Shalat Adalah Bentuk Pertolongan dan Tameng Bagi Kita

By  |  pukul 11:03 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 19 Rabiul awwal 1440 / 27 November 2018 pukul 7:08 pm

Tautan: https://rodja.id/25o

Shalat Adalah Bentuk Pertolongan dan Tameng Bagi Kita adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Ta’dhim Ash Shalah, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Pembahasan ini juga disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 4 Rabbi’ul Awwal 1440 H / 12 November 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Status Program Kajian Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Status program Kajian Ta’dhim Ash Shalah: telah selesai.

Download juga kajian sebelumnya: Kiat Mengatasi Was-Was Ketika Shalat

Kajian Tentang Shalat Adalah Bentuk Pertolongan dan Tameng Bagi Kita – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Shalat merupakan cahaya bagi seorang mukmin. Dan dia yang menerangi hati-hati mereka. Shalat juga merupakan penghubung antara seorang hamba dan Rabbnya. Apabila seorang hamba melaksanakan ibadah shalat dengan sempurna, yang mana didalamnya terkumpul sesuatu yang harus mereka lakukan dan sesuatu yang disunnahkan kemudian mereka shalat dengan hati yang penuh tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Apabila seorang hamba melakukan yang demikian, kemudian mereka merasa bahwa mereka bertemu kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mereka berdiri dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana seorang hamba yang khusyu’, beradab, menghadirkan sesuatu yang mereka lakukan, mereka senantiasa bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berdo’a kepadaNya, maka yang demikian merupakan bentuk kebaikan dan keagungan yang sangat mulia. Didalam shalat tersebut merupakan tameng dari setiap perbuatan yang fahsya’ dan juga perbuatan yang mungkar.

Maka apabila salah seorang diantara kita betul-betul melaksanakan ibadah shalat dengan sempurna, maka mereka akan mendapatkan kelezatan didalam hatinya. Yang mereka akan senantiasa melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Baca Juga:  Kisah Ghulam, Tukang Sihir, dan Rahib - Bagian ke-1 - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ ﴿٤٥﴾

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” (QS. Al-Baqarah[2]: 45)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣﴾

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2]: 153)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

…نَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ …

“…Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) fahsya’ dan mungkar…” (QS. Al-Ankabur[29]: 45)

Fahsya’ dan Mungkar

Fahsya’ adalah sesuatu yang kita jijik untuk mendekatinya atau sesuatu yang tidak diterima oleh setiap jiwa. Mungkar adalah setiap maksiat yang diingkari oleh akal dan fitrah manusia.

Shalat mencegah kita dari perbuatan fahsya’ dan munkar karena seorang hamba berdiri dihadap Allah subhanahu wa ta’ala, menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya serta kekhusyu’annya, hatinya akan menjadi terang, dadanya akan menjadi suci, keimanannya akan bertambah, maka kemudian keinginannya untuk melakukan kejahatan akan sedikit. Jika dia menjaga shalatnya seperti demikian, maka shalatnya tersebut akan menjadi tameng baginya dari perbuatan keji dan munkar.

Alangkah besarnya ibadah shalat kalau kita mendirikan ibadah tersebut sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya. Karena sesungguhnya ibadah shalat ini mencegah kita dari kesibukan dengan dunia.

Baca Juga:  Pentingnya Akhlak Mulia - Bagian ke-6 - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Shalat akan menjadikan hati kita semakin khusyu’ dan dengan perbuatan shalat tersebut, kita akan mendapatkan bagaimana lezatnya membaca kitabullah, berdiri dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala, melihat apa-apa yang disampaikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala didalam kitabNya. Baik itu janji bagi mereka yang taat, ataupun ancaman bagi mereka yang berbuat maksiat. Disana juga ada peringatan-peringatan dan adab-adab yang indah. Disana juga disampaikan bagaimana kesudahan seorang hamba, mereka akan kembali kepada Allah dan akan dihisab oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Perbuatan yang baik akan dihisab dengan pahala. Shalat juga akan menjauhkan kita dari kesibukan terhadap dunia.

Shalat dengan seluruh rukun dan syaratnya merupakan peringatan yang akan melarang kita dari perbuatan keji dan munkar. Manusia memiliki tingkatan dalam masalah larangan perbuatan tersebut. Dan ini adalah makna atau arti bahwa sesungguhnya shalat melarang kita dari perbuatan keji dan mungkar. Ini adalah diantara hikmah kenapa Allah menjadikan shalat dibagi dalam waktu-waktu siang dan malam hari. Yaitu agar Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada kita peringatan dan agar peringatan tersebut berulang dan berulang lagi. Karena dengan berulangnya peringatan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, kita akan senantiasa bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jiwa kita akan senantiasa merasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jiwa kita akan jauh dari perbuatan maksiat. Sehingga takwa tersebut menjadi sempurna.

Baca Juga:  Do'a-Do'a Sebelum Tidur - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Dan dibelakang itu semua, ada kekhususan yang sangat besar, dimana Allah menjadikan shalat ini adalah sebuah kemudahan agar kita jauh dari perbuatan keji dan munkar. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : إِنَّ فُلَانًا يُصَلِّي بِاللَّيْلِ ، فَإِذَا أَصْبَحَ سَرَقَ قَالَ : إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا تَقُولُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, bahwa ada salah seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil mengadukan saudaranya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya fulan melaksanakan shalat malam, tapi apabila di siang hari dia mencuri.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya shalatnya tersebut akan menahan dirinya untuk melakukan seperti yang engkau katakan.” (HR Ahmad no. 9778)

Simak pada menit ke – 13:10

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Shalat Adalah Bentuk Pertolongan dan Tameng Bagi Kita – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.