Telegram Rodja Official

Fiqih Pendidikan Anak

Mengajarkan Seni dan Keindahan Kepada Anak

By  |  pukul 9:48 am

Terakhir diperbaharui: Minggu, 30 Desember 2018 pukul 7:14 pm

Tautan: https://rodja.id/27d

Mengajarkan Seni dan Keindahan Kepada Anak adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan tentang cara mendidik anak secara Islami (fiqih pendidikan anak). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. pada 14 Dzul Qa’idah 1438 H / 07 Agustus 2017 M.

Download mp3 kajian sebelumnya: Mengajarkan Adab Sakit Kepada Anak

Kajian Tentang Mengajarkan Seni dan Keindahan Kepada Anak

Ketika kita berbicara tentang seni, seni itu identik dengan keindahan, keterampilan dan keahlian. Sehingga ketika kita berbicara tentang seni, maka seni itu bermacam-macam. Ada seni menggambar, ada seni tarik suara, ada seni ini dan itu. Jadi, seni menggambarkan sesuatu yang indah, yang terampil, yang ahli dan seterusnya. Didalam agama kita, seni itu ternyata mendapatkan perhatian khusus. Seni didalam agama Islam memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Diantara hal yang membuktikan hal tersebut adalah apa yang disabdakan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan” (HR. Muslim)

Terkadang ada sebagian orang bingung mendengarkan hadits ini. Ketika kita berbicara tentang pemandangan indah, itu bisa dilihat. Ketika kita berbicara tentang suara indah, bisa didengar. Ketika kita melihat atau merasakan sebuah barang yang indah, kita bisa meraba. Nah, sekarang bagaimana kita bisa memahami keindahan Allah sedangkan Allah adalah dzat yang ghaib? Allah subhanahu wa ta’ala tidak bisa kita lihat saat ini, apalagi kita raba, apa lagi dan seterusnya. Terus bagaimana kita bisa merasakan keindahan Allah?

Baca Juga:
Mengusap Kepala Anak Kecil hingga Sayangilah Makhluk yang Ada di Bumi - Bab 172-174 - Hadits 368-372 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Para ulama kita menjelaskan bahwa keindahan Allah subhanahu wa ta’ala bisa kita rasakan dari keindahan nama-nama dan sifat-sifatNya. Selain itu, keindahan Allah juga bisa kita rasakan dari keindahan makhluk-makhluk ciptaanNya. Jadi, jangan berhenti takjub melihat keindahan gunung, jangan berhenti takjub melihat keindahan laut, jangan berhenti takjub melihat keindahan bunga-bunga, ketahuilah bahwa seluruh keindahan makhluk-makhluk itu semuanya bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kalau makhlukNya saja sudah seperti ini indahnya, apalagi yang menciptakannya. Kalau gunung yang hijau, yang penuh dengan tanaman, dengan hawa sejuknya, dengan sungai-sungai, air terjun yang ada di situ, itu saja sudah membuat kita takjub dengan keindahan, apalagi dengan yang menciptakannya. Yang menciptakannya tentu lebih indah dari apa yang diciptakan.

Maka orang-orang yang beriman ketika dia melihat keindahan alam semesta, dia tidak berhenti disitu. Itu salah satu yang membedakan pikniknya orang beriman dengan yang tidak beriman. Kalau orang yang tidak beriman, pikniknya tidak menambah keimanan dia. Bahkan justru seringkali piknik itu dijadikan sebagai sarana untuk menambah perbuatan maksiat. Ketika memanjat gunung, waktunya shalat justru tidak shalat. Belum lagi ketika naudzubillahimindzalik memanfaatkan keindahan alam tersebut ketika tidak ada pandangan dari manusia yang lainnya justru disitu melakukan perbuatan zina.

Jadi pikniknya orang yang tidak beriman itu tidak menambah keimanan. Tapi berbeda dengan pikniknya orang yang beriman. Orang yang beriman ketika melihat keindahan alam semesta, maka langsung terdetek didalam benaknya tentang keagungan dan kemaha indahan Allah. Sehingga orang yang beriman ketika dia mempraktikkan perintah Allah, “Berjalanlah kalian dimuka bumi”,  “Lihatlah apa yang ada di muka bumi ini” Mereka melihat keindahan apa yang ada di muka bumi ini untuk menambah kepercayaan dia dan keyakinan dia tentang kemaha indahan Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah bukan hanya Maha Indah, Allah juga mencintai keindahan. Maka dari itu banyak sekali makhluk-makhluk indah yang diciptakan oleh Allah. Hal ini karena memang Allah itu mencintai keindahan.

Baca Juga:
Pentingnya Memperhatikan Daya Nalar Anak (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)

Terus, hal yang lainnya yang bisa kita fahami dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah mencintai keindahan” Bahwa kita sebagai makhluk berusahalah untuk menjaga keindahan karena Allah menyukai keindahan. Salah satu diantara fitrah (bawaan bayi) manusia itu suka keindahan, suka kerapian, suka sesuatu yang enak dipandang. Walaupun mungkin kita sendiri untuk merapikan nggak suka. Tapi kalau melihat kerapian kita suka. Tidak setiap orang mau merapikan, tapi kalau sudah rapi pasti senang. Itu sudah fitrah.

Maka dari itu tugas kita sebagai orang tua adalah mendidik anak kita, salah satunya adalah untuk menjaga keindahan, untuk menjaga kerapian. Menjaga kerapian dirinya sendiri. kalau sudah menjaga kerapian dirinya sendiri, menjaga kerapian rumahnya, lingkungan yang paling dekat dengan dia, setelah itu kemudian baru melangkah keluar, menjaga kerapian lingkungan yang ada di sekelilingnya. Ini kita usahakan sebagai sesuatu yang kita tanamkan didalam diri anak kita sejak dini.

Ketika kita menjaga kerapian, itu bukan sekedar ingin rapi, ingin dipuji, tapi ini adalah wujud syukur kita kepada Allah. Ketika ada orang mandi, menjaga kebersihan, itu adalah sebagai wujud syukur kita kepada Allah yang telah memberikan fisik atau tubuh. Maka tubuh ini perlu dirawat. Kita dikasih baju sama Allah subhanahu wa ta’ala, kita patut bersyukur kepada Allah. Caranya antara lain adalah dengan menjaga kebersihan baju tersebut. Kita dikasih rumah oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Ini merupakan suatu nikmat. Karena diwaktu yang sama banyak orang nggak punya rumah. Ketika kita dikasih rumah sama Allah subhanahu wa ta’ala, maka kewajiban kita sebagai seorang hamba yang mendapatkan kenikmatan itu adalah menjaga rumah ini. Salah satu cara menjaganya adalah dengan menjaga kebersihannya, kerapihannya dan seterusnya.

Baca Juga:
Permohonan Rizki Seorang Hamba Kepada Allah - Bab 224 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Jadi didalam agama kita, seni bukan sekedar mencintai keindahan akan tetapi sebagai salah satu bentuk syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan juga kita mencintai keindahan karena keindahan dicintai oleh Allah. Mukmin itu mencintai setiap apa yang dicintai oleh Allah. Sebaiknya, membenci setiap yang dibenci oleh Allah.

Simak penjelasannya pada menit ke-12:43

Simak Penjelasan Lengkap dan Download mp3 Kajian Tentang Mengajarkan Seni dan Keindahan Kepada Anak

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama ini melalui jejaring sosial Facebook, TwitterGoogle+ dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

66 − = 65

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.