Telegram Rodja Official

Tematik

Keutamaan Bulan Sya’ban Yang Terlalaikan

By  | 

Keutamaan Bulan Sya’ban Yang Terlalaikan adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang  disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. langsung dari Masjid Al-Barkah, Kompleks Rodja, Jl. Pahlawan, belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah RT 03 / RW 03, Cileungsi, Bogor. Pada sabtu, 7 Sya’ban 1440 H / 13 April 2019 M.

Download kajian sebelumnya: Arti Syirik dan Sarana-Sarana Yang Menghantarkan Kepada Kesyirikan

Kajian Tentang Keutamaan Bulan Sya’ban Yang Terlalaikan

Pada kesempatan kali ini kita membicarakan bulan yang kita berada didalamnya. Yaitu tentang bulan Sya’ban. Dan saya sebutkan bulan Sya’ban adalah bulan yang terlalaikan. Hal ini berdasarkan hadits Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam An Nasa’i, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya oleh Usamah Ibnu Zaid Radhiyallahu ‘Anhu:

تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: «ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»

“Dan kami tidak melihat engkau banyak berpusa kecuali di bulan Sya’ban?” Beliau bersabda: “Itulah bulan yang orang-orang banyak yang lalai antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan ditampakkannya amalan-amalan, dan aku suka ketika amalanku diperlihatkan dihadapan Rabbku, sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)

Baca Juga:
Bab Berkurangnya Iman Akibat Maksiat

Penjelasan:

Sahabat bertanya, “Aku belum pernah melihat engkau berpuasa dalam sebulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu dibulan Sya’ban (artinya beliau memperbanyak puasa di bulan Sya’ban). Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bulan Sya’ban adalah bulan yang orang-orang lalai atasnya, terletak antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan.”  Kenapa lalai? Karena bulan ini antara Rajab yang merupakan bulan suci dengan Ramadhan yang merupakan bulan penuh dengan berkah. Makanya bulan sya’ban diantara dua bulan mulia ini; suci dengan bulan berkah.

Orang-orang terlalaikan dari bulan Sya’ban. Maka Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, “Itu adalah bulan yang manusia lalai atasnya terletak antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan.” Padahal dia bulan yang mulia, bulan yang mempunyai keutamaan. Maka ketika kita mengangkat tema “Sya’ban bulan terlalaikan”, Ini berdasarkan hadits Rasul Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam riwayat Imam An-Nasa’i dari Sahabat N.

Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan dari tahun Qomariyah. Dan dia adalah bulan yang ke-8 dari 12 bulan yang ada pada tahun Qomariyah yang letaknya diawali dengan bulan Rajab dan setelahnya bulan Ramadhan.

Penamaan Sya’ban

Sya’ban diambil dari kata-kata Arab تشعب yang artinya keluar berkelompok-kelompok. Yaitu keluar dari tanah Arab dalam keadaan berkelompok-kelompok. Kabilah-kabilah Arab keluar dari tanah Arab dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk mencari hadiah dari para raja dan para pemegang kekuasaan. Karena dibulan Rajab adalah bulan suci, mereka tidak bisa keluar dari tanah Arab. Senjata-senjata mereka mereka letakkan, mereka sarungkan. Maka setelah bulan Rajab selesai, mereka kemudian keluar berkelompok-kelompok untuk mencari hadiah dari para raja, para penguasa dan semisalnya.

Baca Juga:
Pengertian Hijrah Yang Sejati

Inilah penyebab dari bulan Sya’ban kenapa dinamakan Sya’ban. Kemudian di sini terdapat perhatian. Disebutkan oleh Fadilatusy Syaikh Al-Allamah Bakr Abu Zaid Rahimahullah di dalam kitab Mu’jam al Manahi al Lafdziyyah (ensiklopedia ucapan-ucapan yang terlarang dalam Islam), beliau mengatakan bahwa sebagian orang mengatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan yang paling mulia. Kata Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah, belum dikenal didalam sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang penetapan keutamaan bulan Sya’ban kecuali apa yang telah tetap riwayatnya dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau memperbanyak puasa didalam bulan Sya’ban.

Jadi, penamaan Sya’ban Al-Akram (Sya’ban yang paling mulia) ini penamaan yang terlarang. Karena belum ada didalam syariat Islam dan belum ada keutamaan untuk bulan Sya’ban kecuali hadits tadi, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa dibulan Sya’ban.

Adapun hadits yang berbunyi:

فضل شعبان على سائر الشهور كفضلي على سعر انبياء

“Keutamaan Sya’ban dibandingkan bulan-bulan lainnya seperti keutamaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dibandingkan seluruh para Nabi”

Maka kata beliau hadits ini adalah hadits yang palsu. Oleh karena hadits palsu inilah sebagian orang mengatakan bahwa Sya’ban Al-Akrom (Sya’ban bulan yang paling termulia). Tetapi hadits penamaan tersebut baru, belum ada didalam hadits Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Keutamaan Bulan Sya’ban

Keutamaan bulan sya’ban, dia adalah bulan yang didalamnya diangkat amal-amal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, apabila ada bulan ataupun waktu yang didalamnya diangkat amalan kepada Allah, maka beliau senantiasa berpuasa. Termasuk didalamnya bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban diangkat amal pertahun. Maka beliau senantiasa berpuasa pada bulan Sya’ban sebagaimana hadits yang saya sudah sebutkan tadi. Ini keutamaan bulan Sya’ban. Bulan yang amalan-amalan diangkat dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Kemuliaan Wanita Dalam Islam

Permasalahan Bulan Sya’ban

Di sini terdapat permasalahan, kalau seandainya bulan Sya’ban diangkat amalan-amalan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bagaimana hadits-hadits yang lain yang menunjukkan diangkat amalan-amalan pada waktu-waktu tertentu? Seperti diangkat amalan pada hari Senin dan hari Kamis. Makanya dianjurkan untuk berpuasa hari Senin dan hari Kamis, karena diangkat amalan. Lalu bagaimana menyatukan ini? Bulan Sya’ban diangkat amalan, hari Senin hari Kamis diangkat amalan, bagaimana menyatukannya? Begitu juga ada hadits yang menunjukkan bahwasanya amalan siang diangkat sebelum malam, amalan malam diangkat sebelum siang, bagaimana menyatukannya ini?

Maka ada seorang ulama, Al-Imam As-Sindi yang mempunyai kitab حاشية السندي على سنن النسائي (catatan kaki Imam As-Sindi terhadap kitab Sunan An-Nasa’i). Beliau menjelaskan bagaimana menyatukan hadits bulan Sya’ban diangkat amalan, Senin-Kamis diangkat amalan, amalan siang diangkat amalan, amalan siang diangkat sebelum malam, amalan malam diangkat sebelum siang, bagaimana menyatukan tiga hadits ini?

Beliau mengatakan, “Kalau kita lihat amalan perhari diangkat yaitu dengan cara amalan siang diangkat sebelum amalan malam, amalan malam diangkat sebelum amalan siang, ini kalau dilihat dari amalan perharinya. Dan amalan per pekan, itu diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap hari Senin dan Kamis. Dan amalan setahunan penuh diangkat kepada Allah pada bulan Sya’ban.” Begitu cara memadukan tiga hadits tadi tentang diangkatnya amalan-amalan seseorang ke hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Dalil-Dalil dan Penjelasan Bahwa Iman Bisa Bertambah dan Berkurang - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Yang Perlu Diperhatikan Dibulan Sya’ban

Yang patut diperhatikan di sini adalah kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau ingin setiap amalan diangkat ke hadapan Allah, beliau dalam keadaan berpuasa. Maka ini patut kita contoh. Saat-saat penting seperti bulan Sya’ban, Senin Kamis, amalan malam sebelum amalan siang, amalan siang sebelum amalan malam, dalam keadaan berpuasa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Makanya di sini lah kenapa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa dibulan Sya’ban. Lihat bagaimana Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa dibulan Sya’ban. Dan ini amalan bulan Sya’ban, memperbanyak puasa dibulan Sya’ban.

Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bercerita sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya:

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa dibulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:
Bab Durhaka Kepada Orang Tua Adalah Dosa Besar Yang Paling Besar

Makanya, meskipun kita diperintahkan untuk memperbanyak puasa dibulan Sya’ba, jangan sampai memperbanyak puasa kita dalam sebulanan penuh dibulan Sya’ban. Karena boleh berpuasa sebulanan penuh (tidak pernah berbuka) pada sebulan tersebut hanya dibulan Ramadhan, itu kaidah. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah menyempurnakan berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan. Di sini bantahan kepada kaum Muslimin yang mempunyai tirakat atau usaha untuk menghafal Al-Qur’an, maka dia berpuasa penuh selama dua bulan, tidak pernah tidak puasa. Ini tidak benar. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana cerita ‘Aisyah, tidak pernah menyempurnakan puasa dalam satu bulan sama sekali kecuali bulan Ramadhan.

Kemudian beliau bercerita, “dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa dalam sebulan dibandingkan bulan Sya’ban.” Ini amalan bagi kita untuk memperbanyak puasa dibulan Sya’ban.

Hikmah Memperbanyak Puasa Dibulan Sya’ban

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali di dalam kitab beliau yang agung, yaitu kitab Lathaif Al-Ma’arif beliau menyebutkan hikmah kenapa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa dibulan Sya’ban? Kata beliau bahwa hikmah dari memperbanyak puasa dibulan Sya’ban yang mengetahui dan paling mengetahui hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan mungkin hikmahnya:

  1. Karena Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat menyukai amalannya diangkat dalam keadaan beliau sedang berpuasa.
  2. Juga hikmah yang lain mungkin merupakan latihan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan. Sehingga nanti masuk puasa Ramadhan tidak ada kesulitan, tidak ada merasa terbebani dengan puasa Ramadhan tersebut. Akan tetapi sudah berlatih atas puasa dan sudah menjadi biasa.
  3. Ketika orang memperbanyak puasa dibulan Sya’ban, maka dia mendapatkan rasa lezat berpuasa dibulan Sya’ban. Maka ketika masuk bulan Ramadhan, dia mempunyai kekuatan dan semangat sportivitas untuk memasuki bulan Ramadhan tersebut dengan berpuasa.
Baca Juga:
Tanya-Jawab: Ada keyakinan yang beredar di masyarakat bahwa ada puasa 100 hari yang dimulai puasa dari bulan Rajab, Sya'ban, hingga Ramadhan, apakah ada dalilnya?

Ini dia tiga hikmah kenapa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa dibulan Ramadhan.

Simak tentang amalan-amalan bid’ah dibulan Sya’ban pada menit ke-25:09

Simak dan Download mp3 Kajian Tentang Bulan Sya’ban Yang Terlalaikan

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama ini melalui jejaring sosial Facebook, TwitterGoogle+ dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Khutbah Idul Adha, kultum, ceramah singkat, shalawat, shalat jenazahrukun Islamrukun Iman, ziarah kubur,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.