Telegram Rodja Official

Tauhid Uluhiyah Menjadikan Seseorang Menjadi Muslim

By  |  pukul 12:56 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 04 Rajab 1440 / 11 Maret 2019 pukul 5:47 pm

Tautan: https://rodja.id/22r

Tauhid Uluhiyah Menjadikan Seseorang Menjadi Muslim merupakan rekaman ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy dalam pembahasan Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad karya Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 26 Dzul Hijjah 1439 H / 07 September 2018 M.

Status Program Kajian Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad

Status program kajian Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Jum'at, pukul 16:30 - 18:00 WIB.

Download mp3 kajian sebelumnya: Jangan Duakan Dia

Kajian Tentang Tauhid Uluhiyah Menjadikan Seseorang Menjadi Muslim – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad

Makna tauhid aluhiyah ini adalah dengan menganggap Allah sebagai satu-satunya ilah (sesuatu yang disembah). Sehingga tauhid uluhiyah sering juga disebut dengan tauhid ibadah. Seluruh sesembahan yang disembah selain Allah adalah batil.

Tauhid rububiyah yang kemarin telah dibahas, juga dimiliki oleh orang-orang Musyrik. Mereka meyakini Allah satu-satunya pencipta, pengatur alam jagad raya. Tapi tauhid uluhiyyah inilah yang tidak mereka yakini. Mereka menyembah kepada Allah, tapi juga menyembah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Tauhid uluhiyah inilah yang menjadikan seseorang menjadi muslim.

Seseorang yang meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya sesembahan, wajib dia ikrarkan secara lisan. Inilah yang tidak diakui oleh orang-orang Musyrik. Oleh karena itulah mereka menentang dakwah tauhid. Karena kalau mereka mengatakan “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ“, konsekuensinya adalah meraka harus meninggalkan sesembahan-sesembahan lain selain Allah.

Baca Juga:  Menisbatkan Diri kepada Salaf dan Memakai Sebutan Salafiyah

Tauhid ini wajib diikrarkan didalam satu momen spesial ketika menghadap Allah minimal tujuh belas kali sehari semalam. Kalimat pengikraran ini adalah pada surat Al-Fatihah ayat ke-5:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah[1]: 5)

Pengkhususan ibadah kepada Allah atau tauhid aluhiyyah ini sangatlah penting. Sampai-sampai kalimat keduanya pun memperkuat kalimat tersebut. Setelah kalimat إِيَّاكَ نَعْبُدُ, munculah kalimat وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. Dua jenis ikrar ini bertumpu pada tauhid, pengibadahan hanya kepada Allah.

Betapa banyak orang yang sadar bahwa dirinya harus beribadah hanya kepada Allah. Tapi oleh Allah tidak ditolong dalam ibadah itu, tidak diberi hidayah untuk melakukan ibadah itu. Akhirnya mereka tidak beribadah walaupun dia meyakini kewajiban ibadah.

Betapa banyak orang yang yakin dirinya harus beribadah, lalu dirinya beribadah. Tapi ibadahnya asal-asalan atau alakadarnya dan tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Mereka tidak melihat apakah niatnya sudah benar karena Allah? Mereka tidak melihat dari aspek tata cara pelaksanaan ibadah itu apakah sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Kiat Ibadah Berkualitas

Maka salah satu kiat agar ibadah kita berkualitas adalah dengan memohon pertolongan kepada Allah. Mohon kepada Allah agar Allah membantu kita dan memberikan semangat yang besar untuk melakukan ibadah yang berkualitas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada sahabat Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu:

يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ

Baca Juga:  Kisah Dua Orang Amanah Yang Melakukan Jual Beli

“Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya bersabda:

أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Aku memberikanmu nasehat, wahai Mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan saat di penghujung shalat bacaan doa: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik (Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik pada-Mu).” (HR. Abu Daud dan An Nasai)

Muadz bin Jabal adalah seorang sahabat yang senantiasa bersyukur dan berdzikir. Tapi meskipun sudah bersyukur dan berdzikir, dia tetap disuruh untuk berdo’a.

Simak Kajian Lengkapnya, Download dan Sebarkan mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Tauhid Uluhiyah Menjadikan Seseorang Menjadi Muslim – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad

Baca Juga:  Menjaga Kesehatan Anak

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Pencarian: contoh tauhid uluhiyah, pengertian tauhid uluhiyah, makalah tauhid uluhiyah, contoh tauhid uluhiyah dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan tauhid uluhiyah dan rububiyah, tauhid uluhiyah rububiyah, dalil tauhid rububiyah, contoh tauhid uluhiyah, pengertian tauhid uluhiyah, makalah tauhid uluhiyah, contoh tauhid uluhiyah dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan tauhid uluhiyah dan rububiyah, tauhid uluhiyah rububiyah, dalil tauhid rububiyah, perbedaan tauhid uluhiyah dan rububiyah, tauhid uluhiyah rububiyah, dalil tauhid rububiyah, perbedaan tauhid uluhiyah dan rububiyah, tauhid uluhiyah rububiyah, dalil tauhid rububiyah.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.