Telegram Rodja Official

Bacaan Shalawat Nabi Yang Paling Utama

By  |  pukul 7:40 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019 pukul 4:56 am

Tautan: https://rodja.id/23j

Bacaan Shalawat Nabi Yang Paling Utama adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang  disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. langsung dari Masjid Al-Barkah, Kompleks Rodja, Jl. Pahlawan, belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah RT 03 / RW 03, Cileungsi, Bogor. Pada sabtu, 4 Shafar 1440 H / 13 Oktober 2018 M.

Kajian Tentang Bacaan Shalawat Nabi Yang Paling Utama – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Kajian ini membahas tentang peringatan terhadap shalawat-shalawat yang belum ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika kita mengangkat tema ini, bukan berarti kita suka menyalah-nyalahkan orang, membid’ah-bid’ahkan amaliyah orang, tetapi ini nasihat dari seorang muslim kepada muslim lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم»

“Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim)

Apabila ada amaliyah dan belum ada contohnya, mohon bahwa ini belum ada contohnya, terima dengan lapang dada. Bukan berarti kita senantiasa ingin menyalah-nyalahkan orang. Kita berbicara seperti inipun terkadang ada didalam hati, “Biarkan saja lah.” Tetapi ada semacam ghirah agama agar beragama sesuai dengan putunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apalagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan tentang perkara yang mengada-ada.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Jauhi oleh kalian dari sesuatu yang mengada-ada dalam agama, sesungguhnya setiap yang mengada-ada dalam agama adalah perbuatan bid’ah dan setiap perbuatan bid’ah adalah kesesatan.

Baca Juga:  Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 75 - 76 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Jadi mohon diterima dengan lapang dada. Jika diterima Alhamdulillah, jika tidak diterima, maka tugas kita sudah selesai. Dan mohon dilihat dari hati yang tulus. Bahwa ini bukan untuk menyalah-nyalahkan amaliyah orang. Tapi ini dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar. Kalau tidak ditegakkan amar ma’ruf nahi munkar, maka kekacauan yang ada. Semua orang bisa membuat shalawat. Apalagi terdapat ancaman Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Sahabat Abdullah Ibnu Umar,

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً

Setiap bid’ah adalah kesesatan meskipun manusia menganggap perbuatan tersebut adalah kebaikan.

Seorang tabi’in mengatakan bahwa tidaklah nampak perbuatan bid’ah kecuali akan ditinggalkan semisalnya perbuatan sunnah. Lihatlah dizaman ini. Shalawat apa yang terkenal ditengah kaum muslimin? Shalawat yang mungkin adanya ribuan tahun sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kurang terkenal ditengah kaum muslimin.

Shalawat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, kemudian beliau menunggu jawaban dari Allah. Baru setelah itu beliau menjawab dan memerintahkan shalawat yang paling utama. Tapi ini tidak setenar dengan shalawat-shalawat yang palsu dan mengada-ada jauh sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada sebagian orang menganggap dakwah salaf ini suka membid’ah-bid’ahkan orang. Ingat, para imam telah menekankan perbuatan bid’ah. Bahkan Imam Malik berkata, “Barangsiapa mengadakan sesuatu yang baru (bid’ah) di dalam agama ini sedangkan ia menganggap baik perbuatan tersebut maka sungguh ia telah menuduh Nabi Muhammad telah berbuat khianat, karena Allah ta’ala telah berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. al-Maidah: 3). Maka perkara yang pada hari ayat ini diturunkan bukan agama maka sekarang juga bukan merupakan agama.” (Al-I’tishom, 1/49, dinukil dari ‘Ilmu Usul Bida’, 20)

Baca Juga:  Sebab-Sebab Yang Menyempurnakan Hijrah

Bacaan Shalawat Nabi Yang Paling Utama

Ini adalah poin terakhir dari pembahasan Indahnya Bersholawat Sesuai Sunnah. Shalawat yang paling utama, yang mengatakan hal ini adalah Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu ta’ala dalam kitab beliau Fathul Bari, beliau mengatakan bahwa diambilkan dalil yang didalamnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya tentang bagaimana tatacara bersholawat setelah para sahabat bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa itu adalah tatacara shalawat yang paling utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memilih untuk kepentingan beliau kecuali yang paling utama dan yang paling mulia. Di antara bentuk bacaan shalawat nabi yang paling utama yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Ya, Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) shalawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya, Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya. Lihat Shifat Shalat Nabi, hlm. 165-166, karya Al Albani, Maktabah Al Ma’arif).

Baca Juga:  Hukum Seseorang Mengklaim Orang Lain Sebagai Bapaknya

Simak dan Download mp3 Kajian Tentang Bacaan Shalawat Nabi Yang Paling Utama – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.


Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama ini melalui jejaring sosial Facebook, TwitterGoogle+ dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Pencarian: bacaan shalawat nabi latin, bacaan shalawat nabi lengkap, bacaan shalawat nabi mp3, bacaan shalawat nabi yg pendek, bagaimana bacaan shalawat nabi, bacaan shalawat nabi yang benar, bacaan shalawat nabi lengkap latin, bacaan shalawat nabi dalam huruf latin, bacaan shalawat nabi sebelum berdoa, bacaan shalawat nabi saw, contoh bacaan shalawat nabi, bacaan shalawat nabi dalam rumi, download bacaan shalawat nabi, bacaan shalawat nabi yang benar dan artinya, bacaan shalawat nabi setelah sholat

Telegram Rodja Official

2 Comments

  1. Muhamad Harun

    Selasa, 14 Shafar 1440 / 23 Oktober 2018 at 07:09

    link mp3 sama dengan kajian sebelumnya.
    20181013 Ustadz Ahmad Zainuddin – Tematik – Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.mp3

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.