Telegram Rodja Official

Al-Jam'u Baina As-Sahihain

Setiap Nabi Memiliki Mukjizat

By  | 

Setiap Nabi Memiliki Mukjizat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 10 Rabbi’ul Awwal 1440 H / 18 November 2018 M.

Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDF di sini

Download mp3 kajian sebelumnya: Orang Yang Berkata Sesungguhnya Iman Adalah Amal

Kajian Tentang Setiap Nabi Memiliki Mukjizat – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Pembahasan kali ini sampai pada hadits ke-16 halaman 10 pada  kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ البَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ القِيَامَةِ

“Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: ‘Tidak seorang nabi pun kecuali ia diberi beberapa mukjizat yang tak bisa diserupai oleh apapun sehingga manusia mengimaninya, dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah berupa wahyu yang Allah wahyukan kepadaku, maka aku berharap menjadi manusia yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.'”

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Buruj - Bagian ke-2 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Nabi adalah seorang laki-laki yang diberikan kepadanya wahyu. Dan terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama, apa perbedaan Nabi dan Rasul. Sebagian ulama mengatakan bahwa Nabi adalah tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu. Sedangkan Rasul diperintahkan untuk menyampaikan wahyu. Dan ini pendapat jumhur ulama. Dalilnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi Nabi dengan surat Iqra’ (Al-‘Alaq) dan diangkat menjadi Rasul dengan surat Surah Al-Mudatsir.

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi Nabi dengan surat Iqra’ (Al-‘Alaq) tidak ada perintah untuk menyampaikan wahyu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baru diperintahkan untuk menyampaikan wahyu setelah menjadi Rasul. Sehingga atas dasar ini, jumhur (mayoritas) ulama mengatakan bahwa perbedaannya Nabi tidak diperintahkan menyampaikan wahyu. Sedangkan Rasul diperintahkan untuk menyampaikan wahyu. Pendapat ini juga yang dipilih dan dikuatkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah.

Sementara sebagian ulama mengatakan bahwa Rasul membawa syariat baru. Sedangkan Nabi tidak membawa syariat baru akan tetapi meneruskan syariat Rasul sebelumnya. Tapi definisi ini kurang tepat. Karena Nabi Adam meneruskan risalah Rasul yang mana? Sedangkan Nabi Adam adalah seorang Nabi dan bukan Rasul. Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh alaihish shalatu was salam. Jika dikatakan bahwa Nabi tidak membawa syariat baru, maka Nabi Adam mengikuti syariat siapa? Padahal Nabi Adam diberikan oleh Allah syariat. Sehingga definisi ini kurang tepat.

Baca Juga:
Aqidah Pemersatu Kaum Muslimin

Setiap Nabi diberikan Mukjizat

Untuk apa Nabi diberikan mukjizat oleh Allah? Yaitu sebagai bukti kebenaran kenabian mereka. Bahwa mereka benar-benar diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Mukjizat setiap Nabi dan Rasul berbeda-beda. Biasanya disesuaikan dengan keadaan kaumnya.

Nabi Isa diutus dengan suatu kaum yang memiliki ilmu kedokteran yang sangat berkembang pada saat itu. Maka Allah berikan kepada Nabi Isa yang sejenis dengan itu. Nabi Musa, beliau hidup dizaman keemasan sihir. Maka Allah memberikan mukjizat untuk melemparkan tongkatnya dan tongkatnya menjadi ular. Sehingga para penyihir itu merasa heran karena para penyihir itu tidak bisa menjadikan tongkat menjadi ular. Para penyihir hanya bisa melemparkan tali lalu menyihir mata manusia seakan-akan itu menjadi ular. Maka ketika melihat kejadian itu para penyihir langsung beriman kepada Nabi Musa alaihish shalatu was salam karena meraka yakin ini bukan sihir.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diberikan mukjizat disaat orang-orang arab berada pada puncak keemasannya dalam sya’ir-sya’ir arab dan kefasihan dalam bahasa. Maka Allah turunkan Al-Qur’an yang sangat fasih.

Makna Mukjizat

Lafadz mukjizat barulah muncul dikemudian hari. Kalau yang disebutkan dalam Al-Qur’an, hadits, demikian pula salafush shalih, mereka menyebutnya dengan istilah ayat. Maksudnya yaitu mukjizat. Kenapa disebut mukjizat? Karena dari kata ‘ajaza yu’jizu yang artinya membuat orang lemah. Orang lain tidak akan mampu melakukan apa yang seperti dilakukan oleh Nabi tersebut.

Baca Juga:
Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Oleh karena itu, rata-rata kaumnya para Nabi yang tidak beriman kepada Nabi itu bukan karena mendustakan. Tapi karena mereka juhud. Kufur juhud adalah seseorang meyakini kebenaran Rasul, tapi ia mengingkari dengan lisannya.

Contohnya Fir’aun. Fir’aun sebenarnya meyakini bahwa Nabi Musa benar. Maka dari itu Allah berfirman:

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ …

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya…” (QS. An-Naml[27]: 14)

Maka ketika mereka melihat mukjizat para Nabi itu sebetulnya mereka yakin bahwa itu benar-benar seorang Nabi. Namun akhirnya kesombongan mereka itulah yang tidak mau beriman kepada para Nabi itu.

Al-Qur’an yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada satupun orang yang bisa membuat seperti Al-Qur’an. Allah menantang seluruh orang arab untuk membuat satu surat saja yang sama dengan Al-Qur’an. Sampai detik ini tidak ada yang bisa. Bahkan orang-orang kafir Quraisy yang saat itu meraka sangat fasih saja tidak bisa membuat satu surat yang semisal dengan Al-Qur’an.

Sebenarnya itu saja sudah sangat cukup membuat mereka beriman. Apalagi dizaman sekarang ini dengan tehnologi yang sangat canggih. Berbagai macam penemuan terbaru yang membuktikan kebenaran Al-Qur’an. Hanya saja masalahnya kesombongan membuat mereka tidak mau beriman kepada Al-Qur’an.

Baca Juga:
Bab Agama adalah Nasihat dan Bab Keutamaan Ilmu - Hadits 57-58 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Setiap Nabi Memiliki Mukjizat – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.