Orang Yang Berkata Sesungguhnya Iman Adalah Amal

By  |  pukul 12:16 pm

Terakhir diperbaharui: Minggu, 10 Rabiul awwal 1440 / 18 November 2018 pukul 12:30 pm

Tautan: https://rodja.id/25a

Orang Yang Berkata Sesungguhnya Iman Adalah Amal adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 26 Shafar 1440 H / 04 November 2018 M.

Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDF di sini

Download mp3 kajian sebelumnya: Iman Kepada Allah adalah Amal Yang Paling Utama

Kajian Tentang Orang Yang Berkata Sesungguhnya Iman Adalah Amal – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Pembahasan kali ini sampai pada hadits ke-14 halaman 9 pada  kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain.

Keyakinan ahlussunnah, bahwa amal termasuk iman. Dan bahwa amal bisa mempengaruhi keimanan. Dimana iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Ini keyakinan seluruh ahlussunnah wal jama’ah. 

Murji’ah menyelisihi keyakinan ini. Dimana Murji’ah mengatakan bahwa amal tidak termasuk iman. Orang Murji’ah mengatakan bahwa amal tidak mempengaruhi iman. Menurut mereka, iman tidak bertambah dan tidak berkurang. Amal shalih tidak menambah keimanan. Maksiat pun tidak mengurangi keimanan. Inilah keyakinan Murji’ah.

Adapun ahlussunnah wal jama’ah meyakini bahwa amal termasuk iman. Namun tentunya amal memiliki derajat-derajat. Ada amal yang termasuk pokok iman. Apabila kehilangan amal tersebut menyebabkan iman itu hilang sama sekali. Seperti iman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, maka ini merupakan pokok iman. Ada lagi amal yang merupakan kesempurnaan iman. Yaitu amal-amal yang sifatnya wajib. Maka amal yang sifatnya wajib merupakan kesempurnaan iman. Apabila amal yang sifatnya wajib ini yang ditinggalkan, maka kita akan kehilangan kesempurnaan iman. Namun tidak hilang sama sekali.

Baca Juga:  Dalil Bahwa Al-Qur'an Kalamullah Dan Bukan Makhluk - Kitab Al-Ibanah

Ada juga amal yang merupakan keutamaan iman. Yaitu amal yang hukumnya sunnah. Dimana orang yang kehilangan amal jenis ini, dia tidak kehilangan kesempurnaan iman. Tapi ia kehilangan keutamaannya saja.

Inilah keyakinan ahlussunnah wal jama’ah bahwa amal termasuk iman. Dan bahwasannya iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Hadits ke-14 halaman 9 pada  kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain.

عن أبي هريرة قال: أَنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم سُئِلَ: أَيُّ العَمَالِ أَفْضَلُ؟ قال: إيمانٌ بِالله وَرَسُولِهِ، قال: ثم ماذا؟ قال: الجهاد في سبيل الله، قال: ثم ماذا؟ قال: حج مبرورٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya, “Apa amalan yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan RasulNya.” Beliau kembali ditanya, kemudian apa? Beliau menjawab, ”Jihad fii sabilillah.” Kemudian apa? Beliau menjawab, ”Haji mabrur.” (HR. Bukhari Muslim)

Baca Juga:  Menjaga Kesucian Wanita Muslimah

Masalah keutamaan amal ini terkadang melihat kepada keadaan orangnya dan tidak bisa dimutlakkan. Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitab Madarijus Salikin mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang amal yang paling utama ini menjadi empat pendapat. Yaitu:

  1. Zuhud dalam kehidupan dunia.
  2. Yang paling bermanfaat untuk manusia.
  3. Amal yang paling berat untuk jiwa.
  4. Sesuai dengan tugas dan waktunya masing-masing. Dan ini yang dirajihkan oleh Ibnu Qayyim. Misalnya jika kedatangan tamu, maka amal yang paling utama adalah melayani tamu. Jika adzan berkumandang, maka amalan yang paling utama adalah menjawab adzan. Jika sedang bekerja, maka amal yang paling utama adalah bersungguh-sungguh melakukan pekerjaan.

Iman Kepada Allah

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata bahwa maksud Iman di hadits ini adalah pembenaran. Karena memang iman secara bahasa berarti membenarkan dan menetapkan. Sedangkan iman secara istilah adalah keyakinan dengan hati, ucapan dengan lisan dan amalan dengan anggota badan. Tapi kata Ibnu Hajar bahwa yang dimaksud dalam hadits ini adalah iman secara bahasa. Bukan iman secara istilah. Karena setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya lagi dan menjawab, “Jihad fii sabilillah.” Padahal jihad termasuk iman. Tentunya ketika kita yakin membenarkan Allah dan RasulNya, pasti ada konsekuensinya.

Jihad Fii Sabilillah

Jihad secara bahasa adalah mengeluarkan seluruh kesungguhan untuk memerangi musuh. Ibnu Qayyim mengatakan bahwa Jihad ada empat martabat.

Baca Juga:  Sifat Hikmah / Bijaksana - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Pertama, jihad melawan diri sendiri dengan cara menuntut ilmu, dan inilah dasarnya jidah. Beliau sampai berkata bahwa siapa yang selalu dikalahkan oleh hawa nafsunya, ia pasti akan dikalahkan oleh musuhnya. Dan siapa yang selalu bisa memenangkan pertarungan melawan hawa nafsunya, maka Allah akan berikan kemenangan ketika ia melawan musuhnya. Makanya jangan harap kita bisa menang melawan musuh yang diluar kalau kita masih kalah oleh hawa nafsu kita.

Kedua, jihad melawan setan. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa caranya adalah dengan mempelajari langkah-langkah setan dalam menyesatkan manusia.

Ketiga, jihad melawan orang-orang fasik (pelaku dosa besar) dengan cara mendakwahi mereka agar mereka meninggalkan maksiat.

Keempat, jihad melawan orang kafir. Caranya tergantung jenis orang kafirnya. Apakah dia Kafir Dzimmi, Kafir Mu’ahad dan Kafir Musta’ man?

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Orang Yang Berkata Sesungguhnya Iman Adalah Amal – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.