Telegram Rodja Official

Kecintaan Para Sahabat Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

By  |  pukul 6:26 am

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 25 Shafar 1440 / 03 November 2018 pukul 6:26 am

Tautan: https://rodja.id/24e

Kecintaan Para Sahabat Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 20 Shafar 1440 H / 29 Oktober 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Cinta Yang Benar Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Kajian Tentang Kecintaan Para Sahabat Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam – Kitab Ahsanul Bayan

Ketika diperjanjian Hudaibiyah, ditahun ke-6 Hijriyah. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dua ribu sahabat lebih dari kota Madinah untuk umroh. Ketika hendak memasuki Mekah, dihadang di Hudaibiyah. Terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Banyak pelajaran menarik dari perjanjian ini. Diantaranya:

Utusan Kufar Quraisy yang bernama Urwah bin Mas’ud ingin memegang jenggotnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu disamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada Mughirah bin Su’bah radhiyallahu ‘anhu. Dengan ujung pangkal pedangnya, Mughirah berkata kepada Urwah bin Mas’ud, “Mundurkan tanganmu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau tidak, tanganmu tidak akan kembali lagi.” Lihatlah bagaimana kecintaan Mughirah bin Su’bah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika Urwan bin Mas’ud pulang kepada orang-orang kafir di Mekah, dia berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, aku telah mendatangi para raja sebagai utusan. Aku pernah mendatangi Kisra dan Najasyi. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pun yang diagungkan oleh sahabat-sahabatnya dari pada sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa salam mengagungkan Muhammad. Tidaklah Nabi Muhammad meludah dan ludahnya itu jatuh disalah satu tangan sahabat, dia usapkan ludah tersebut ke wajahnya dan kekulitnya. Apabila Nabi Muhammad memerintah mereka, maka mereka akan bersegera untuk melaksanakan perintahnya. Apabila Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, mereka saling berebut sampai hampir berkelahi karena memperebutkan air bekas wudhunya. Apabila mereka bicara didepan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka tidak berani mengeraskan suaranya. Mereka tidak ada yang berani menajamkan pandangannya kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena pengagungan mereka kepada Nabi Muhammaad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia telah menawarkan kepada kalian perjanjian, maka terimalah oleh kalian.”

Baca Juga:  Al-Qur'an Kalamullah Dan Bukan Makhluk - Kitab Al-Ibanah

Tapi perhatikan, bahwa ini adalah kekhususan untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun selain Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak memiliki kekhususan ini. Disebagian tempat, setelah kiayi minum, maka santri atau jama’ahnya berebut berkah darinya. Tentu ini adalah sesuatu yang tidak benar karena keberkahan dari Allah dan tidak ada keterangan bahwa jasadnya atau apa yang ada dalam jasadnya memiliki keberkahan.

Ketika Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah dihadapan para sahabat. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah! Sesungguhnya Allah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara kenikmatan dunia sesuai dengan apa yang dia kehendaki atau diberikan kepadanya apa yang ada disisi Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dia memilih apa yang ada disisi Allah!

Baca Juga:  Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman - Bagian ke-9 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Mendengar perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu, menangislah Abu Bakar, lalu Abu Bakar berkata, “Kami menebusmu wahai Rasulullah dengan bapak dan ibu kami.” Tidaklah Abu Bakar berbicara demikian karena cintanya yang besar kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sesungguhnya itu merupakan kecintaan yang agung dijalan Allah. Seandainya kita berbicara tentang contoh-contoh kecintaan para sahabat radhiyallahu ‘anhum terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya ini akan menjadi pembicaraan yang panjang. Akan tetapi, orang yang cerdas, cukup dengan isyarat dia akan paham.

Bagaimana potret kecintaan para sahabat yang lain kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Tentang Kecintaan Para Sahabat Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam – Kitab Ahsanul Bayan

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1123-1127 - TPP: Larangan Qaza, Haramnya Terlalu Dalam Membahas Takdir, hingga Tiga Hal yang Ditakutkan Nabi atas Umatnya (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.