Telegram Rodja Official

Metode Al-Qur’an Dalam Mendakwahkan Tauhid Uluhiyah

By  |  pukul 5:58 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 27 Shafar 1440 / 05 November 2018 pukul 5:48 pm

Tautan: https://rodja.id/24f

Metode Al-Qur’an Dalam Mendakwahkan Tauhid Uluhiyah merupakan rekaman ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy dalam pembahasan Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad karya Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 3 Shafar 1440 H / 12 Oktober 2018 M.

Download mp3 kajian sebelumnya: Hubungan Antara Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

Kajian Tentang Metode Al-Qur’an Dalam Mendakwahkan Tauhid Uluhiyah – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad

Tauhid rububiyah sudah dimiliki manusia tanpa harus didakwahi. Bahkan orang-orang musyrik pun dahulu memiliki tauhid rububiyah berdasarkan fitrah mereka, pengamatan mereka terhadap alam ini. Hanya meyakini tauhid rububiyah tidak cukup didalam mengimani Allah dan tidak menyelamatkan pemiliknya dari adzab. Maka dakwah para Rasul difokuskan kepada tauhid uluhiyah.

Semua nabi dan Rasul menyerukan tauhid uluhiyah ini, mengajak seluruh manusia untuk beribadah hanya kepada Allah. Termasuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menyuruh manusia untuk mengatakan لاإله إلاالله (laa ilaa ha illallah) yang isi kandungan dari seruan laa ilaa ha illallah adalah mengharuskan manusia hanya beribadah kepada Allah dan meninggalkan seluruh sesembahan lain selain Allah.

Baca Juga:  Yang Perlu Dilakukan Oleh Wanita Ketika Sedang Ihram - Bagian 3 - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Karena itulah orang-orang musyrik menghindar dari memenuhi ajakan ini. Mereka berkata, “Apakah Muhammad ini akan menjadikan sesembahan yang banyak menjadi satu sesembahan saja? Sungguh ini adalah seseuatu yang aneh.” Jadi, mereka meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb, tetapi ketika diajak hanya menyembah kepada  satu sesembahan yaitu Allah, mereka menolak. Bahkan mereka berupaya menekan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar meninggalkan dakwahnya ini. Mereka berupaya dengan segala cara untuk membendung gerakan dakwah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Tak jarang mereka mengirimkan utusan untuk menawarkan tawaran yang menggiurkan berupa harta, kedudukan bahkan wanita. Tapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bergeming. Karena yang beliau cari dengan dakwahnya itu bukanlah dunia.

Kemudian mereka beralih kepada nacaman dan bahkan tindakan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menjawab dengan satu kalimat yang menunjukkan ketegasan dalam hal ini, “Demi Allah, kalau pun matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan perkara ini (penyampaian risalah), sehingga Allah memenangkannya atau aku binasa.

Baca Juga:  Bab Istighfar - Bagian ke-1 - Fiqih Do'a dan Dzikir (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Dan saat itu ayat-ayat Allah yang isinya mengajak kepada tauhid dibidang uluhiyah terus turun ditambah bantahan-bantahan syubhat orang-orang musyrik.  Jadi semuanya turun secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu ayat-ayat yang berisi ajakan terhadap tauhid uluhiyah banyak bertebaran didalam Al-Qur’an dengan berbagai macam cara mengajak manusia kedalam tauhid uluhiyah ini.

Metode Al-Qur’an Dalam Mendakwahkan Tauhid Uluhiyah

Pertama, Allah langsung memerintahkan manusia agar ibadah kepada Dia dan meninggalkan sesembahan lain selain Dia. Allah berfirman dalam banyak ayat. Diantaranya adalah:

وَاعْبُدُوا اللَّـهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ …

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun….” (QS. An-Nisa'[4]: 36)

Juga dalam firmanNya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿٢١﴾

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah[2]: 21)

Kedua, Allah menginformasikan kepada manusia bahwa tujuan utama diciptakannya jin dan manusia adalah untuk ibadah kepada Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat[51]: 56)

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 994-998 - TPP: Hukuman bagi Pedagang yang Tidak Jujur, Kondisi Arwah Orang-Orang yang Beriman, hingga Tali Iman yang Paling Kuat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ketiga, Allah memberitahukan kepada manusia bahwa seluruh Rasul diutus untuk mendakwahkan tauhid uluhiyah ini. Allah berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّـهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ …

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”,..” (QS. An-Nahl[16]: 36)

Simak Kajian Lengkapnya, Download dan Sebarkan mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Metode Al-Qur’an Dalam Mendakwahkan Tauhid Uluhiyah – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.