Telegram Rodja Official

Bawa'itsul Khalash Minadz Dzunub

Mengagungkan & Mencintai Allah Serta Mengingat Nikmat-NikmatNya

By  | 

Mengagungkan & Mencintai Allah Serta Mengingat Nikmat-NikmatNya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Bawa’itsul Khalash Minadz Dzunub (Faktor-Faktor Yang Dapat Membantu Seseorang Menjauhi Dosa). Pembahasan ini diambil dari satu pasal dari Kitab Ibnu Qayyim rahimahullah yang berjudul عدة الصابرين. Pembahasan ini disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 24 Rabbi’ul Awwal 1440 H / 02 Desember 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Status Program Kajian Kitab Bawa'itsul Khalash Minadz Dzunub

Status program Kajian Kitab Bawa'itsul Khalash Minadz Dzunub: SELESAI. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap ahad & senin pukul 17.00 - 18.00 WIB.

Kajian Tentang Mengagungkan & Mencintai Allah Serta Mengingat Nikmat-NikmatNya

Ketika kita mengetahui bahwasanya dosa-dosa dan maksiat adalah sumber kegalauan, sumber kehancuran bagi seorang hamba, maka wajib bagi setiap muslim yang memperhatikan dirinya untuk berusaha meminta tolong kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mencari perkara-perkara yang dapat membuat dia selamat dan jauh dari perbuatan dosa-dosa tersebut. Karena ini adalah bab yang sangat penting bagi seorang muslim untuk selalu mempelajari perkara-perkara yang dapat membuat dia menjauhi perbuatan dosa-dosa. Agar dia selamat dari hukuman Allah subhanahu wa ta’ala dan agar ia berhasil mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu kita dapati para ulama telah menjelaskan faktor-faktor yang dapat membantu seseorang terlepas dari dosa-dosa.

Diantara para ulama tersebut adalah Al-Imam Al-Allamah Al-Murabbi Ibnu Qayyim rahimahullah. Beliau menulis satu pasal dalam kitab beliau عدة الصابرين. Dalam kitab tersebut beliau menyebutkan ada dua puluh faktor yang dapat menguatkan agama dan iman seseorang dan juga dapat menyelamatkan dia dari perbuatan dosa-dosa dan maksiat. Beliau mengumpulkan dua puluh hal tersebut dengan sangat baik dan menjelaskannya dengan penjelasan yang sangat bermanfaat. Maka Syaikh ‘Abdurrazzaq hafidzahullah akan menyebutkan faktor-faktor tersebut dan memberikan sedikit penjelasan agar hal tersebut semakin jelas dan semakin nampak makna-maknanya dan juga agar supaya hal ini lebih bermanfaat bagi kita semua dan menjadi pembantu kita agar kita bisa bertaubat dan selamat dari perbuatan dosa.

Baca Juga:
Larangan Mengharapkan Bantuan dan Pemberian Manusia

Kemudian kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, semoga Allah merahmati Imam Ibnu Qayyim dan mengangkat derajatnya di surga yang penuh kenikmatan dan mengampuni dosa kita dan dosa seluruh kaum muslimin.

Berkata Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pasal menguatkan faktor agama yaitu dengan cara beberapa perkara, diantaranya:

1. Mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala dengan tidak bermaksiat kepadaNya dan dia mengetahui Bahwasanya Allah melihat dan mendengar. Barangsiapa yang di hatinya ada pengagungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka dia tidak akan membiarkan dirinya untuk berbuat dosa sama sekali.

Ini adalah faktor pertama yang dapat membuat seseorang menjauhi perbuatan dosa dan maksiat. Yaitu mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala dan memuliakanNya. Karena apabila seorang mengagungkan Allah subhanahu wa taala dalam hatinya, maka tentu dia akan menjauhi segala perbuatan maksiat. Allah ta’ala berfirman:

وَمَا قَدَرُوا اللَّـهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٦٧﴾

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az-Zumar[39]: 67)

Juga Allah ta’ala berfirman:

مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّـهِ وَقَارًا ﴿١٣﴾ وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا ﴿١٤﴾

Baca Juga:
Khutbah Jumat: Keutamaan dan Manfaat Istighfar

Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.” (QS. Nuh[71]: 13-14)

Berkata Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dalam tafsir ayat ini adalah kenapa kalian tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya pengagungan?

Juga berkata Al-Qurthubi rahimahullah dalam tafsir bahwa أَطْوَارًا yaitu fase demi fase sampai sempurna penciptaan. Maka barangsiapa yang mampu untuk menciptakan manusia, tentu Dialah yang berhak untuk diagungkan. Dan diantara contoh dari yang terjadi dikalangan para sahabat, bagaimana mereka mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala yaitu kisah yang terjadi pada sahabat Zubair bin Muth’im radhiallahu ‘anhu, ketika beliau mendengarkan ayat yang menjelaskan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala dan tiba-tiba hatinya bergetar. Dia mengetahui bahwasanya hanya Allah yang menciptakan, hanya Allah yang memberi rezeki, hanya Allah yang mengatur seluruh alam ini. Hal tersebut membawa dia beriman dan masuk ke dalam agama Islam. Yaitu ketika beliau mendengarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ ﴿٣٥﴾ أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ بَل لَّا يُوقِنُونَ ﴿٣٦﴾ أَمْ عِندَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ ﴿٣٧﴾

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?” (QS. At-Tur[52]: 35-37)

Ketika mendengar ayat-ayat ini dia mengatakan, “hampir saja hatiku terbang.” Dalam lafadz yang lain dia mengatakan, “Dan ketika mendengar ayat itu pertama kali Iman masuk ke dalam hatiku.”

Maka seorang hamba yang mempunyai hasrat untuk berbuat dosa, kemudian dia mengingat keagungan, kemuliaan, kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, bahwasanya Allah melihat segala apa yang dia kerjakan, segala apa yang diucapkan, maka apabila seorang hamba merasakan hal tersebut dan mengetahui hal tersebut tentu dia akan meninggalkan dosa yang akan dia kerjakan.

Baca Juga:
Jika Suami Tidak Mencintai Istrinya

Berkata Bisyr bin Harits, “Seandainya manusia memikirkan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala sungguh mereka tidak akan bermaksiat kepadaNya.”

2. Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala

Faktor kedua yang dapat menyelamatkan seseorang dari terjatuh kepada kemaksiatan yaitu mencintai Allah subhanahu wa ta’ala sehingga dia meninggalkan maksiat karena ia cinta kepadaNya. Karena sesungguhnya orang yang cinta akan taat kepada orang yang dia cintai dan sebaik-baik meninggalkan sesuatu yaitu meninggalkan karena karena cinta. Dan sebaik-baik ketaatan adalah taatnyaa orang yang mencinta. Karena sungguh jauh perbedaan antara seseorang meninggalkan sesuatu karena cinta dengan yang meninggalkan sesuatu hanya karena takut. Ini adalah perkataan Ibnu Qayyim rahimahullah.

Perkara yang kedua yang dapat menyebabkan seseorang menjauhi perbuatan dosa dan maksiat yaitu mencintai Allah subhanahu wa ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

…وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّـهِ ۗ …

“…Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…” (QS. Al-Baqarah[2]: 165)

Jadi apabila seorang hamba memenuhi hatinya dengan cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala, hal tersebut akan menjauhkan dia dari terjatuh kepada hal-hal yang Allah murkai. Sungguh karena maksiat dan dosa-dosa akan menjauhkan seseorang dari cinta Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya. Semakin banyak ia berdosa maka semakin jauh cinta Allah kepada orang tersebut. Dan cinta yang benar adalah cinta yang berkonsekuensi mentaati perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi apa yang Ia benci. Allah ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّـهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّـهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ …

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. ..” (QS. Ali-Imran[3]: 31)

Juga dikatakan dalam sebuah syair:

Engkau bermaksiat kepada Allah padahal engkau mengaku cinta kepadaNya..
Ini adalah salah satu perkara yang mustahil..
Seandainya cintamu benar, maka pasti engkau akan taat kepadanya..
Karena orang yang cinta, taat kepada orang yang dia cintai..

3. Mengingat Nikmat dan Kebaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Berkata Ibnu Qayyim rahimahullah, perkara yang ketiga yang dapat menyebabkan seseorang menjauhi perbuatan dosa dan maksiat yaitu mengingat nikmat dan kebaikan Allah subhanahu wa ta’ala. Karena seseorang yang baik, seorang yang mulia tidak akan membalas dengan keburukan orang yang telah berbuat baik kepadanya. Dan yang melakukan hal ini hanyalah orang-orang yang hina.  Sehingga ketika dia menyaksikan bahwasanya Allah memberikan nikmat yang banyak kepadanya, hendaklah ia meninggalkan maksiat karena malu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jangan sampai kebaikan nikmat Allah selalu turun kepadanya, adapun pelanggaran dosa dan maksiat selalu dilaporkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena malaikat turun membawa nikmat dan malaikat juga akan melaporkan perbuatan dosa seorang hamba. Maka sungguh jelek apabila nikmat turun kepada kita dan dosa-dosa kita justru dilaporkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Ini adalah perkara ketiga dari faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjauhi dosa-dosa dan maksiat. Yaitu senantiasa mengingat nikmat-nikmat dan kebaikan Allah azza wa jalla. Karena seorang hamba yang senantiasa mengingat nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat banyak kepadanya, dia akan bersyukur kepadaNya.

Baca Juga:
Tujuan Pendidikan Seksual Untuk Anak

Allah ta’ala berfirman tentang nikmat Allah:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ

“…Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, kalian tidak akan dapat menghitungnya.” (QS. Ibrahim[14]: 34)

Maka jangan sampai seorang justru bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, membalas kebaikan Allah subhanahu wa ta’ala dengan keburukan. Karena Allahlah yang memberikan nikmat, jangan sampai kita membalasnya dengan perbuatan dosa dan maksiat.

Imam Abdul Ghani Al-Maqdisi rahimahullah menyebutkan dalam kitab At-Tawwabin sebuah kisah dari Ibrahim bin Adham, bahwasanya datang kepadanya seorang laki-laki dan berkata kepadanya, “Ya Abu Ishak, sesungguhnya aku banyak berbuat dosa. Maka berikan kepadaku satu nasihat yang dapat mengakibatkan aku jauh dari perbuatan dosa tersebut.” Maka beliau berkata, “Jika engkau menerima lima perkara dan engkau mampu untuk melakukan lima perkara tersebut, maka tidak akan berpengaruh buruk maksiat yang engkau lakukan.”

Pemuda itu mengatakan, “berikan lima perkara tersebut” Maka Ibrahim bin Adham mengatakan, “perkara yang pertama yaitu jika engkau ingin melakukan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka janganlah kau memakan rezeki dari Allah.” Maka laki-laki tersebut mengatakan, “Dari mana aku akan makan? Karena semua yang ada di atas muka bumi ini adalah rezeki dari Allah subhanahu wa ta’ala.” Maka beliau mengatakan, “wahai fulan, apakah baik engkau memakan rezeki Allah dan engkau bermaksiat kepadaNya? Apakah pantas engkau memakan nikmat Allah dan engkau bermaksiat kepadaNya?”

Baca Juga:
Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya

Kemudian pemuda itu mengatakan, “Berikan aku perkara yang kedua” Maka Ibrahim mengatakan, “Jika engkau ingin melakukan maksiat kepadaNya, maka jangan tinggal di negeri Allah subhanahu wa ta’ala.” Maka beliau mengatakan, “Ini lebih berat daripada yang pertama karena jika seluruh timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya milik Allah subhanahu wa ta’ala, maka di mana aku akan akan tinggal?” Maka Ibrahim bin Adham mengatakan, “Apakah pantas engkau memakan rezeki dari Allah, tinggal di negeriNya dan engkau bermaksiat kepadaNya?”

Maka dia pun mengatakan “Berikan aku perkara yang ke tiga” Ibrahim bin Adham mengatakan, “Jika engkau ingin bermaksiat kepada Allah dan engkau berada dibawah rezeki, tinggal di negeri Allah subhanahu wa ta’ala, maka carilah tempat yang engkau tidak dilihat oleh Allah subhanahu wa ta’ala di tempat tersebut dan bermaksiatlah di situ.” Maka dia mengatakan, “Di mana aku akan mencari tempat padahal Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui semua apa yang tersembunyi.” Maka Ibrahim mengatakan, “Apakah pantas engkau memakan rezeki Allah, tinggal di tanah Allah subhanahu wa ta’ala kemudian engkau bermaksiat dan dia melihat engkau melakukan maksiat tersebut?”

Maka ia pun mengatakan, “Berikan aku perkara yang keempat” Ibrahim bin Adham mengatakan, “Jika datang kepadamu malaikat maut untuk mencabut ruhmu, katakan kepadanya, ‘tunda sebentar sampai aku bertaubat dengan taubat yang benar dan aku beramal, beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala‘” Maka ia pun mengatakan, “Dia tidak akan menerima permintaanku” Maka Ibrahim mengatakan, “Wahai fulan, engkau tidak mampu menolak malaikat maut untuk mencabut ruhmu agar engkau bertaubat dan engkau pun juga tidak mampu untuk menunda perkara kematian, bagaimana engkau akan bermaksiat kepadaNya?”

Baca Juga:
Jual Beli Buah dalam Islam

Maka beliau pun mengatakan, “Berikan perkara yang kelima.” Kemudian Ibrahim mengatakan, “Jika datang kepadamu malaikat-malaikat pada hari kiamat yang akan membawa kepada neraka, maka jangan ikut bersama mereka” Ia mengatakan, “Mereka tidak akan membiarkanku dan tidak akan menerima permintaanku.”

Maka Ibrahim bin Adham mengatakan, “Maka bagaimana engkau bisa selamat jika engkau tetap berbuat dosa?” Maka ia pun mengatakan, “Wahai Ibrahim, cukup. Dan aku beristighfar kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bertaubat kepadaNya.”

Simak pada menit ke – 27:20

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Faktor-Faktor Yang Dapat Membantu Seseorang Menjauhi Dosa

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.