Khusyu’ dalam Melaksanakan Shalat

By  |  pukul 7:30 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 19 Rabiul awwal 1440 / 27 November 2018 pukul 7:10 pm

Tautan: https://rodja.id/24y

Khusyu’ dalam Melaksanakan Shalat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Ta’dhim Ash Shalah, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Pembahasan ini juga disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 26 Shafar 1440 H / 04 November 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Ariful Bahri, M.A.

Status Program Kajian Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Status program Kajian Ta’dhim Ash Shalah: telah selesai.

Download juga kajian sebelumnya: Larangan Meniru Hewan Ketika Shalat

Kajian Tentang Khusyu’ dalam Melaksanakan Shalat – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Pada kajian kali ini, dibahas tentang salah satu firman Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu tentang masalah khusyu’ didalam shalat.

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴿٢﴾

(yaitu) orang-orang yang khusyu’ didalam melaksanakan shalatnya,“(QS. Al-Mu’minun[23]: 2)

Ayat ini merupakan pujian dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan menyebutkan hamba-hambaNya yang beriman, menyebutkan keberuntungan dan kebahagiaan mereka, dan bagaimana cara mereka supaya sampai mendapatkan kebahagiaan tersebut.

Diantara motivasi sifat-sifat yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala adalah mereka yang khusyu’ dalam melaksanakan shalat. Khusyu’ dalam melaksanakan shalat yaitu dengan menghadirkan hati kita dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Karena yang demikian hati kita akan menjadi tenang, jiwa kita akan menjadi tentram, gerakan-gerakan akan menjadi normal, lalu akan sedikit kita menoleh kekiri dan kekanan. Hal ini karena kita berada dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Menghadirkan seluruh yang kita katakan, seluruh yang kita lakukan didalam gerakan shalat kita mulai dari awal shalat sampai diakhirnya. Maka yang demikian akan menghilangkan was-was dan pemikiran-pemikiran yang buruk. Inilah yang dinamakan dengan ruh shalat dan inilah diantara tujuan shalat. Yang demikian itulah yang ditulis untuk seorang hamba. Shalat yang tidak khusyu’ dan orang yang tidak khusyu’ didalam melaksanakan ibadah shalat, tidak menghadirkan hati didalam melaksanakan ibadah shalat, ini ibarat jasad yang tidak ada ruhnya.

Baca Juga:  Sikap Ahlus Sunnah Kepada Pemimpin Kaum Muslimin - Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc.

Imam Ibnu Qayyim mengatakan bahwa ada keajaiban yang sangat besar tentang nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala yang dengan demikian akan membawa kita khusyu’ didalam melaksanakan ibadah shalat. Hal ini tidak akan didapatkan kecuali bagi mereka yang tahu tentang arti dari Al-Qur’an dan bercampur keimanan didalam hatinya. Sehingga mereka melihat setiap nama dan sifat-sifat tersebut berada didalam posisi shalat dan ada didalam ibadah shalat tersebut.

Apabila salah seorang diantara kita berdiri dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala, maka mereka akan menyaksikan dalam hatinya bagaiaman kemaha berdirian Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika kita mengucapkan “Allahuakbar”, maka kita menyaksikan bagaimana keagungan Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika kita mengucapkan:

Baca Juga:  Hukum Menikah dengan Saudara Sepersusuan

سبحانَكَ اللَّهمَّ وبحمدِك وتبارك اسمُك وتعالى جَدُّك ولا إلهَ غيرُك

Maka dengan demikian, kita akan menyaksikan dengan hati kita, Rabb yang Maha Suci dari kekurangan, Maha Terpuji dengan segala kekurangan dan pujiannya mencakup sifat-sifat yang Maha Sempurna. Ini merupakna kelaziman bahwa Allah subhanahu wa ta’ala terlepas dari segala kekurangan.

 وتبارك اسمُك (Dan Maha Suci nama Allah subhanahu wa ta’ala)

Tidaklah kita menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala ketika kita berada didalam kekurangan kecuali Allah subhanahu wa ta’ala akan memperbanyaknya. Tidaklah kita berada didalam kebaikan kecuali Allah akan menumbuhkannya dan akan memberkahi kebaikan tersebut. Dan tidaklah kita menyebutNya didalam suatu penyakit, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan melenyapkannya. Tidaklah kita menyebutNya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala mengusir setan dalam keadaan terhina.

Baca Juga:  Sebab Penyimpangan dalam Agama (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

وتعالى جَدُّك (Dan Maha Agung Allah Subhanahu wa ta’ala)

Allah subhanahu wa ta’ala Maha Tinggi kedudukannya. Maha Tinggi diantara yang paling tinggi dan segala urusannya juga Maha Tinggi. KekuasaanNya diatas segala kekuasaan. Maka Allah subhanahu wa ta’ala Maha Agung, tidak ada serikat didalam kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, tidak ada serikat didalam rububiyah Allah subhanahu wa ta’ala, tidak ada serikat didalam uluhiyah Allah subhanahu wa ta’ala dan didalam perbuatan serta sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala.

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Khusyu’ dalam Melaksanakan Shalat – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.