Telegram Rodja Official

Perkara Yang Memperkuat Cinta Karena Allah

By  |  pukul 7:09 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 20 Shafar 1440 / 29 Oktober 2018 pukul 7:38 pm

Tautan: https://rodja.id/242

Perkara Yang Memperkuat Cinta Karena Allah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 21 Muharram 1440 H / 01 Oktober 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Mencintai Karena Allah

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Kajian Tentang Mencintai Karena Allah – Kitab Ahsanul Bayan

Pada kesempatan ini, kita akan membahas perkara yang bisa memperkuat cinta karena Allah diantara hamba. Beberapa perkara yang bisa memperkuat cinta karena Allah diantara kita adalah:

Pertama, seseorang mengabarkan kepada saudaranya bahwa dia mencintai saudaranya itu karena Allah. Ini didasari oleh hadits yang shahih, dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ أَنَّهُ يُحْبِبْهُ

Apabila salah seorang diantara kalian mencintai saudaranya maka beritahu padanya kalau mencintainya

Juga atas dasar perkataan Anas radhiyallahu ‘anhu, “Ada seseorang disamping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ada seseorang yang lewat. Kemudian dia berkata, “Ya Rasulullah, aku mencintai orang ini.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam berkata kepadanya, “Apakah engkau telah memberitahu kepadanya bahwa engkau mencintainya?

Baca Juga:  Landasan Utama Orang-Orang Sesat - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Dia menjawab, “Tidak”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kabarkan kepadanya.”

Maka orang yang duduk disamping Nabi tersebut mengejar orang yang lewat kemudian dia berkata, “إني أحبك في الله Inni uhibbuka fillah (Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah)”
Lalu orang itu menjawab, “أحبك الذي أحببتني له Ahabbakalladzi ahbabtani lahu (Semoga Allah mencintaimu, Dzat yang telah menjadikanmu mencintai aku karena-Nya)”

Apabila kita menyampaikan bahwa kita mencintai saudara kita karena Allah dan mengabarkan kepadanya, maka ini merupakan sebab datangnya saling cinta-mencintai. Ini juga sebab bersatunya hati.

Kedua, menyebarkan salam. Ini merupakan sebab yang paling penting untuk mendatangkan kecintaan. Dan kita ucapkan salam kepada orang yang kita kenal dan tidak kita kenal dari kalangan kaum muslimin. Oleh karena itu, ketika kita keluar dari masjid kemudian kita jumpai kaum muslimin, kita ucapkan salam kepada mereka. Baik kita tahu siapa dia atau kita tidak mengenalnya.

Ajaran salam, adalah ajaran Islam. Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang baik. Jadi tidak benar jika Islam dituduh teroris, kasar, keras. Kita sebarkan salam. Berapa banyak orang yang awalnya dibenci kemudian dia sebarkan salam lalu saling mencintai.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga:  Anjuran untuk Bersedekah (Ustadz Aunur Rofiq Ghufron, Lc.)

لَا تَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا ، وَلَا تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا ، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوْا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai ? Sebarkanlah salam di antara kalian” (HR. Muslim)

Kalau hadits ini diamalkan, maka akan terasa bagi kita. Jangan sampai kalau kita bertemu dengan saudara kita, kita pura-pura tidak tahu. Yang lebih parah lagi adalah ketika seorang murid lalu ada gurunya lewat dan pura-pura tidak tahu. Tentu ini murid yang kurang beradab. Ilmunya tidak akan berkah. Jadi ketika ada saudara kita, apalagi guru kita, murid kita, kita saling sebarkan salam. Dengan mengucapkan salam, maka kita saling cinta.

Kalau kita lihat, banyak manusia yang masuk ke masjid kemudian melihat seseorang shalat dan yang lain membaca Al-Qur’an, dia tidak mengucapkan salam. Dia berfikir bahwa orang-orang tersebut bukan termasuk golongan, jama’ah atau kelompoknya. Kita tidak boleh seperti demikian. Ketika kita masuk masjid, kita ucapkan salam. Bertemu dengan saudara kita di jalan baik yang kita kenal atau yang tidak kita kenal, hendaknya kita mengucapkan salam. Ada seseorang bertemu saudaranya tidak mengucapkan salam. Ini karena orang itu bukan satu kelompok atau satu jama’ah. Maka ini adalah musibah. Karena perkara-perkara yang ringan ini, akhirnya umat terpecah-belah.

Baca Juga:  Hukum-Hukum Menghias Diri bagi Wanita - Bagian ke-3 - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Menyampaikan salam baik kepada yang dikenal maupun yang tidak dikenal, ini merupakan kebaikan. Maka pegang itu. Sehingga kecintaan ini menyebar kepada kaum muslimin.

Ketiga, memberikan hadiah. Jadi kalau kita mempunyai saudara dan ingin tambah cinta, maka kita kasih hadiah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod)

Lalu apalagi perkara yang bisa memperkuat cinta karena Allah?

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Tentang Mencintai Karena Allah – Kitab Ahsanul Bayan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.