apa yang diarasakan oleh warga Palu dan sekitarnya. Kita semua kaum muslimin yang tidak tinggal di Palu dan sekitarnya merasakan apa yang dirasakan oleh kaum muslimin di Palu. Ini adalah ujian. Karena hidup kita di dunia adalah ujian. Allah subhanahu wa ta ‘ala menciptakan manusia untuk menguji mereka. Siapakah diantara manusia yang paling baik amalnya dalam menghambakan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ﴿٢﴾

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk[67]: 2)

Ujian bisa berupa nikmat atau juga berupa musibah. Orang yang kaya, kekayaan dan hartanya adalah ujian. Apakah dia bersyukur atau tidak? Seseorang yang lain diberikan kemiskinan. Dia tidak mempunyai harta yang banyak. Miskin itu adalah ujian. Apakah dia bersabar atau tidak bersabar. Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan ujian dikehidupan dunia ini sebagai bagian dari kasih sayangNya. Allah subhanahu wa ta’ala memiliki kasih sayang yang luas. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Baca Juga:  Bahaya Ahli Bid'ah Terkadang Lebih Besar dari Bahaya Orang Kafir - Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

…وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ…

“…dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu...” (QS. Al-A’raf[7]: 156)

Yang diberi ujian berupa kekayaan, itu adalah bagian dari kasih sayang Allah kepadaNya. Yang diuji dengan kekurangan harta, itu juga adalah kasih sayang Allah kepadanya agar dia bersabar. Jika seorang hamba bersyukur, dia akan naik kelas. Dan jika seorang hamba bersabar, dia juga akan naik kelas. Inilah kasih sayang Allah. Subhanallah.. Rahmat Allah subhanahu wa ta’ala meluas pada segala sesuatu.

Kasih Sayang Allah

Kita kaum muslimin cinta kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang bersama para sahabatnya. Perhatikan hadits berikut, Dari Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu , beliau menuturkan:

عَنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: قَدِمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْيٌ، فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنَ السَّبْيِ قَدْ تَحْلُبُ ثَدْيَهَا تَسْقِي، إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِي السَّبْيِ أَخَذَتْهُ، فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ، فَقَالَ لَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتُرَوْنَ هَذِهِ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ» قُلْنَا: لاَ، وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لاَ تَطْرَحَهُ، فَقَالَ: «لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا»

Dari Umar bin Al Khatthab radhiyallahu ‘anhu (katanya); “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Ternyata dari tawanan tersebut ada seorang perempuan yang biasa menyusui anak kecil, apabila dia mendapatkan anak kecil dalam tawanan tersebut, maka ia akan mengambilnya dan menyusuinya, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami: ‘Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api? ‘ Kami menjawab; ‘Sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut.’ Lalu beliau bersabda: ‘Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Sifat Shalat Jum'at - Daurah Sifat Shalat Nabi - Ustadz Badrusalam, Lc.

Jika ditanyakan kepada seorang ibu tentang besarnya cinta mereka kepada anaknya, mungkin dia akan menjawab bahwa sayangnya tidak akan bisa digambarkan dengan kata-kata. Dan ketahuilah, bahwa kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala kepada seluruh hamba-bambaNya lebih besar dari pada cinta dan sayang seorang ibu kepada anaknya.

Allah subhanahu wa ta’ala memiliki rasa sayang yang tidak terbatas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «جَعَلَ اللهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ، فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا، فَمِنْ ذَلِكَ الْجُزْءِ تَتَرَاحَمُ الْخَلَائِقُ، حَتَّى تَرْفَعَ الدَّابَّةُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا، خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ»

“bahwasanya Abu Hurairah dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan sifat rahmat seratus bagian. Maka dipeganglah disisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan-Nya satu bagian ke bumi. Dari yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor hewan mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya.”” (Hadits Shahih Muslim No. 4942)

Jadi kalau kita melihat ada seekor sapi yang tidak tega menginjak anaknya sendiri, maka itu adalah bagian dari satu kasih sayang Allah yang Allah turunkan. Kalau seorang ayah atau ibu menyayangi anaknya, maka itu bagian dari kasih sayang yang Allah turunkan. Sedangkan Allah menyimpan yang sembilan puluh sembilan itu untuk kehidupan akhirat. Allah siapkan bagi kaum muslimin yang selalu taat kepada Allah dan selalu mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Meskipun hanya satu yang Allah turunkan ke muka bumi ini, tapi alhamdulillah semua tercukupi.

Wujud Kasih Sayang Allah

Lalu dimana wujud kasih sayang Allah untuk orang yang rumahnya terhempas, kehilangan anggota keluarganya, kekurangan makan, kekurangan minum ataupun kekurangan pakaian?

Baca Juga:  Orang Yang Mengucapkan لاإله إلاالله (laa ilaa ha illallah) dengan Ikhlas

Seorang muslim dan muslimah memiliki iman. Dia percaya, dia yakin bahwa Allah memiliki kasih sayang yang luas. Apabila seorang hamba diuji dengan sebuah nikmat lalu dia bersyukur. Maka itulah kasih sayang Allah kepadanya. Allah akan tambahkan nikmatNya. Apabila seorang hamba diuji dengan kesulitan dan musibah lalu dia bersabar, maka Allah akan mengganti dengan ganti yang lebih baik.

Ketika musibah datang menguji kita, maka ucapkanlah إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎. Ucapan ini tidak hanya dibacakan kepada orang yang meninggal dunia saja. Tapi setiap kali kita mendapatkan musibah, ucapkanlah kalimat ini. “Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah dan sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Allah”

Siapapun yang bersabar ketika diuji oleh Allah dan dia yakin bahwa dirinya adalah hamba Allah serta meyakini bahwa ujian datang dari Allah, hanya bergantung kepada Allah, maka Allah akan memudahkan baginya setiap urusan. Jangan takut, jangan ragu akan luasnya kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala.

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Kasih Sayang Allah Melalui Ujian – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc.

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.