Telegram Rodja Official

Iman Kepada Allah adalah Amal Yang Paling Utama

By  |  pukul 9:23 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 07 Rabiul akhir 1440 / 14 Desember 2018 pukul 8:24 am

Tautan: https://rodja.id/22z

Iman Kepada Allah adalah Amal Yang Paling Utama adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 5 Shafar 1440 H / 14 Oktober 2018 M.

Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDF di sini

Download mp3 kajian sebelumnya: Orang Yang Mengucapkan لاإله إلاالله (laa ilaa ha illallah) dengan Ikhlas

Kajian Tentang Iman Kepada Allah adalah Amal Yang Paling Utama – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Pembahasan kali ini sampai pada halaman 9 pada  kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain.

 عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ العَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «إِيمَانٌ بِاللَّهِ، وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ»، قُلْتُ: فَأَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «أَعْلاَهَا ثَمَنًا، وَأَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا»، قُلْتُ: فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ؟ قَالَ: «تُعِينُ ضَايِعًا، أَوْ تَصْنَعُ لِأَخْرَقَ»،: قَالَ: فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ؟ قَالَ: «تَدَعُ النَّاسَ مِنَ الشَّرِّ، فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ تَصَدَّقُ بِهَا عَلَى نَفْسِكَ»

Baca Juga:  Tafsir Surat Al-Muzammil Ayat 7-19 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Apa amal yang paling utama?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘iman kepada Allah dan berjihad di jalanNya’ Lalu aku bertanya, ‘budak seperti apa yang paling utama untuk dimerdekakan?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘yang paling mahal harganya dan paling berharga disisi majikannya’ Aku berkata, ‘jika aku tidak bisa memerdekakan budak seperti itu?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘kalau seperti itu, bantulah orang yang bekerja atau kamu bekerja untuk orang yang tidak bisa bekerja’ Aku berkata, ‘kalau aku tidak bisa melakukan hal itu juga bagaimana Ya Rasulullah?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘cegah dirimu dari berbuat buruk kepada manusia, karena yang demikian itu adalah sedekah yang kamu sedekahkan atas dirimu sendiri'”

Abu Dzar adalah seorang sahabat yang mulia, diantara pendapat beliau adalah tidak bolehnya menabung. Dia berpendapat bahwa jika ada kelebihan uang wajib untuk diinfakkan. Abu Dzar adalah sahabat yang sangat zuhud sekali. Namun beliau dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjadi pemimpin.

Baca Juga:  Riyadhush Shalihin: Bab Keutamaan Wudhu - Bab ke-185 (Syaikh Prof. Dr 'Abdur Razzaq Al-Badr)

Pada hadits di atas tergambar bagaimana kefaqihan beliau. Dimana beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal yang paling utama. Ini sangat penting. Karena amala yang paling utama berarti pahalanya juga yang paling besar. Juga ketika terjadi tabrakan antara dua amal yang harus kita ambil salah satunya, maka kita ambil yang paling utama. Salah seorang ulama salaf berkata, “Orang yang faqih bukan sebatas tahu halal haram tapi hakikat orang yang faqih adalah orang yang tahu derajat yang halal dan derajat yang haram.” Jika kita tahu derajat sebuah amalan, misalnya ini yang paling utama, ini yang utama, ini kurang utama. Demikian pula sesuatu yang sifatnya haram juga bertingkat-tingkat. Penting bagi kita mengetahui tingkatan amalan dan tingkatan keharaman. Dengan seperti itu kita akan tahu kapan kita bisa mendahulukan. Ulama berbicara panjang lebar tentang hal ini karena ini merupakan hal yang sangat penting. Bahkan kata Ibnu Qayyim, diantara talbis iblisyaitu seseorang dijadikan sibuk dengan amalan yang kurang utama sehingga dia meninggalkan amalan yang lebih utama. Misalnya seorang wanita sibuk dzikir pagi petang tapi ia lalaikan kewajiban dia sebagai seorang istri.

Baca Juga:  Tafsir Surat 'Abasa - Bagian ke-1 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Jika bertabrakan antara dua hal yang wajib dan tidak mungkin untuk kita ambil dua-duanya, mana yang harus dipilih? Disini kita harus melihat jenisnya. Apakah fardhu ‘ain atau fardhu kifayah? Jika keduanya adalah fardhu ‘ain, maka kita lihat mana yang lebih selamat dari maksiat, mana yang lebih besar maslahat dan manfaatnya, itu yang kita dahulukan.

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Iman Kepada Allah adalah Amal Yang Paling Utama – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.