Telegram Rodja Official

Bab Larangan Menisbatkan Diri Kepada Selain Bapaknya

By  |  pukul 8:23 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019 pukul 8:23 am

Tautan: https://rodja.id/2ci

Bab larangan menisbatkan diri kepada selain bapaknya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 26 Jumadal Akhirah 1440 H / 03 Maret 2019 M.

Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDF di sini

Download mp3 kajian sebelumnya: Bab Jangan Kembali Kafir Setelah Beriman

Kajian Hadits Tentang Bab Larangan Menisbatkan Diri Kepada Selain Bapaknya – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Hadits nomor 40, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَيْسَ مِنْ رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُهُ إِلَّا كَفَرَ، وَمَنِ ادَّعَى قَوْمًا لَيْسَ لَهُ فِيهِمْ نَسَبٌ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Tidak ada seorangpun yang menisbatkan diri kepada selain bapaknya padahal ia tahu bahwa itu bukan bapaknya kecuali dia kafir dan siapa yang mengaku-ngaku ia berasal dari suatu kaum padahal sama sekali tidak ada nasabnya kepada mereka maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dari api neraka.”

Baca Juga:  Tata Cara Pengambilan Dalil Bagian 2 - Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Ustadz Yazid 'Abdul Qadir Jawas)

Dalam sebuah riwayat:

لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلًا بِالفُسُوقِ ، وَلاَ يَرْمِيهِ بِالكُفْرِ ، إِلَّا ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ ، إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ

“Dan tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan tidak pula menuduh dengan kekafiran kecuali akan kembali kepada orang yang menuduhnya jika yang dituduh itu ternyata tidak benar.”

Dan didalam hadits Watsilah bin Al-‘Asqa’ dengan lafadz:

إنَّ مِن أعظم الفِرَى أن يدعي الرجل إلى غير أبيه، أو يُري عينه ما لم ترَ، أو يقول على رسول الله صلى الله عليه وسلم ما لم يقل

“Sesungguhnya diantara dusta yang paling besar seseorang menisbatkan diri kepada selain bapaknya, atau mengaku-ngaku bermimpi sesuatu yang ia tidak pernah melihat dalam mimpinya, atau berdusta atas Nabi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sesuatu yang Rasulullah tidak pernah ucapkan.”

Hadits ini menunjukkan bahwa:

Baca Juga:  Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Pertama, haramnya menisbatkan kepada selain bapak kandung. Kita tidka boleh menisbatkan kepada bapak angkat. Inilah yang dimaksud dalam hadits ini. Maka kata Nabi, “Tidak ada seorangpun yang menisbatkan diri kepada selain bapaknya dalam keadaan ia tahu itu bukan bapaknya kecuali ia kafir.”

Apa yang dimaksud dengan “kafir” di sini?

Kafir yang dimaksud dalam hadits ini kata para ulama adalah kufur dibawah kekufuran atau yang disebut dengan kafir kecil. Karena kafir ada dua macam. Ada kafir besar, maka ini pelakunya disebut non muslim. Non muslim artinya bukan muslim. Kalau bukan muslim berarti adalah kafir. Non muslim artinya dia bukan muslim lagi, pasti neraka kalau ia mati diatasnya. Itu yang dimaksud dalam firman Allah:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,” (QS. Al-Kafirun[109]: 1)

Yang dimaksud dalam ayat ini yaitu kafir besar.

Adapun kafir yang kedua yaitu kafir kecil. Siapa kafir kecil? Yaitu semua perbuatan dosa besar disebut kufur, dimana pelakunya tidak disebut kafir. Tapi pelakunya disebut fasik meskipun perbuatannya disebut kufur.

Baca Juga:  Kautamaan Menjenguk Orang Sakit dan Hadits Tentang Sakit

Makanya kalau kita memperhatikan Al-Qur’anul Karim, penyebutan kata kafir itu untuk dua makna tadi.

Kafir besar ada enam jenis. Simak penjelasan lengkapnya pada menit ke-6:51

Download MP3 Kajian Hadits Tentang Bab Bab Larangan Menisbatkan Diri Kepada Selain Bapaknya – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.