Shalat adalah Pintu Terbesar Diampuni Dosa-Dosa

By  |  pukul 11:17 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 19 Rabiul awwal 1440 / 27 November 2018 pukul 7:08 pm

Tautan: https://rodja.id/25p

Shalat adalah Pintu Terbesar Diampuni Dosa-Dosa adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Ta’dhim Ash Shalah, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Pembahasan ini juga disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada  10 Rabbi’ul Awwal 1440 H / 18 November 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Status Program Kajian Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Status program Kajian Ta’dhim Ash Shalah: telah selesai.

Download juga kajian sebelumnya: Shalat Adalah Bentuk Pertolongan dan Tameng Bagi Kita

Kajian Tentang Shalat adalah Pintu Terbesar Diampuni Dosa-Dosa – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Ketahuilah sesungguhnya diantara buah dan pengaruh terbesar yang akan didapatkan oleh orang yang menjaga shalatnya, yaitu dosanya akan diampuni, kesalahan-kesalahannya akan dimaafkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلاَةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at yang berikutnya, itu dapat menghapuskan dosa di antara keduanya selama tidak dilakukan dosa besar.” (HR. Muslim)

Juga dalam dua kitab shahih Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah bahwasannya beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

 أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ ، قَالُوا : لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا ، قَالَ : فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا

Baca Juga:  Jual Beli Buah dalam Islam

Bagaimana pendapatmu jika di depan pintu salah seorang dari kalian ada sungai, dia mandi di sungai itu setiap hari lima kali, apakah ada sisa kotoran padanya?” Mereka menjawab, “Tidak ada kotoran yang tersisa sedikitpun.” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah menghapus dosa-dosa dengan shalat tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, jika kita sudah mengetahui bahwasannya shalat akan mengampuni dosa-dosa seseorang maka disyariatkan bagi seorang muslim untuk memperbanyak meminta ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam segala gerak-gerik shalatnya. Baik ketika dia berdiri, ruku’, sujud, duduk, dianjurkan untuk banyak beristighfar kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena dalam berdirinya seseorang, ketika ruku’, sujud, duduk, semua ada do’a-do’a yang mengandung istighar.

Kita ketahui bahwa didalam do’a iftitah ada istighfar, ketika ruku’ dan sujud kita juga dianjurkan untuk istighfar meminta ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam i’tidal, kita juga dianjurkan untuk beristighfar, ketika sujud, ketika duduk diantara dua sujud, bahkan sebelum salam dan setelah salam, semuanya kita dianjurkan untuk banyak-banyak beristighfar meminta ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Diantara do’a iftitah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu hadits yang diriwayatkan dari Imam Muslim dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri untuk shalat, beliau mulai dengan membaca:

Baca Juga:  Tidak Akan Tegak Istiqamah Kecuali karena Allah dan dengan Petolongan Allah - Kitab 10 Kaidah Istiqamah (Ustadz Arman Amri, Lc.)

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu” (HR. Muslim)

Baca Juga:  Mengikuti Syubhat dan Syahwat Menjadi Penghalang Istiqamah - Kitab 10 Kaidah Istiqamah (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Dan diantara do’a yang diajurkan untuk dibaca ketika ruku’ dan sujud adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya beliau pernah berkata bahwa dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa membaca dalam ruku’ dan sujud:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Mahasuci Engkau, Ya Allah, Rabb kami, dengan memuji-Mu, Ya Allah, ampunilah aku” (HR. Bukhari dan Muslim)

Simak pada menit ke – 10:04

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Shalat adalah Pintu Terbesar Diampuni Dosa-Dosa – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.