Telegram Rodja Official

Setiap Kebaikan Adalah Sedekah

By  |  pukul 7:40 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019 pukul 10:22 am

Tautan: https://rodja.id/27p

Setiap Kebaikan Adalah Sedekah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Kitab Aktualisasi Akhlak Muslim yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Kajian ini disampaikan pada 22 Dzul Hijjah 1439 H / 03 September 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Murah Hati dan Semangat Berbagi

Kajian Tentang Setiap Kebaikan Adalah Sedekah – Aktualisasi Akhlak Muslim

Sering ditanyakan apa bedanya infaq dan sedekah? Maka jawabannya adalah sedekah itu sifatnya umum, meliputi perkara-perkara materi maupun abstrak seperti jasa, kebaikan itu juga disebut sebagai sedekah. Adapun infaq itu lebih khusus kepada perkara-perkara bersifat materi yang kita berikan dan kita bagikan kepada yang lain. Maka sedekah itu luas cakupannya, luas juga pengertiannya, termasuk didalamnya adalah kemurahan hati dengan perkara-perkara selain harta benda. Kita tunjukkan dengan bentuk-bentuk kebaikan dan amal shalih untuk orang lain.

Maka kemurahan hati melalui sedekah ini adalah suatu yang tidak terbatas pada benda saja, tetapi juga bisa diwujudkan melalui semua bentuk-bentuk kebaikan dan amal shalih. Berbicara yang sopan, murah senyum, membantu mengangkat barang bawaan, menunjuki orang yang perlu petunjuk arah, itu semua adalah kebaikan ataupun sedekah. Bahkan berbuat baik kepada keluarga, seperti melayani mereka, membantu sebagai pekerjaan rumah tangga, ini adalah sedekah seorang suami untuk istrinya. Apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala, maka akan mengandung nilai pahala yang besar. Oleh sebab itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

Setiap perbuatan baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari No. 5562)

Dalam sebuah hadits disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita luasnya cakupan sedekah itu. Maka kalau kita tidak punya materi yang banyak, kita bukan orang kaya, kita tidak punya barang untuk kita sedekahkan, kita bisa bersedekah melalui saluran yang lain. Yaitu dengan melakukan kebaikan-kebaikan. Itu termasuk sedekah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالْعَظْمَ عَنْ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 981-986 - TPP: Larangan Berpuasa Hari Jumat, Kewajiban Taat kepada Pemimpin, Larangan Fanatik Golongan, dan Seterusnya (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi No. 1879)

Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat

Terkadang ada pendatang, dia tidak tahu arah dan dia bertanya kepada kita suatu alamat atau sejenisnya, lalu kita tunjuki dia kepada alamat dan arah itu, maka itu termasuk sedekah. Jangan malah disesatkan dan ditunjukkan ke arah yang salah. Itu ada satu bentuk kezaliman. Kalau kita tunjukan dia kepada tempat yang benar yang kita ketahui, maka itu termasuk sedekah.

Membantu orang yang penglihatannya buruk

Menuntun orang yang buruk penglihatannya, itu bagimu sedekah. Misalnya orang buta, dia perlu melintas ataupun menyeberang lalu kita tuntun dia, maka ini termasuk sedekah.

Menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalan

Bukan hanya tiga benda ini. Semua perkara yang merintangi jalan dan membahayakan pengguna jalan, misalnya ada kulit pisang yang tergeletak atau kotoran ataupun sesuatu yang bisa mengganggu dan bisa mencelakakan para pengguna jalan, lalu kita singkirkan itu, ini termasuk sedekah.

Membersihkan jalan, itu termasuk sedekah. Kita menyingkirkan sesuatu yang bisa membahayakan pengguna jalan, itu adalah sedekah bagi kita. Kelihatannya sepele, tapi mungkin dengan itu, itu adalah sebab kita menyelamatkan nyawa orang lain. Seandainya benda itu dibiarkan tergeletak disitu, itu akan membahayakan. Apalagi di jalan raya, mungkin ada paku di situ. Kalau kita singkirkan, maka mungkin perbuatan yang kelihatannya sepele itu bisa menyelamatkan nyawa banyak orang. Bisa kita bayangkan, kalau kita simulasikan misalnya ada sebuah mobil lalu melindas paku itu pecah bannya lalu menabrak sana-sini, jatuhlah korban jiwa yang banyak hanya karena sebiji paku. Dengan menyingkirkannya mungkin kita menyelamatkan banyak nyawa. Dan itu adalah sedekah.

Maka ada orang yang masuk surga dengan amalnya yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan. Seorang laki-laki dia lihat ada sesuatu yang merintangi jalan lalu disingkirkan. Karena dia berfikir ini dapat mengganggu orang-orang yang melintas. Maka karena itu Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke dalam surga hanya karena menyingkirkan gangguan dari jalan. Mungkin kelihatannya sepele, tapi dibalik itu ada banyak sekali kebaikan dan faedah yang yang dapat dirasakan oleh manusia di situ. Orang-orang akan mendapatkan kebaikan dari perbuatan baik itu.

Baca Juga:  Mewujudkan Kecintaan Yang Benar Kepada Allah - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Mengisikan air ke ember saudaramu dengan timbamu

Mungkin ada orang yang tidak kuat menimba lalu kita timbakan untuknya atau kita menimba lalu kita berikan untuk orang lain. Maka itu adalah sedekah. Ini juga berlaku misalnya ada orang yang terburu-buru, dia ingin segera lalu kita persilakan untuk lebih dulu mengambil misalnya air di situ, itu adalah sedekah dari kita. Memberikan antrian untuk orang lain itu sedekah.

Terkadang manusia banyak urusannya, ada yang lapang ada yang sempit. Kalau kita urusannya lapang misalnya, kita mendahulukan orang yang urusannya sampit, itu adalah sedekah. Memang hak kita untuk mengambil urutan itu, tapi kalau kita persilakan orang, maka itu sedekah. Dan mungkin ini akan menyelamatkan orang itu. Karena kalau tidak mungkin hangus tiketnya, maka itu sedekah.

Yang disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu beberapa contoh dan tidak sebatas dari apa yang disebutkan tadi. Secara umum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa semua perkara-perkara yang ma’ruf itu sedekah. Bahkan berbuat baik kepada binatang pun dinilai sebagai sedekah. Itu kepada binatang, apa lagi kepada manusia.

Kita tahu bahwa ada orang yang masuk surga gara-gara membantu seekor anjing yang kehausan, nyaris mati lalu dia memberi minum anjing itu. Dengan itu dia selamat dan masuk surga. Padahal menyelamatkan seekor anjing. Maka berbuat baik kepada binatang pun itu dinilai sebagai sedekah.

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersilakan untuk memelihara binatang selama binatang itu adalah binatang peliharaan. Misalnya kucing, tidak ada larangan. Tapi jangan disia-siakan, berikan makan. Kecuali memang hewan yang tidak boleh dipelihara. Seperti anjing bukan untuk menjaga kebun, bukan untuk berburu, bukan untuk kepentingan yang mendesak, maka ini tidak boleh kita pelihara. Karena kalau kita memelihara anjing, akan berkurang pahala kita satu hari itu satu qirath. Atau binatang-binatang yang berbahaya, ular misalnya. Itu bukan untuk dipelihara. Bahkan Nabi memerintahkan untuk kalau misalnya dia muncul, itu bisa dibunuh.

Baca Juga:  Sifat Murah Hati dan Suka Membantu

Jadi berbuat baik kepada binatang itu termasuk sedekah. Binatang peliharaan yang kita pelihara atau kepada siapapun dari hewan-hewan itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan lalu dia merasakan kehausan yang sangat sehingga dia turun ke suatu sumur lalu minum dari air sumur tersebut. Ketika dia keluar didapatkannya seekor anjing yang sedang menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan. Orang itu berkata, ‘Anjing ini sedang kehausan seperti yang aku alami tadi’. Maka dia (turun kembali ke dalam sumur) dan diisinya sepatunya dengan air dan sambil menggigit sepatunya dengan mulutnya dia naik keatas lalu memberi anjing itu minum. Kemudian dia bersyukur kepada Allah maka Allah mengampuninya”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan dapat pahala dengan berbuat baik kepada hewan?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Terhadap setiap makhluq bernyawa diberi pahala” (HR. Bukhari No. 2190)

Simak pada menit ke – 14:24

Simak Penjelasan Lengkap dan Download MP3 Kajian Tentang Berbagi Kemanfaatan Harta – Aktualisasi Akhlak Muslim

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Pencarian: keajaiban sedekah, keutamaan sedekah, hikmah sedekah, manfaat sedekah, dahsyatnya sedekah, mukjizat sedekah, sedekah anak yatim, sedekah dalam islam, hadits sedekah, fadhilah sedekah, pahala sedekah, memberi sedekah, bisnis sedekah, makna sedekah,cara sedekah, sedekah menurut islam, rumah sedekah, hadits keutamaan sedekah, sedekah kepada siapa, sedekah paling utama diberikan kepada siapa, balasan sedekah, sedekah setiap hari, hikmah sedekah dalam islam, artikel sedekah

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.