Rodja Peduli

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Shalat Sunnah Qabliyah / Ba’diyah Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’, dst – Bab 199-204 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 15 November 2016 pukul 9:45 pm

Tautan: http://rodja.id/h9

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Silakan download ceramah agama yang diambil dari pembahasan kitab Riyadhush Shalihin bersama Syaikh Abdur Razzaq Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr pada Ahad sore, 11 Shafar 1435 / 15 Desember 2013, pukul 16:55-18:00 WIB. Dalam pertemuan ini, kita mempelajari 6 bab sekaligus, yaitu bab ke-199 hingga bab ke-204, dimulai dengan beberapa bab pembahasan tentang Shalat Sunnah Qabliyah / Ba’diyah Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’, kemudian diikuti dengan bab lainnya.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل

Bab ke-199: Bab Shalat Sunnah Dzuhur – Shalat Sunnah Qabliyah dan Ba’diyah Dzuhur (باب سنة الظهر)

[00:17]
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

Baca Juga:
Bab Larangan Mencela Angin, Bab Larangan Mencela Ayam Jantan, hingga Bab Larangan Berkata Keji dan Kotor - Bab 323-327 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا

“Aku shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dua rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat setelah Dzuhur.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

أنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ لا يَدَعُ أرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat 4 rakaat sebelum (qabliyah) Dzuhur.” (H.R. Bukhari)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّي في بَيْتِي قَبْلَ الظُّهْرِ أرْبَعًا، ثُمَّ يَخْرُجُ، فَيُصَلِّي بِالنَّاسِ، ثُمَّ يَدْخُلُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ. وَكَانَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ المَغْرِبَ، ثُمَّ يَدْخُلُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، وَيُصَلِّي بِالنَّاسِ العِشَاءِ، وَيَدْخُلُ بَيتِي فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat di rumahku sebelum shalat Dzuhur 4 rakaat, kemudian keluar (dari rumah menuju Masjid Nabawi), kemudian shalat mengimami orang-orang, kemudian masuk lagi ke rumah dan shalat 2 rakaat (shalat ba’diyah Dzuhur). Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami orang-orang untuk shalat Maghrib, kemudian masuk ke rumah dan shalat 2 raka’at (shalat ba’diyah Maghrib). Lalu, beliau mengimami kaum Muslimin shalat Isya’, kemudian masuk kembali ke rumahku dan shalat 2 raka’at (shalat ba’diyah Isya’).” (H.R. Muslim)

Faedah dari hadits yang berkaitan tentang keutamaan shalat sunnah Dzuhur, baik qabliyah maupun ba’diyah:
1. Shalat qabliyah (sebelum) Dzuhur yang paling sempurna adalah 4 (empat) rakaat, sebagaimana yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
2. Shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah paling utama dikerjakan di rumah, sebagaimana yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bab ke-200: Bab Shalat Sunnah Ashar – Shalat Sunnah Qabliyah Ashar (باب سنة العصر)

[14:28]
Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:

كَانَ النبيُّ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّي قَبْلَ العَصْرِ أرْبَعَ رَكَعَاتٍ، …

Baca Juga:
Keutamaan Shalat Sunnah - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat (sunnah) sebelum Ashar 4 rakaat. …” (H.R. Tirmidzi)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ امْرءًا صَلَّى قَبْلَ العَصْرِ أرْبَعًا

“Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat (sunnah) sebelum Ashar 4 rakaat.” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Bab ke-201: Bab Shalat Sunnah Maghrib – Shalat Sunnah Qabliyah dan Ba’diyah Maghrib (باب سنة المغرب بعدها وقبلها)

[20:22]
Telah dijelaskan sebelumnya tentang shalat dua rakaat setelah Maghrib termasuk dari shalat rawatib. Adapun shalat sunnah 2 rakaat sebelum Maghrib juga dianjurkan, meskipun tidak termasuk shalat rawatib.

Dari sahabat ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«صَلُّوا قَبْلَ المَغْرِبِ» قال في الثَّالِثَةِ: «لِمَنْ شَاءَ»

“”Shalatlah kalian sebelum Maghrib.” Pada yang ketiga kalinya, Rasulullah bersabda, “Bagi yang mau.”” (H.R. Bukhari)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

لَقَدْ رَأيْتُ كِبَارَ أصْحَابِ رَسُولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِيَ عِندَ المَغْرِبِ

“Sungguh aku telah melihat para sahabat senior Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersegera menuju ke tiang-tiang masjid tatkala dikumandangkannya adzan Maghrib (yakni untuk melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat sebelum Maghrib).” (H.R. Bukhari)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu juga:

كُنَّا نصلِّي عَلَى عهدِ رسولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ قَبْلَ المَغْرِبِ، فَقِيلَ: أكَانَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – صَلاَّهما؟ قَالَ: كَانَ يَرَانَا نُصَلِّيهِمَا فَلَمْ يَأمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا.

Baca Juga:
Larangan Mengangkat Pandangan ke Langit saat Shalat, Makruhnya Menoleh tanpa Udzur saat Shalat, Larangan Shalat Menghadap Kuburan, hingga Larangan Puasa Whisal - Bab 340-346 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

“”Kami para sahabat di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami shalat dua rakaat setelah terbenam matahari, saat sebelum dikerjakan shalat Maghrib.” Maka ditanyakan kepada Anas: “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat dua rakaat sebelum Maghrib?” Anas menjawab: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kami melakukan shalat dua rakaat sebelum Maghrib, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memerintahkan kami dan tidak melarang kami.”” (H.R. Muslim)

Bab ke-202: Bab Shalat Sunnah Isya’ – Shalat Sunnah Qabliyah dan Ba’diyah Isya’ (باب سنة العشاء بعدها وقبلها)

[26:33]
Telah berlalu pada pembahasan sebelumnya tentang shalat sunnah 2 rakaat setelah Isya’ termasuk shalat rawatib. Adapun shalat sunnah 2 rakaat sebelum Isya’ tidak termasuk shalat rawatib, akan tetapi dianjurkan / disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dari ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بَيْنَ كُلِّ أذَانَيْنِ صَلاةٌ

“Di antara adzan dan iqamah, ada shalat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bab ke-203: Bab Shalat Sunnah Jumat – Shalat Sunnah Qabliyah Jumat (باب سنة الجمعة)

[28:49]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُم الجُمُعَةَ، فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أرْبعًا

“Jika di antara kalian shalat Jumat, maka shalatlah setelahnya 4 rakaat” (H.R. Muslim)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:

أنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ لاَ يُصَلِّي بَعْدَ الجُمُعَةِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ في بَيْتِهِ

Baca Juga:
7 Anggota Sujud - Hadits 297 - Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak shalat setelah Jumat sampai beliau berpaling (pergi), dan beliau shalat dua rakaat di rumah beliau.” (H.R. Muslim)

Hal ini menjelaskan tentang keutamaan shalat sunnah ba’diyah Jumat. Adapun, shalat sunnah qabliyah Jumat maka tidak ada, dan tidak bisa diqiyaskan dengan shalat Dzuhur karena hukum-hukum yang terkait dengan shalat Jumat berbeda dengan hukum-hukum yang terkait dengan shalat Dzuhur dalam banyak perkara.

Bab ke-204: Bab Disunnahkan Mendirikan Shalat-shalat Sunnah di Rumah, baik Shalat Sunnah Rawatib atau Selainnya, juga Disunnahkan untuk Berpindah Tempat dari Tempat Shalat Fardhunya atau Memisahkannya dengan Pembicaraan (باب استحباب جعل النوافل في البيت سواء الراتبة وغيرها والأمر بالتحول للنافلة من موضع الفريضة أَو الفصل بينهما بكلام)

[34:24]
Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإنَّ أفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ المَرْءِ في بَيْتِهِ إِلاَّ المَكْتُوبَةَ

“Wahai orang-orang, shalatlah kalian di rumah-rumah kalian. Sesungguhnya shalat yang paling afdhal (utama) adalah di rumahnya, kecuali shalat yang wajib.”

Mari simak penjelasan dari Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr dalam pembahasan kitab Riyadhush Shalihin.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 199-204 – Shalat Sunnah Qabliyah / Ba’diyah Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’, dst

Baca Juga:
Mengenal Shalat Hajat (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Silakan download, bagikan file MP3 ceramah agama Islam ini, dan bagikan tautan ini ke akun media sosial melalui menu yang telah tersedia di bawah (share, tweet, dan +1). Jazakumullahu khoiron.

37 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.