Telegram Rodja Official

Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad

Bahaya Tidak Berhukum dengan Hukum Allah

By  | 

Bahaya Tidak Berhukum dengan Hukum Allah merupakan rekaman ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar As-Sundawy dalam pembahasan Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad karya Syaikh Shalih Fauzan Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 15 Rajab 1440 H / 22 Maret 2019 M.

Status Program Kajian Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad

Status program kajian Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Jum'at, pukul 16:30 - 18:00 WIB.

Download mp3 kajian sebelumnya: Hukum Allah VS Hukum Manusia

Kajian Tentang Bahaya Tidak Berhukum dengan Hukum Allah – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad

Kita sudah membahas rincian orang yang menghukum dengan hukum buatan manusia yang bertolak belakang dengan hukum Allah. Bisa kafir, kalau dia meyakini hukum buatan manusia itu lebih baik atau sama dengan hukum buatan Allah. Bisa fasik, kalau dia meyakini hukum Allah terbaik, teradil, tapi dia sengaja melakukannya, sengaja memilih hukum buatan manusia karena hawa nafsu, karena merasa diuntungkan dengan hal itu, dan dia merasa bersalah dengan hal itu, dia merasa berdosa dengan hal itu, maka dia fasik, dia tidak kafir, tidak keluar dari ajaran Islam, dia tetap muslim, tapi muslim yang berdosa besar.

Baca Juga:
Memperjuangkan Islam atau Menodainya? (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Sama halnya dengan orang muslim yang melakukan dosa. Apapun bentuk dosanya, seperti berdusta, seperti berghibah, seperti mencuri, dia mengetahui semua itu haram, dia meyakini semuanya itu terlarang, dia meyakini dirinya berdosa dengan ghibah yang dilakukannya, dengan mencurinya, dengan berjudinya, dengan mabuknya, tapi karena hawa nafsu, dia melakukannya dengan perasaan tetap dosa, dengan keyakinan tetap haram, orang ini tetap muslim. Tapi muslim yang fasik, muslim yang berdosa besar.

Demikian juga orang yang lebih memilih hukum buatan manusia yang bertolak belakang dengan hukum buatan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan keyakinan buatan Allah lebih baik, tapi dia lebih memilih ini karena menyenangkan, karena menguntungkan, maka dia fasik. Ini sudah kita rinci pada pertemuan yang lalu. Allah berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٦٥﴾

Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa[4]: 65)

Totalitas ketaatan ini tidak bisa ditawar-tawar setengah-setengah, umpamanya. Karena Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah 85 Allah berfirman:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّـهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Baca Juga:
Akibat Lisan Yang Tidak Dijaga Bagian 1

Apakah kamu beriman kepada sebahagian isi Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Al-Baqarah[2]: 85)

Isi kitab Al-Qur’an yang menguntungkannya dipakai, diambil, diterapkan, diimani, diyakini, tapi sebagian lain yang tidak menguntungkan dirinya diingkari.

Jadi, beriman kepada sebagian isi kitab tapi ingkar kepada sebagian yang lain berakibat dua kali sanksi, di dunia ditimpakan kehinaan dan di akhirat akan diberikan adzab yang lebih dahsyat dibandingkan dengan adzab yang mereka alami di dunia.

Allah dan RasulNya telah menetapkan, mereka tidak memakai ketetapan Allah dan RasulNya, mereka lebih memilih ketetapan yang lain-lainnya. Maka mereka itu oleh Allah dicap sebagai pengikut hawa nafsu. Allah berfirman dalam surah Al-Qashash ayat yang ke-56:

فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللَّـهِ

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.” (QS. Al-Qashash[28]: 50)

Simak penjelasannya pada menit ke – 12:38

Baca Juga:
Hak-Hak Jalan - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Download dan Sebarkan mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Bahaya Tidak Berhukum dengan Hukum Allah – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.