Telegram Rodja Official

Ahsanul Bayan

Berlomba-Lomba dan Bersegera Untuk Mendapatkan Negeri Akhirat

By  | 

Berlomba-Lomba dan Bersegera Untuk Mendapatkan Negeri Akhirat merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 20 Jumadal Akhirah 1440 H / 25 Februari 2019 M.

Download juga kajian sebelumnya: Kisah Pengingkaran Terhadap Bid’ah dan Bahayanya Perbuatan Bid’ah

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Kajian Tentang Kisah Berlomba-Lomba dan Bersegera Untuk Mendapatkan Negeri Akhirat – Kitab Ahsanul Bayan

Apabila kita memperhatikan banyak dari kalangan manusia dizaman yang ajib ini, kita lihat mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan dunia yang fana, mereka berlomba-lomba untuk mengumpulkan harta baik dengan cara yang halal atau yang tidak halal. Dimana tidak terbersit dalam pikiran mereka tentang negeri akhirat.

Kita saksikan perlombaan yang mengherankan. Manusia berlomba-lomba dalam membangun bangunan, kemudian mereka berlomba-lomba dalam memakai pakaian yang bagus, juga berlomba-lomba untuk memiliki kendaraan yang mewah, juga berlomba-lomba untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi didunia yang fana ini. Kepada mereka yang berlomba-lomba dalam perkara dunia maka kami katakan, “pelan-pelan wahai hamba Allah, pelan-pelan wahai umat Islam, apakah untuk dunia mereka berlomba-lomba?”

Baca Juga:
Hukum-Hukum yang Berkaitan dengan Haid, Istihadhah, dan Nifas - Bagian ke-5 - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Dunia ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala sifati dalam surat Al-Hadid ayat yang ke 20, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ

Ketahuilah oleh kalian sesungguhnya kehidupan dunia itu adalah senda gurau, perhiasan, bermegah-megah diantara kalian juga berbangga-bangga dengan banyaknya harta dan banyaknya anak” (QS. Al-Hadid[57]: 20)

Benar wahai Allah, inilah yang menyibukkan kita siang dan malam. Permainan, senda gurau, berbangga-bangga, saling bermegah-megah dengan harta dan dengan anak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan tentang sifat dunia:

كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا

Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.” (QS. Al-Hadid[57]: 20)

Inilah dunia, fana, tidak kekal.

Kemudian Allah berfirman tentang kehidupan akhirat:

وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid[57]: 20)

Di sini Allah mensifati dunia dengan sifat-sifat yang tadi disebutkan. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita semua untuk berlomba-lomba mendapatkan akhirat. Allah berfirman disurat Al-Hadid ayat selanjutnya Allah berfirman:

Baca Juga:
Panduan Hidup Akhir Zaman (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid[57]: 21)

Kemudian penulis menurunkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu. Jabir bin Abdillah bercerita:

دَاخِلًا مِنْ بَعْضِ الْعَالِيَةِ، وَالنَّاسُ كَنَفَتَهُ، فَمَرَّ بِجَدْيٍ أَسَكَّ مَيِّتٍ، فَتَنَاوَلَهُ فَأَخَذَ بِأُذُنِهِ، ثُمَّ قَالَ: «أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟» فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ، وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: «أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ؟» قَالُوا: وَاللهِ لَوْ كَانَ حَيًّا، كَانَ عَيْبًا فِيهِ، لِأَنَّهُ أَسَكُّ، فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: «فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ، مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ»

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam melintas masuk ke pasar seusai pergi dari tempat-tempat tinggi sementara orang-orang berada disisi beliau. Beliau melintasi bangkai anak kambing dengan telinga yang cacat, beliau mengangkat telinganya lalu bersabda: “Siapa diantara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham?” mereka menjawab: Kami tidak mau memilikinya, untuk apa? Beliau bersabda: “Apa kalian mau (bangkai) ini milik kalian?” mereka menjawab: Demi Allah, andai masih hidup pun ada cacatnya karena telinganya menempel, lalu bagaimana halnya dalam keadaan sudah mati? Beliau bersabda: “Demi Allah, dunia lebih hina bagi Allah melebihi (bangkai) ini bagi kalian.” (HR. Muslim)

Baca Juga:
Kewajiban Menetapkan Ketentuan Takdir Allah dalam Segala Sesuatu - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Para Sahabat mengatakan bahwa kambing itu hina dan mereka tidak mau mengambilnya. Dunia dipandangan Allah, jauh lebih hina dari pada bangkai kambing yang cacat.

Abu Darda, Sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang terdidik di madrasahnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, suatu hari beliau mendatangi negeri Syam. Dan beliau melihat penduduk negeri Syam berlomba-lomba dalam masalah dunia. Kemudian beliau berdiri di depan manusia lalu berkata:

“Wahai penduduk Syam, kalian adalah saudara seagama, kalian tetanggaku dan kalian adalah para penolong untuk melawan musuh, akan tetapi kenapa aku melihat kalian tidak malu kalian mengumpulkan apa yang tidak kalian makan, kalian membangun apa yang tidak kalian tinggali? Lihatlah kaum ‘Aad, mereka telah memenuhi antara ‘Adn dan Oman dengan kekayaan dan anak-anak. Kemudian dia berkata:

َمن يشتري مني تركة آل عاد بدرهمين

“Siapakah yang mau membeli dariku peninggalan keluarga ‘Aad dengan 2 dirham?”

Simak kisah selengkapnya pada menit ke – 15:31

Download Kajian Tentang Kisah Berlomba-Lomba dan Bersegera Untuk Mendapatkan Negeri Akhirat – Kitab Ahsanul Bayan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Nafkah Untuk Istri Yang Telah Diceraikan

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Khutbah Idul Adha, kultum, ceramah singkat, shalawat, shalat jenazahrukun Islamrukun Iman, ziarah kubur,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.