Telegram Rodja Official

Kitab Shahih Bukhari

Nasihat Imam atau Pemimpin Kepada Kaum Wanita

By  | 

Nasihat Imam atau Pemimpin Kepada Kaum Wanita (بَابُ عِظَةِ الإِمَامِ النِّسَاءَ وَتَعْلِيمِهِنَّ). Ini merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Maududi Abdullah, Lc. dalam pembahasan Kitabul ‘Ilmi dari kitab Shahih Bukhari. Kajian ini disampaikan pada 9 Dzul Hijjah 1439 H / 21 Agustus 2018 M.

Status Program Kajian Kitab Shahih Bukhari

Status program kajian Kitab Shahih Bukhari: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Selasa pekan ke-1 dan ke-3, pukul 10:00 - 11:30 WIB.

Download mp3 kajian sebelumnya: Mengajarkan Ilmu kepada Budak Wanita dan Keluarganya

Ceramah Agama Islam Tentang Nasihat Imam atau Pemimpin Kepada Kaum Wanita – Kajian Shahih Bukhari

Pemimpin tertinggi dianjurkan untuk memberikan pelajaran-pelajaran kepada kaum wanita. Dan didalam kedua hadits, baik yang terdahulu dan yang sekarang ini menunjukkan bahwa didalam agama kita wanita mendapatkan perhatian. Agama Islam tidak pernah meninggalkan apapun dan tidak pernah menyepelekan siapapun. Apatah lagi kaum wanita yang mereka adalah sumber orang-orang yang akan menjadi Mujahid fi sabilillah.

Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah berkata:

Baca Juga:
Tata Cara Memakamkan Jenazah

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ أَيُّوبَ ، قَالَ : سَمِعْتُ عَطَاءً ، قَالَ : سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ ، قَالَ : أَشْهَدُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَوْ قَالَ عَطَاءٌ : أَشْهَدُ عَلَى ابْنِ عَبَّاسٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – خَرَجَ وَمَعَهُ بِلاَلٌ ، فَظَنَّ أَنَّهُ لَمْ يُسْمِعْ فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ ، فَجَعَلَتِ المَرْأَةُ تُلْقِي القُرْطَ وَالخَاتَمَ ، وَبِلاَلٌ يَأْخُذُ فِي طَرَفِ ثَوْبِهِ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ : وَقَالَ : إِسْمَاعِيلُ ، عَنْ أَيُّوبَ ، عَنْ عَطَاءٍ ، وَقَالَ : عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ، أَشْهَدُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb berkata Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ayyub berkata; aku mendengar ‘Atho’ berkata; aku mendengar Ibnu ‘Abbas berkata: aku menyaksikan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam -sedang menurut ‘Atho’ dia berkata; aku menyaksikan Ibnu ‘Abbas berkata; – bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar bersama Bilal -dan dia mengira bahwa dia tidak mendengar – maka Nabi memberi pelajaran kepada para wanita dan memerintahkan untuk bersedekah maka seorang wanita memberikan anting dan cincin emasnya dan Bilal memasukkannya ke saku bajunya. Berkata Abu Abdullah; dan Isma’il berkata; dari Ayyub dari ‘Atho’ dan dia berkata; dari Ibnu ‘Abbas bahwa ia bersaksi terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam‘”

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 94 - 97

Seperti yang tadi disampaikan diawal, bahwa bab sebelumnya suami dan itu adalah pemimpin terkecil didalam sebuah kepemimpinan. Kepemimpinan yang paling rendah adalah menjadi seorang suami yang memimpin beberapa orang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemimpin tertinggi umat Islam. Disaat beliau memberikan nasehat kepada kaum wanita ini, beliau adalah pemimpin yang umat Islam. Beliau adalah khalifah Allah tabaraka wa ta’ala di permukaan bumi. Beliau memimpin agama sekaligus memimpin dunia.

Perkataan Atho’ bin Abi Rabah tentang Abdullah bin Abbas radhiyallahu ta’ala ‘anhu akan mengatakan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar bersama Bilal maksudnya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumah beliau untuk melaksanakan shalat Ied. Hadits ini kejadiannya adalah ketika Nabi kita tercinta Rasul kita yang mulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Ied. Shalat Ied adalah sebuah shalat yang setelahnya ada kutbah.

Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan khutbah, beliau mengira bahwa kaum wanita tidak bisa dengan baik menangkap isi khutbah beliau karena berada di belakang. Sebagaimana yang kita ketahui pada zaman Nabi kita tercinta shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah tabaraka wa ta’ala belum memudahkan teknologi yang dengannya suara bisa sampai dibelakang seperti zaman kita sekarang. Semuanya tergantung kepada suara imam. Karena banyaknya kaum muslimin yang berkumpul, sehingga kaum wanita berada jauh di belakang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu mengira bahwa apa yang beliau sampaikan dari pada khutbatul Ied belum terdengar sampai kepada kaum wanita. Oleh karena itu beliau pergi bersama Bilal ketika setelah selesai memberikan khutbah di depan, beliau bergerak bersama Bilal menuju kaum wanita melewati shaf kaum laki-laki kemudian bergerak persis di depan kaum wanita.

Baca Juga:
5 Wejangan Yang Rasulullah Ajarkan Untuk Abu Hurairah

Lihat bagaimana Nabi kita tercinta shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kepeduliannya kepada kaum wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat-nasihat yang didalamnya berisikan targhib wa tarhib. Nasihat yang didalamnya terkandung sesuatu yang memberikan motivasi dan sesuatu yang memberikan kabar agar manusia memiliki rasa harap, khawatir dan cemas. Inti daripada agama Allah tabaraka wa ta’ala rabbul ‘izzati wal jalalah menanamkan didalam diri manusia sifat khauf (takut) dan sifat raja’ (harap) dan dengan kedua sifat itu orang-orang shalih hidup menjalankan ketaatannya kepada Allah rabbul ‘izzati wal jalalah. 

Allah mengatakan tentang para Nabi dan Rasul:

أُولَـٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ ﴿٦١﴾

mereka itu bersegera diatas kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minun[23]: 61)

…إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ ﴿٩٠﴾

“…Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya[21]: 90)

Maka harap dan rasa cemas ditanamkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kaum wanita. Diantara yang dikatakan oleh Rasul kita tercinta Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau memberikan khutbahnya kepada kaum wanita, spesial untuk mereka adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan mereka untuk menggapai surga dan membentengi diri dari neraka. Surga dan neraka adalah sebesar-besar harapan dan sebesar-besar kekhawatiran seorang muslim. Dan itu yang disampaikan oleh Nabi kita tercinta shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat beliau berkhutbah dan kemudian mengulang nasehatnya kepada wanita secara khusus. Agar kemudian mereka timbul rasa harap terhadap surga dan kemudian ada kekhawatiran mendapatkan murka Ilahi dan ke neraka Allah rabbul ‘izzati wal jalaluh. Inilah inti agama. Beribadah kepada Allah dengan rasa takut dan rasa harap.

Baca Juga:
Orang-Orang Yang Paling Merugi Amalnya - Khutbah Jum'at

Para ahli ilmu mengatakan bahwa:

الرجاء والخوف كجناحي الطائر

Rasa takut dan rasa harap bagaikan dua sayap burung.

Kita beribadah kepada Allah tabaraka wa ta’ala dengan ar-raja’ (penuh harapan) dan kita juga beribadah kepada Allah tabaraka wa ta’ala dengan al-khauf (penuh takut). Orang yang beribadah kepada Allah tabaraka wa ta’ala dengan berharap saja tanpa ada rasa takut, itu biasanya terjerumus ke dalam maksiat. Iblis beserta bala tentaranya akan mudah membuat dia terjerumus kedalam perbuatan maksiat. Karena dia hanya memiliki harapan yang sangat tinggi kepada Rabbnya, sementara tidak memiliki rasa takut. Percaya tidak percaya banyak orang dizaman kita sekarang berbuat maksiat dan merasa yakin suatu saat dia akan mendapatkan ampunan Ilahi, Rabb Maha Penyayang, Allah Maha Pengasih, tenang saja nanti kita minta ampun kepada Allah, Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun. Setan menanamkan ke dalam diri mereka rasa harap yang sangat besar atas karunia Ilahi, atas rahmat dan ampunan Allah untuk menjerumuskan mereka kepada perbuatan maksiat. Dan setan tidak akan berhasil untuk melakukan tipu dayanya itu manakala siapa memiliki sifat al-khauf (takut).

Lihatlah banyak manusia sekarang ini yang berbuat maksiat, lalu ketika kita berbicara kepada mereka tentang apa yang mereka lakukan, mereka katakan, ‘insyaAllah nanti kita taubat, nanti insyaAllah

Baca Juga:
Itsar, Mengutamakan Orang Lain - Bagian ke-2 - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Simak pada menit ke – 21:50

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Nasihat Imam atau Pemimpin Kepada Kaum Wanita – Kajian Shahih Bukhari

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.