Cara Agar Sholat Khusyu’

By  |  pukul 7:43 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 19 Rabiul awwal 1440 / 27 November 2018 pukul 7:09 pm

Tautan: https://rodja.id/24z

Cara Agar Sholat Khusyu’ adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Ta’dhim Ash Shalah, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Pembahasan ini juga disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 27 Shafar 1440 H / 05 November 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Ariful Bahri, M.A.

Status Program Kajian Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Status program Kajian Ta’dhim Ash Shalah: telah selesai.

Download juga kajian sebelumnya: Khusyu’ dalam Melaksanakan Shalat

Kajian Tentang Cara Agar Sholat Khusyu’- Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu ta’ala menyebutkan kepada kita bagaimana kita bisa khusyu’ didalam melaksanakan ibadah shalat. Salah satu bentuk yang harus kita lakukan agar kita bisa melaksanakan ibadah shalat adalah dengan memahami arti-artinya dan kita memahami dzikir-dzikir yang ada didalamnya. Kita juga harus memahami gerakan-gerakan serta tujuan yang ada didalam shalat tersebut. Dengan memahaminya, kita akan menjadi khusyu’ didalam melaksanakan ibadah shalat.

Sedangkan masalah sujud adalah rahasia yang terkandung didalam shalat. Dan sujud merupakan rukun yang sangat besar. Ini adalah penyempurnaan dari pada ruku’. Sedangkan rukun-rukun sebelumnya ibarat muqaddimah. Sebagaimana didalam ibadah haji. Maka sebelum tawaf adalah muqaddimah. Karena tujuan kita dalam melaksanakan ibadah haji atau umroh tersebut adalah masuk kerumah Allah subhanahu wa ta’ala dan berziarah didalamnya. Seperti itu juga dengan sujud. Rukun-rukun sebelumnya ibarat muqaddimah. Oleh karenanya seorang hamba akan semakin dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala ketika mereka melaksanakan sujud dan posisi yang paling agung, yang paling mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah ketika kita melaksanakan sujud dan berdo’a ketika sujud tersebut adalah waktu dan tempat yang paling dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Ketika Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan hamba-hambaNya dari tanah, maka sudah semestinyalah salah seorang hamba tersebut tidak keluar dari asal penciptaannya. Bahkan mereka sudah semestinya pulang ke asal penciptaan tersebut. Karena sesungguhnya seorang hamba apabila dibiarkan dengan tabiat-tabiatnya, maka mereka akan merasa sombong dan mereka akan keluar dari asal penciptaannya dan mereka akan melakukan kesewenang-wenangan dan kesombongan dipermukaan bumi ini.

Baca Juga:  Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman - Bagian ke-4 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Oleh karenanya Allah memerintahkan kepada kita untuk sujud agar kita tunduk dan mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala sang pencipta. Khusyu’ kepadaNya, merendahkan diri kita dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala serta memohon kepada Allah. Maka tunduk, patuh dan menghambakan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah bentuk ubudiyyah kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga apabila seorang hamba melakukan ubudiyyah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka mereka akan terjauhkan dari sifat kelengahan dan kelalaian lalu berpaling dari asal penciptaannya. Maka merupakan permisalan yang sangat bagus ketika Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kita sujud. Dimana kita sujud di atas tanah yang darinya kita diciptakan. Ketika seorang hamba sujud kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia meletakkan yang paling mulia dan yang paling tinggi, yaitu wajahnya. Dia letakkan kedalam tempat yang paling bawah. Inilah bukti dan tanda bahwa dia tunduk dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Dia merendahkan dirinya karena keagungan Allah subhanahu wa ta’ala. Ini adalah tujuan kekhusyu’an itu sendiri.

Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan kita dari tanah yang mana tanah tersebut adalah tempat berpijak. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kita untuk memakmurkan tanah tersebut dan kita akan dikembalikan kepada tanah tersebut. Dan Allah pun akan mengeluarkan kita dari tanah tersebut.

Baca Juga:  Keistimewaan-Keistimewaan Shalat

Allah menciptakan ayah dan ibu kita juga dari tanah, asal kita dari tanah, kemudian kita hidup diatas tanah, dan kita mati akan berada didalam tanah. Dan Allah menjadikan tanah tersebut suci dan bisa dijadikan tempat shalat. Maka kita diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk sujud karena sujud tersebut adalah bentuk kekhusyu’an yang paling dzahir. Itu merupakan salah satu bentuk kita mengumpulkan bentuk ubudiyyah kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan seluruh anggota badan kita. Maka kita meletakkan wajah kita yang paling mulia di atas tanah. Itulah bukti kita tunduk, patuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan meletakkan tangan kita.

Oleh karenanya diantara kesempurnaan sujud yang wajib tersebut bahwa salah seorang diantara kita hendaklah sujud dengan anggota yang tujuh. Yaitu wajahnya, kedua tangannya, kedua lututnya, dan jari-jemari kakinya. Ini merupakan fardhu yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk umatNya.

Diantara kesempurnaan, kewajiban dan yang dianjurkan didalam sujud adalah hendaknya salah seorang yang melaksanakan ibadah shalat sujud dengan wajahnya. Menempelkan wajahnya ke bumi. Sehingga dia merasakan bagaimana beratnya kepada yang dia letakkan ke bumi tersebut karena yang tadinya berada di atas, sekarang berada di bawah. Dan ini merupakan salah satu kesempurnaan sujud. Dan juga diantara kesempurnaan sujud tersebut hendaklah salah seorang melakukan gerakan-gerakan yang mana gerakan yang dia lakukan tersebut menjadikan setiap anggota dari badannya mengambil bukti bahwa mereka sujud dan tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Hendaknya salah seorang diantara kita sujud dengan menjauhkan perutnya dari kedua pahanya, menjauhkan juga pahanya dari kedua sikunya, melebarkan sikunya kesamping kiri dan kesamping kanan dan tidak menempelkan sikunya tersebut kelantai. Sehingga setiap anggota tubuh kita tersebut bisa melakukan ubudiyyah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh karenanya apabila setan melihat anak Adam sujud kepada Allah, mak setan tersebut akan menghindar dan minggir mencari tempat di sudut-sudut tempat kemudian dia menangis dan mengatakan,

Baca Juga:  Pentingnya Mengingatkan Diri dan Orang Lain untuk Senantiasa Mengingat Allah - Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

يَا وَيْلَهُ! وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

“Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim no. 81)

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Cara Agar Sholat Khusyu’ – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.