Telegram Rodja Official

Adab-Adab Saat Meminta Izin

By  |  pukul 6:44 pm

Terakhir diperbaharui: Minggu, 23 Rabiul akhir 1440 / 30 Desember 2018 pukul 7:07 pm

Tautan: https://rodja.id/281

Adab-Adab Saat Meminta Izin adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan tentang cara mendidik anak secara Islami (fiqih pendidikan anak). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. pada 22 Rabbi’ul Awwal 1439 H / 11 Desember 2017 M.

Program Kajian Keluarga - Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Status program Kajian Keluarga: AKTIF. Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap: Senin pagi, pukul 10:00-11:00 WIB, 2 pekan sekali, bergantian dengan Kajian Fiqih Doa dan Dzikir.

Download mp3 kajian sebelumnya: Mengajarkan Adab Meminta Izin Kepada Anak

Kajian Tentang Mengajarkan Adab Meminta Izin Kepada Anak

Melanjutkan tema sebelumnya, yaitu anak dan adab meminta izin. Pada bagian yang pertama, kita telah menyampaikan tentang pembagian fase usia anak terkait dengan masalah meminta izin. Yakni fase sebelum anak baligh dan fase sesudah anak baligh. Ini telah kita sampaikan pada pertemuan sebelumnya.

Kali ini kita membahas adab-adab saat meminta izin. Dan tentunya, sebelum kita ajarkan adab-adab ini kepada anak-anak kita, alangkah baiknya kita praktekkan terlebih dahulu. Karena ternyata disadari atau tidak disadari banyak diantara kita para orang tua yang ternyata belum tahu adab-adab itu atau sudah tahu tapi belum melakukan atau mempraktekkannya. Maka apa yang akan kami sampaikan ini bukan hanya untuk konsumsi anak, bukan hanya untuk diajarkan kepada anak, tapi kita sebagai orang tua seandainya kita belum tahu maka kita Alhamdulillah mendapatkan ilmu baru. Seandainya kita sudah tahu tapi belum mempraktekkannya, maka ini adalah peringatan untuk mengingatkan kita semua.

Baca Juga:  Keutamaan Seorang Muslim Seperti Pohon Kurma

Apa saja adab-adab yang perlu untuk kita praktekkan saat meminta izin?

Pertama, memilih waktu yang tepat. Saat kita akan meminta izin untuk memasuki kamar orang lain, anak ingin masuk ke kamar orang tuanya atau saat kita minta izin akan bertamu di rumah orang, memilih waktu yang tepat adalah sebuah keniscayaan. Karena mohon maaf, sering kita mengalami sebagai tuan rumah dikunjungi oleh orang pada waktu yang tidak pas. Dan terus terang kami pribadi sering mengalami itu. Jam 02.15, waktunya istirahat. Mengetuk pintunya seperti orang yang mau membongkar pintu, salamnya diucapkan dengan keras dan tidak cukup dua kali, tidak cukup tiga kali, bahkan sepuluh kali! Nanti kita akan pelajari bahwa salam berapa kali, ketuk pintu berapa kali, kalau sudah berapa kali apakah boleh tetep ketok pintu atau sebaiknya pulang?

Maka yang pertama adalah waktu yang tepat. Adapun waktu yang tidak tepat misalnya:

  • Pagi-pagi buta
    Jam 03.00 dini hari, menjelang subuh, kecuali seandainya sudah janjian. Tadang ketika kita berpergian ke luar kota tergantung kendaraan. Sering sekali jam keberangkatan dan jam kedatangan kendaraan tidak bisa kita atur sendiri.
  • Ditengah hari
    Seperti yang tadi sudah dicontohkan, siang-siang, panas-panas, ngantuk-ngantuk. Apalagi kalau jaraknya dekat. Misalnya hanya beda RW atau RT atau beda kecamatan atau beda Kabupaten. Kalau hanya seperti itu bisa diatur untuk menghindari kunjungan diwaktu siang.
  • Larut malam
Baca Juga:  Shalat Amalan Yang Paling Utama - Hadits 1487-1491 - Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Perhatikan tiga waktu di atas. Karena ternyata Allah sebutkan oleh Allah didalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّـهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّـهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ﴿٥٨﴾

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. Tiga waktu itu adalah aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nur[24]: 58)

Baca Juga:  Dia Tidak Melahirkan dan Tidak Pula Dilahirkan - Khutbah Jum'at

Jadi memang tiga waktu itu adalah waktu yang kurang pas untuk berkunjung. Kecuali dalam kondisi-kondisi darurat, dalam kondisi terpaksa.

Simak penjelasannya pada menit ke-11:15

Simak Penjelasan Lengkap dan Download mp3 Kajian Tentang Mengajarkan Adab Meminta Izin Kepada Anak

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama ini melalui jejaring sosial Facebook, TwitterGoogle+ dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.