Telegram Rodja Official

Fiqih Pendidikan Anak

Pendidikan Karakter – Cara Mendidik Anak Agar Mandiri

By  | 

Pendidikan Karakter – Cara Mendidik Anak Agar Mandiri adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan tentang cara mendidik anak secara Islami (fiqih pendidikan anak). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. pada 26 Rabbi’ul Awwal 1438 H / 26 Desember 2016 M.

Program Kajian Keluarga - Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Status program Kajian Keluarga: AKTIF. Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap: Senin pagi, pukul 10:00-11:00 WIB, 2 pekan sekali, bergantian dengan Kajian Fiqih Doa dan Dzikir.

Kajian Tentang Pendidikan Karakter – Cara Mendidik Anak Agar Mandiri

Salah satu yang sering dikeluhkan oleh orang tua terhadap anaknya adalah terkadang bahkan sering kita temukan adanya anak yang sulit untuk diatur. Inginnya melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan dia sendiri. Sering pula seorang anak tidak tahu waktu dalam bermain. Dalam bermain ingin sebanyak-banyaknya namun dalam belajar ingin sesedikit-sedikitnya. Ketika nonton, ingin selama mungkin tapi ketika ngaji ingin cepat selesai. Anak sulit diatur dan sulit untuk disiplin.

Baca Juga:
Penyebab Anak Tidak Percaya Diri - Bagian ke-1 - Fiqih Pendidikan Anak (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Untuk sekedar meletakkan baju saja, dia enggan untuk melakukannya. Sekedar untuk meletakkan atau menjemur handuknya saja dia sulit untuk melakukannya. Atau meletakkan sandal ataupun sepatu pada tempatnya pun sulit.

Bahwa membuat anak menjadi disiplin bukan sesuatu yang sifatnya instan. Bukan sesuatu yang bisa difotocopi. Membuat anak menjadi disiplin membutuhkan pembiasaan, membutuhkan proses yang tidak sebentar. Dan kita tahu persisi bahwa faktor kedisiplinan sangat diperlukan oleh anak ketika nanti dia hidup bermasyarakat. Dia dituntut untuk menjadi sosok yang disiplin dan bertanggung jawab.

Seperti yang telah disampaikan, untuk membuat anak menjadi disiplin, membutuhkan proses yang terkadang tidak bisa dalam satu, dua, tiga hari, bahkan tidak cukup satu, dua, tiga minggu. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara melatih anak agar terbiasa dengan sebuah rutinitas yang bermanfaat untuknya. Dan ketika orang tua ingin mempraktikkannya, orang tua perlu mengetahui tahapan usia anak tersebut. Karena jika terlalu semangat, akhirnya membebani anak dari kadar usianya.

Melatih Anak Usia 1 Tahun

Sejak anak usia 1 tahun, sudah perlu kita biasakan anak kita untuk mandiri. Contohnya dengan hal-hal yang kecil. Misalnya seorang anak dibiasakan untuk memilih makanan yang dia sukai. Ini termasuk cara untuk membuat anak menjadi disiplin. Ketika dia mengambil sesuatu yang dia sukai kemudian tidak habis,  maka ini adalah tanggung jawab dia. Tentunya dalam hal suka dan tidak suka bukan berarti anak itu dibebaskan begitu saja. Akan tetapi ketika dia mengambil sayuran atau buah, ada jenis-jenis buah yang disukai oleh anak kita, ada jenis-jenis buah yang tidak disukai. Ada jenis sayur yang tidak disukai oleh anak kita, ada jenis sayur yang disukai. Maka ketika anak masih berumur 1 tahun, kita biarkan dia untuk mengambil yang dia sukai.

Baca Juga:
Musibah Yang Paling Dahsyat Bagi Seorang Muslim

Selain masalah makanan, kita bisa mebiasakan anak untuk memegang gelas sendiri. Ketika usia 1 tahun dan anak sudah mulai bisa memegang sesuatu, biarkan dia mengambil gelas sendiri. Tidak perlu diambil gelas itu oleh orang tuanya kecuali memang dia belum bisa. Tentunya jangan diberikan gelas kaca karena tentu masih rentan jatuh.

Contoh yang lainnya, kita bisa merangsang mereka untuk bergerak. Ini sangat penting. Karena anak-anak diusia 1 tahun sangat membutuhkan pergerakan. Motoriknya perlu dilatih dengan baik. Dan dalam hal ini, sangat baik jika orang tua melibatkan kakak-kakaknya. Misalnya kita memberikan tugas kepada kakaknya untuk mengawasinya. Ini juga salah satu cara untuk merangsang rasa tanggung jawab dalam diri kakaknya.

Melatih Anak Usia 2 Tahun

Ketika anak menginjak umur 2 tahun, kita bisa membiasakan anak untuk melakukan aktivitas yang sedikit lebih sulit untuk ukuran anak itu. Misalnya membiasakan untuk makan sendiri. Dan biasanya untuk umur 2 tahun, makanannya akan berantakan. Dan hal itu wajar, karena memang baru latihan. Akan tetapi tidak ada masalah. Kita sebagai orang tua yang nanti mengambil dan membersihkannya. Itulah yang disebut sebagai proses. Kalau kita ingin anak kita mandiri, disiplin tapi kita tidak mau merasakan keletihan, tentu tidak akan bisa. Jika kita ingin anak kita baik, kita perlu berkorban.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download mp3 Kajian Tentang Pendidikan Karakter – Cara Mendidik Anak Agar Mandiri

Baca Juga:
Dalil Bahwa Al-Qur'an Kalamullah Dan Bukan Makhluk Bagian 2 - Kitab Al-Ibanah

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama ini melalui jejaring sosial Facebook, TwitterGoogle+ dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.