Telegram Rodja Official

Makna Hijrah Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

By  |  pukul 11:00 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 04 Jumadil awal 1440 / 10 Januari 2019 pukul 7:42 am

Tautan: https://rodja.id/267

Makna Hijrah Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abdullah TaslimM.A. dalam pembahasan Kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 30 Shafar 1440 H / 08 November 2018 M.

Status Program Kajian Kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah

Status program kajian kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Kamis pagi, pukul 07:00 - 08:00 WIB.

Download juga kajian sebelumnya: Hijrah Hati adalah Hijrah Yang Paling Penting

Kajian Islam Ilmiah Tentang Makna Hijrah Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – Kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah

Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala berkata bahwa pegertian hijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sesungguhnya adalah perjalanan fikiran manusia dalam semua peristiwa hati yang dialaminya, semua amalan hati yang ingin diperbaiki dan semua peristiwa-peristiwa hukum dalam Islam. Maka fikirannya dijadikan selalu berjalan menuju kepada sumber petunjuk dan mata air cahaya yang diambil dari lisan Nabi yang mulia ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya) yang beliau tidak berbicara dari hawa nafsunya dan yang beliau ucapkan adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.

Baca Juga:  Kisah Para Sahabat Yang Mencintai Mati Syahid Bagian 2 - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٣﴾ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ ﴿٤﴾

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm[53]: 3-4)

Maksudnya adalah bahwa pemikiran kita selalu diarahkan kepada petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpegang teguh kepadanya dalam semua masalah yang kita lalui. Baik itu masalah iman, masalah aqidah (tentu ini yang paling penting), masalah perbaikan hati, pensucian jiwa, masalah pemutusan hukum dalam pengamalan agama, masalah tata-cara mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jadi pemikiran kita selalu diarahkan untuk bersafar kesumber kebenaran yang hanya ada pada petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اكْتُبْ, فَوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ مَا يَخْرُجُ مِنْهُ إِلاَّ حَقٌّ

Tulislah, Demi Dzat Yang jiwaku berada di tanganNya, tidaklah keluar darinya (mulut Nabi) kecuali al-Haq (sesuatu yang jujur dan benar).”(Hadits Shahih, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 1196)

Prinsip Hijrah Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Hijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dibuktikan dengan memurnikan ittiba’. Menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai acuan, sebagai tempat kembali, sebagai pemutus dalam semua masalah yang kita hadapi. Kita tidak boleh hanya bersandar kepada pemikiran atau perasaan kita. Tapi berdasarkan dalil yang ada, itulah yang kita lakukan dan itulah yang kita yakini sebagai yang terbaik untuk menguatkan iman kita.

Baca Juga:  Faidah dan Buah Manis dari Iman - Bagian ke-10 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Maka semua masalah yang kita lalui dalam urusan agama, jika ada dalilnya dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka itulah petunjuk, itulah kebaikan, itulah sebab yang menambah iman. Jika tidak ada dalilnya, maka itu adalah kejahilah, kebodohan, sebanyak apapun orang yang melakukannya, siapapun yang melakukan dan mengatakannya, setinggi apapun kedudukan orang yang mengucapkannya. Inilah prinsip orang yang ingin memurnikan hijrahnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika ucapan seseorang didukung dengan bukti atau dalil, maka inilah yang kita ikuti dan kita terima pendapatnya. Kalau tidak demikian, siapapun yang berpendapat tanpa ada dukungan dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang tersebut termasuk dari orang-orang yang meragukan, orang-orang yang tertuduh, orang-orang yang tidak bisa dijadikan sebagai pegangan. Inilah batasan hijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Belajar tentang hijrah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, memurnikan tauhidul ibadah dan tauhid mutaba’ah, menyembah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata-mata dan tidak menyekutukanNya dan kemudian ittiba’ kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak mencari petunjuk selain petunjuk beliau.

Baca Juga:  Faidah dan Buah Manis dari Iman - Bagian ke-5 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Simak penjelasannya pada menit ke – 12:20

Simak Kajian Lengkapnya, Download dan Sebarkan mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Makna Hijrah Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – Kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.