Telegram Rodja Official

Khutbah Jumat

Khutbah Jum’at: Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan

By  | 

Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor. Pada Jum’at, 1 Rajab 1440 H / 08 Maret 2019 M.

Khutbah Pertama – Khutbah Jum’at: Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Baca Juga:
Keagungan dan Kedudukan Shalat Subuh Berjama'ah di Masjid

Ummatal Islam,

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia karena untuk maslahat yang besar dan tujuan yang agung. Yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tujuan ini saudaraku sekalian, tidak akan bisa terealisasi kecuali dengan kita mempunyai sifat al-hirsh (kesungguhan dan semangat) didalam berbagai macam kebaikan. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kita untuk mempunyai sifat al-hirsh (semangat dan sungguh-sungguh) didalam kebaikan. Dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam at-Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ

“Bersungguh-sungguhlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu), serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.” (HR. Tirmidzi)

Sifat hirsh, sifat kesungguhan, semangat dalam kebaikan adalah merupakan sifat yang mulia yang dimiliki seorang insan. Sebaliknya, sifat malas, sifat lemah, sifat yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah;” (HR. Muslim)

Kuat dalam keimanan, kuat dalam keinginan, kuat dalam kesungguhan, kuat dalam segalanya, terutama dalam beramal shalih. Tidak mungkin saudaraku sekalian, kita bisa mendapatkan cita-cita yang paling tinggi yaitu surga kecuali dengan adanya hirsh, dengan adanya semangat dan kesungguhan dalam kehidupan kita. Bahkan kita tidak bisa menjaga keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah kecuali dengan adanya kesungguhan. Oleh karena itulah Allah Ta’ala berfirman:

Baca Juga:
Macam-Macam Keringanan Yang Diberikan Syariat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿١٠٢﴾

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali-Imran[3]: 102)

Artinya, hendaklah kalian benar-benar menjaga ketakwaan kalian dengan penuh kesungguhan, dengan penuh semangat di dalam menjaga keimanan kita sampai akhir hayat kita. Karena ketika kita telah kehilangan semangat dalam kebaikan, kita pasti akan semangat dalam keburukan. Apabila kita telah semangat dalam keburukan, maka itu kebinasaan untuk hidup kita saudaraku sekalian.

Kewajiban seorang Mukmin untuk menyadari bahwasannya kewajiban dia adalah untuk melawan hawa nafsunya. Karena saudaraku sekalian, hawa nafsu kita memang tidak menyukai kebaikan. Hawa nafsu kita selalu condong kepada keburukan. Berbeda dengan fitrah kita yang menyukai kebaikan. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ

Sesungguhnya hawa nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan.” (QS. Yusuf[12]: 53)

Tidak mungkin kita memiliki jiwa sungguh-sungguh dalam kehidupan dan semangat dalam kebaikan kecuali dengan cara berjihad melawan hawa nafsu kita, berjihad melawan kemalasan kita, berjihad melawan berbagai macam bisikan-bisikan setan yang akan menyebabkan kita kendor dalam kebaikan.

Berapa banyak saudaraku sekalian, hal-hal yang menjadikan seseorang lemah dalam kebaikan? Diantaranya yaitu cinta dunia yang berlebihan. Ketika ia sangat semangat terhadap dunia, dia sangat bersungguh-sungguh mencari harta, bersungguh-sungguh mencari kedudukan, maka disaat itu ia akan lemah untuk mencari kehidupan akhirat.

Baca Juga:
Ahlussunnah wal Jamaah Loyal dan Membenci Karena Allah - Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Ketika ia memandang bahwa dunia segala-galanya, ia melihat bahwasannya dunia itulah tujuan akhir hidupnya, bahwasanya kemuliaan dengan dunia, dan bahwasanya kesempurnaan itu dengan dunia, karena yang ia harapkan penghormatan manusia, sama sekali tidak mengharapkan keridhaan Allah, bagaimana orang seperti ini akan menjadi orang yang semangat untuk mencari ridha Allah? Bagaimana orang seperti ini akan menjadi orang yang sungguh-sungguh menjaga ketakwaan dan keimanan dia kepada Allah?

Bahkan terkadang yang haram pun menjadi halal demi untuk mendapatkan semua keinginan dunianya tersebut. Sehingga disaat itulah semangat ia kepada kebaikan menjadi lemah, semangat ia hanya mencari kebahagiaan dunia belaka.

Ummatal Islam,

Diantara perkara yang menyebabkan semangat seseorang kepada kebaikan menjadi lemah dan pudar adalah semangat mengikuti hawa nafsu. Ketika seseorang mengikuti hawa nafsu, dia memandang hawa nafsu itu adalah segala sesuatu yang memuaskan hidupnya. Dia ingin hatinya puas, dia ingin nafsunya puas, dia ingin semuanya terpuaskan dalam kehidupan dunia ini. Maka ia mengikuti hawa nafsunya, disaat itulah semangat ia kepada kebaikan pun menjadi lemah.

Oleh karena itu saudara-saudaraku sekalian, cobalah setiap kita berpikir, “dimana semangat kita kita letakkan? Selama ini kita semangat menuju apa? Apakah semangat menuju keridhaan Allah ataukah semangat menuju sesuatu yang Allah tidak ridhai?

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

Baca Juga:
Akal Harus Mengikuti Dalil

Khutbah kedua – Khutbah Jum’at: Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Ummatal Islam,

Orang-orang yang bisa menjaga semangat dalam kebaikan hanyalah orang-orang yang menggunakan akal pikirannya. Ketika ia berpikir dengan pikiran yang lurus dan sehat, ia memahami bahwasannya perkara yang tidak bermanfaat itu tidak akan membawakan kepada dia sesuatu apapun manfaat berupa pahala maupun yang lainnya.

Ia memandang sesuatu itu apabila tidak memberikan manfaat untuk hidupnya, buat apa? Dia pikirkan dengan akalnya yang sehat. Ketika dia hendak berbuat maksiat, dia pikirkan dengan akalnya yang sehat bahwasanya maksiat ini selalu memberikan mudhorot dalam hidup, mencabut keberkahan hidup, mendatangkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan menyeret kepada maksiat-maksiat berikutnya.

Dengan akalnya yang sehat tersebut ia berpikir bahwa sesuatu itu ternyata hanya akan merugikan dia. Bahkan membinasakan waktu-waktunya.

Orang yang berpikir dengan sehat, ketika ia hendak melakukan kemalasan, dia berpikir buat apa saya malas? Apa manfaat kemalasan buat hidup saya? Apakah dengan saya bermalas-malas saya akan mendapatkan sesuatu yang saya inginkan berupa kemuliaan dunia dan akhirat? Tidak mungkin! Maka ia lawan kemalasannya tersebut.

Maka dari itulah, berbahagialah orang yang menggunakan akal pikirannya untuk bersungguh-sungguh dan menjaga kesungguhannya. Orang yang bisa menjaga kesungguhan dan semangatnya adalah orang yang senantiasa mengharapkan keridhaan Allah semata. Orang yang beriman kepada kehidupan akhirat, orang yang mengharapkan surga Allah, keinginan yang tertinggi bagi dia adalah ridha Allah.

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 89 - 91 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Dihatinya yang ada hanyalah keinginan yang kuat untuk mendapatkan pahala yang besar. Maka disaat itu ia akan semangat dalam kebaikan. Namun terkadang saudaraku, semangat kepada kebaikan terhenti ketika ia memikirkan beratnya perbuatan kebaikan. Ketika dia hendak mengamalkan kebaikan lalu ia berpikir bahwa ternyata kebaikan dan amal tersebut berat, ia tidak berfikir betapa besarnya pahala yang akan Allah berikan kepadanya. Ia pun kemudian dihentikan oleh kemalasannya. Sungguh seperti ini orang-orang yang berjiwa kerdil, bukan orang-orang yang berjiwa besar.

Terlebih para penuntut ilmu. Syaikh Bakr Abu Zaid berkata dalam kitabnya “Hilyah Thalibil Ilmi“, Seorang penuntut ilmu hendaklah memiliki sifat kejantanan. Jantan dia dalam menuntut ilmu. Artinya berani menghadapi rintangan dalam menuntut ilmu, kesulitan-kesulitan yang ia dapatkan dalam menuntut ilmu betul-betul hadapi dengan penuh kesabaran, ketabahan, sambil terus ia berusaha untuk mengkaji dan mengkaji.

Orang yang malas-malasan dalam menuntut ilmu, ketika mendapatkan ternyata ilmu tersebut sulit lantas ia mundur, sama sekali ia tidak akan mendapatkan ilmu tersebut. Sehingga akhirnya ia merugi saudara-saudaraku sekalian.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن التَّوَّابِين
اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن المتَّقِين
اللهُمَّ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوابُ الرَّحِيم
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Baca Juga:
Khutbah Jumat Ramadhan: Allah Tidak Menghendaki Kesulitan Bagi Umat Islam

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Dengarkan dan Download Khutbah Jum’at Singkat Tentang Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau Google+ Anda. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.