Hubungan Shalat dengan Kemenangan

By  |  pukul 4:42 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 28 Rabiul awwal 1440 / 06 Desember 2018 pukul 8:31 am

Tautan: https://rodja.id/26f

Hubungan Shalat dengan Kemenangan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Ta’dhim Ash Shalah, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Pembahasan ini juga disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 12 Rabbi’ul Awwal 1440 H / 20 November 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Status Program Kajian Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Status program Kajian Ta’dhim Ash Shalah: telah selesai.

Download juga kajian sebelumnya: Shalat adalah Pintu Terbesar Diampuni Dosa-Dosa

Kajian Tentang Hubungan Shalat dengan Kemenangan – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Ketahuilah bahwasannya sesungguhnya shalat sering digandengkan dengan al-falah (kemenangan). Karena kemenangan dan keberuntungan adalah buah dan pengaruh dari ibadah shalat. Oleh karena itu panggilan shalat selalu digandengkan dengan kemenangan. Bahkan sering diulang-ulangi dalam adzan. Dan jumlah perkataan muadzin حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ dan حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ dalam sehari semalam, sama dengan jumlah rakaat shalat wajib. Tujuh belas kali sehari dan semalam. Dua kalimat ini terulang-ulang di telinga kaum muslimin. Karena shalat adalah ibadah dan al-falah adalah pahala dari ibadah tersebut.

Para ulama rahimahumullah, diantaranya Imam Nawawi dan selainnya mengatakan bahwa kalimat al-falah adalah kalimat yang mencakup kebaikan di dunia dan akhirat. Tidak ada kalimat yang lebih mencakup kebaikan di dunia dan akhirat melebihi kalimat al-falah.

Seruan yang berulang-ulang diteling kaum muslimin حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ (mari menuju shalat) dan حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ (mari menuju kemenangan), dalam seruan ini ada peringatan bagi orang yang tidak menjawab panggilan shalat berarti dia bukan beruntung dan bukan termasuk orang-orang yang menang. Karena shalat adalah ciri utama orang yang beriman dan beruntung. Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan sifat-sifat orang yang beruntung, sifat-sifat orang yang menang dalam surat Al-Mu’minun, Allah subhanahu wa ta’ala memulai dengan perkara shalat dan mengakhirinya juga dengan perkara shalat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴿٢﴾ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ ﴿٤﴾ وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ﴿٥﴾ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٦﴾ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ ﴿٧﴾ وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ ﴿٨﴾ وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ ﴿٩﴾ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ ﴿١٠﴾ الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿١١﴾

Baca Juga:  Mengenal Kitab Shahih Bukhari - Bagian ke-6 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minun[23]: 1-11)

Ketika Allah menyebutkan sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan orang yang beruntung dan menang dalam surat Al-Baqarah, Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan diantara ciri-ciri mereka yaitu mereka selalu mendirikan shalat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

… هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُولَـٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾

“…petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.“(QS. Al-Baqarah[2]: 3)

Ini adalah konteks yang sangat agung. Dimana Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan sifat-sifat orang yang menang dan diantara sifat-sifat mereka ada dua hal yang menjadi ciri mereka:

Baca Juga:  Ahlussunnah wal Jamaah Menyikapi dengan Benar Tentang Sikap Ulama yang Keras - Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Pertama, lurusnya aqidah mereka, aqidah orang-orang yang beriman, aqidah orang-orang yang beruntung dan orang-orang yang menang adalah aqidah yang benar, aqidah yang lurus. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ (mereka beriman terhadap hal yang ghaib). Yaitu semua yang tidak mereka lihat. Dan Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan mereka dalam Al-Qur’an dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyampaikannya. Mereka beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat, beriman kepada kitab-kitab, beriman kepada yaumil akhir, juga beriman kepada pokok-pokok keimanan yang lain.

Kedua adalah orang-orang yang lurus dalam amalan mereka. Dan diantara amal terbesar yang mereka lakukan yaitu mereka senantiasa mendirikan shalat wajib pada waktu-waktu yang telah Allah subhanahu wa ta’ala tentukan waktu-waktu tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا ﴿١٠٣﴾

“…Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa'[4]: 103)

Dan senada dengan ayat-ayat diawal-awal surat Al-Baqarah, juga ayat-ayat yang terdapat dalam awal-awal surat Luqman. Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan sifat dan ciri-ciri serta karakteristik orang yang beruntung. Yaitu orang-orang yang lurus dalam aqidah mereka dan benar dalam amalan mereka. Allah ta’ala berfirman dalam awal surat Luqman:

هُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ ﴿٣﴾ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُم بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُولَـٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾

Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Luqman[31]: 2-5)

Dan diakhir surat Al-Hajj, Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan sifat-sifat orang yang beruntung. Diantara sifat-sifat mereka yaitu mereka senantiasa ruku’, senantiasa sujud, senantiasa tunduk dan menghinakan diri dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan orang-orang yang beriman dengan sifat-sifat tersebut agar mereka beruntung. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩ ﴿٧٧﴾

Baca Juga:  Perintah Mengajak Keluarga Untuk Shalat

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj[22]: 77)

Oleh karena itu tidak ada kemenangan tanpa shalat. Karena shalat adalah alamat kemenangan pintu kebaikan dan salat yang akan membantu seseorang untuk mendapatkan kemenangan tersebut. Allah ta’ala berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ …

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu…” (QS. Al-Baqarah[2]: 45)

Oleh karena itu sepantasnyalah bagi seorang yang beriman untuk senantiasa memuji Allah subhanahu wa ta’ala atas nikmat dimudahkannya dia untuk melaksanakan shalat. Dan juga dianjurkan bagi setiap Mukmin untuk selalu berdo’a di akhir shalat dia sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Do’a agar kita meminta pertolongan kepada Allah untuk segala kebaikan. Dalam Hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita do’a:

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada Allah syukuri nikmat-Mu dan memperbaiki ibadahku.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Dan tentu shalat adalah termasuk ibadah yang paling pertama masuk dalam do’a ini dan taufik hanya dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Kita senantiasa memohon taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala dan agar Allah subhanahu wa ta’ala selalu memudahkan kita melakukan segala kebaikan.

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Hubungan Shalat dengan Kemenangan – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.