Telegram Rodja Official

Orang Yang Mengucapkan لاإله إلاالله (laa ilaa ha illallah) dengan Ikhlas

By  |  pukul 9:09 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 08 Shafar 1440 / 17 Oktober 2018 pukul 9:09 am

Tautan: https://rodja.id/22y

Orang Yang Mengucapkan لاإله إلاالله (laa ilaa ha illallah) dengan Ikhlas adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 27 Muharram 1440 H / 07 Oktober 2018 M.

Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDF di sini

Download mp3 kajian sebelumnya: Dakwah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Kajian Tentang Orang Yang Mengucapkan لاإله إلاالله (laa ilaa ha illallah) dengan Ikhlas – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Pembahasan kali ini sampai pada halaman 8 pada  kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain.

Dari ‘Itban Ibn Malik radhiyallahu ‘anhu ia adalah salah seorang yang ikut dalam perang Badar, berkata: Aku selalu menjadi imam untuk kaumku. Antara tempatku dengan tempat mereka itu dihalang-halangi oleh sebuah lembah yang apabila banyak turun hujan, maka sulit aku melaluinya untuk menuju ke masjid mereka itu. Oleh sebab itu aku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku berkata kepadanya: Sesungguhnya aku ini sudah kurang terang penglihatanku dan sesungguhnya lembah yang ada di antara tempatku dengan tempat kaumku itu mengalir airnya jikalau banyak hujan datang, maka sukarlah bagiku untuk melaluinya. Jadi, aku ingin sekali jikalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi tempatku lalu shalat di suatu tempat di rumahku, yang seterusnya akan aku gunakan sebagai tempat shalat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga:  Ahlussunnah Mendakwahkan Islam dengan Akhlaqul Karimah

“Akan aku lakukan permintaanmu.”

Maka besoknya datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tempatku bersama Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu sesudah siang sudah mulai panas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta izin masuk lalu aku izinkan, tetapi beliau tidak duduk sampai dia berkata:

“Di manakah tempat yang engkau inginkan supaya aku shalat di rumahmu ini?”

Aku menunjuk tempat yang aku inginkan agar beliau shalat di sana. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berdiri, kemudian bertakbir dan kita berbaris di belakangnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua rakaat kemudian salam dan kitapun salam ketika beliau salam. Kemudian aku tahan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk makan hidangan berupa khazirah yang sengaja dibuat untuk beliau. Rupanya penduduk kampung mendengar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada di rumahku, lalu banyak orang-orang yang berkumpul dari para penduduk itu sehingga banyak kaum laki-laki di rumahku. Kemudian ada seorang laki-laki berkata: “Apa yang dilakukan Malik? aku tidak melihatnya.” Orang lain berkata: “Ia dia orang munafik yang tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Baca Juga:  Memahami Perintah-Perintah Allah - Bagian ke-1 - Kitab Mausu'ah Fiqh Al-Qulub (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُلْ ذَلِكَ أَلاَ تَراهُ قالَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ تَعالى

Janganlah berkata sedemikian itu. Tidakkah engkau ketahui bahwa ia mengucapkan La ilaha illallah, hanya karena mencari keridhaan Allah Ta’ala?

Orang itu berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Sedangkan kami, demi Allah, tidak melihat cintanya dan pembicaraannya melainkan condong kepada kaum munafik.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ الله قَدْ حَرَّمَ على النَّارِ مَنْ قَالَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهِ اللَّهِ

Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan La ilaha illallah hanya karena mencari keridhaan Allah Ta’ala.

Baca Juga:  Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Hadits 1455-1457 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa Malik bin Duhsum mengucapkan laa ilaa ha illallah dengan ikhlas? Karena Malik bin Duhsum adalah salah satu sahabat yang ikut dalam perang Badar. Dan disaat perang Badar, tidak ada satupun orang munafik yang ikut. Sehingga itu menunjukkan keikhlasan Malik bin Duhsum dalam mengucapkan laa ilaa ha illallah. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari tuduhan orang tersebut. Karena orang tersebut mempunyai alasan. Yaitu berteman dengan orang-orang munafik.

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Orang Yang Mengucapkan لاإله إلاالله (laa ilaa ha illallah) dengan Ikhlas – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.