Orang-Orang Yang Memakmurkan Masjid

By  |  pukul 4:52 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 28 Rabiul awwal 1440 / 06 Desember 2018 pukul 8:32 am

Tautan: https://rodja.id/26g

Orang-Orang Yang Memakmurkan Masjid adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Ta’dhim Ash Shalah, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Pembahasan ini juga disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 17 Rabbi’ul Awwal 1440 H / 25 November 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Status Program Kajian Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Status program Kajian Ta’dhim Ash Shalah: telah selesai.

Download juga kajian sebelumnya: Hubungan Shalat dengan Kemenangan

Kajian Tentang Orang-Orang Yang Memakmurkan Masjid – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Cukuplah masjid sebagai kemuliaan dan keutamaan karena ia disebut sebagai rumah-rumah Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala menyandarkan masjid-masjid itu kepada diriNya sebagai penghormatan dan pemuliaan terhadap masjid-masjid atau rumah-rumah Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّـهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّـهِ أَحَدًا ﴿١٨﴾

Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. Al-Jin[72]: 18)

Juga Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّـهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ﴿٣٦﴾ رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّـهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ…
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat…” (QS. An-Nur[24]: 36-37)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala..أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ.. yaitu diizinkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk ditinggikan dan disebut nama Allah subhanahu wa ta’ala, ini adalah rangkuman dari segala hal yang berkaitan dengan masjid dari hukum-hukum dan adab-adab. Karena yang dimaksud dengan mengangkat rumah Allah subhanahu wa ta’ala yaitu membangunnya dan mensucikannya. Juga senantiasa menjaganya dari segala gangguan-gangguan. Dan yang dimaksud Dzikrullah (mengingat Allah) mencakup shalat, membaca Al-Qur’an, majelis ilmu dan selainnya.

Baca Juga:  Urgensi Pendidikan Islam bagi Anak - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala …يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ﴿٣٦﴾ رِجَالٌ…Di dalamnya para laki-laki menyebut dan mesucikan nama Allah subhanahu wa ta’ala dipagi hari dan disore hari. Yaitu hati-hati mereka bergantung dengan masjid-masjid. Mereka mengetahui hak dan kedudukan rumah-rumah Allah subhanahu wa ta’ala. Maka merekapun senantiasa menjaga hak-hak rumah-rumah tersebut.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّـهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّـهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَـٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ ﴿١٨﴾

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah[9]: 18)

Didalam ayat ini ada penjelasan bagaimana cara memakmurkan masjid yang sebenarnya. Yaitu dengan cara merealisasikan dua perkara dan melakukan dua hal yang sangat penting. Yaitu mensucikan dan meluruskan aqidah dan membenarkan amalan.

Adapun dalil dari benarnya aqidah adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala ..مَنْ آمَنَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ.., sesungguhnya orang yang memakmurkan masjid yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Adapun pemilik aqidah yang salah, madzhab yang tidak benar, pemikiran-pemikiran yang melenceng, mereka bukanlah orang-orang yang memakmurkan rumah-rumah Allah subhanahu wa ta’ala. Walaupun mereka hadir, mereka berdiri ditengah shaf-shaf dan shalat bersama orang-orang yang shalat. Karena pondasi yang dibangun diatasnya memakmurkan masjid yaitu dengan membenarkan aqidah dan meluruskan iman.

Baca Juga:  Istilah-Istilah Dalam Agama - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘barangsiapa yang beriman kepada Allah‘ sebagai Rabb, sebagai pencipta, sebagai pemberi rezeki, pemberi nikmat. Juga beriman kepada nama-nama Allah yang baik, sifat-sifatnya yang tinggi, serta dia beriman kepada kesempurnaan,keagungan Allah subhanahu wa ta’ala. Dan dia beriman bahwasannya hanya Allah yang berhak disembah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. KepadaNya ia tunduk, kepadaNya ia kembali dan kepada Allah dia ruku’, dia sujud, dia berdo’a, dia bertawasul dan dia memohon semua hajat dan kebutuhannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak ada tempat dia berdo’a dan kembali kecuali kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tidak berdo’a kecuali kepada Allah, tidak meminta kecuali kepada Allah, tidak beristighostah kecuali kepada Allah, tidak menyembelih kecuali untuk Allah, tidak meminta pertolongan dan bantuan kecuali dari Allahsubhanahu wa ta’ala. Aqidahnya benar, imannya lurus, dan ketika ada kesalahan dalam perkara yang pokok ini, maka amalnya akan sia-sia, akan terhapus walaupun amalannya banyak. Karena sesungguhnya memakmurkan masjid pondasinya adalah dibangun diatas aqidah yang benar dan iman yang lurus.

Diantara perkara yang menyakitkan bahkan diantara dosa yang sangat besar, bahkan dosa yang terbesar dan yang paling berbahaya yaitu ketika ada orang yang berdo’a kepada selain Allah di masjid-masjid Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan sebagian diantara mereka (semoga Allah melindungi kita semua) berkata dalam sujudnya dan dia berada di rumah Allah subhanahu wa ta’ala, “Ya Fulan, berikan aku bantuan.” Bahkan diantara mereka ada yang mengangkat tangannya (berdo’a) dan berbicara meminta langsung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau salah satu dari para wali. Hal ini tentu bertentangan dengan hakikat keimanan seharusnya. Dimanakah kebenaran aqidah yang dibangun diatasnya agama Allah subhanahu wa ta’ala? Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Baca Juga:  Hak-Hak Kerabat - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٦٥﴾ بَلِ اللَّـهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ ﴿٦٦﴾

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu melakukan kesyirikan, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”.” (QS. Az-Zumar[39]: 65-66)

Simak pada menit ke – 11:50

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Orang-Orang Yang Memakmurkan Masjid – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.