Telegram Rodja Official

Keutamaan dan Keajaiban Sedekah

By  |  pukul 11:16 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 29 Syawwal 1440 / 02 Juli 2019 pukul 11:26 am

Tautan: https://rodja.id/2ew

Keutamaan dan Keajaiban Sedekah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 5 Rajab 1440 H / 12 Maret 2019 M.

Download juga kajian sebelumnya: Kisah Para Sahabat dalam Fastabiqul Khairat

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Kajian Tentang Keutamaan dan Keajaiban Sedekah – Kitab Ahsanul Bayan

Kita memasuki materi yang ke-33 yakni tentang keutamaan bersedekah kepada orang-orang miskin dan orang-orang fakir. Penulis Rahimahullahu Ta’ala berkata:

Bersedekahlah dari apa yang Allah anugerahkan kepada kalian. Karena sedekah itu memiliki perkara yang besar pada hari kiamat, pada hari dimana manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berbaju dan tidak dikhitan. Di hari kiamat, kita akan mendapati keadaan sangat-sangat panas dan manusia berdesakan. Di sana timbangan diletakkan. Kemudian Allah Tabaraka wa Ta’ala turun untuk menghisab hamba-hambaNya, untuk memberikan balasan dengan balasan yang setimpal kepada mereka-mereka yang melakukan perbuatan buruk dan memberikan balasan yang baik -memberikan Surga- untuk orang-orang yang berbuat kebaikan.

1. Dibawah naungan sedekahnya pada hari kiamat

Di hari kiamat yang sangat menakutkan, sedekah memiliki perkara yang besar. Orang yang bersedekah, di saat yang sangat mengerikan itu dia berada dibawah naungan sedekahnya sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala memutuskan perkara di antara hamba-hambaNya.

Keutamaan yang pertama ini didasari dengan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap manusia akan berada di bawah naungan sedekahnya sampai perkara-perkara manusia diputuskan -pada hari kiamat kelak-” (HR. Ahmad)

Kemudian dalam hadits yang lain, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan yang lainnya, haditsnya shahih. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ظِلُّ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَدَقَتُهُ

“Naungan orang yang beriman pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad)

Maka hendaknya kita bersedekah. Bersedekah jangan menunggu kaya dan menunggu nanti. Semakin berat bersedekah, semakin besar pahalanya. Semakin rasanya kita bakhil dengan harta yang kita miliki kemudian kita keluarkan dan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka semakin besar pahalanya. Diantara pahalanya adalah setiap orang yang bersedekah dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan dinaungi oleh sedekahnya pada hari kiamat kelak.

2. Dinaungi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di bawah Arsy Ar-Rahman

Bersedekahlah wahai hamba-hamba Allah dari apa yang Allah rezekikan kepada kalian. Sesungguhnya orang yang bersedekah kepada kaum fuqara dan orang-orang miskin pada hari kiamat kelak berada di bawah naungan Arsy Ar-Rahman. Pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya. Di dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Baca Juga:  Anjuran Memperbanyak Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah - Hadits 1528-1530 - Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah

“Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naunganNya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang digoda oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Dan (6) seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Syahid dari  hadits yang kita baca tadi adalah seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah kemudian dia sembunyikan. Tangan kirinya tidak melihat tangan kanannya yang bersedekah. Ini salah satu dari tujuh jenis manusia yang akan dinaungi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di bawah Arsy Ar-Rahman.

3. Harta yang disedekahkan akan kekal di sisi Allah

Bersedekahlah wahai hamba-hamba Allah dari sebagian rezeki yang Allah berikan kepada kalian. Karena sedekah itu akan disimpan di sisi Allah. Yang ada pada kalian akan habis dan hancur. Tapi apa yang ada pada sisi Allah akan kekal abadi.

Oleh karena itu harta kita yang hakiki adalah harta yang disedekahkan. Adapun harta yang ada di tangan kita di dunia ini belum tentu menjadi harta kita. Harta yang hakiki milik kita adalah yang disedekahkan dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengembangbiakkan harta itu sampai seperti gunung. Bisa jadi seseorang yang bersedekah dengan seperak atau dua perak bisa jadi segunung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Asalkan ikhlas. Hal ini didasari dengan hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ , وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa yang bersedekah senilai dengan satu butir kurma dari hasil usaha yang halal dan Allah tidak menerima kecuali yang halal, maka Allah menerimanya dengan tangan kananNya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala kembangbiakkan sedekah itu untuk orang yang bersedekah seperti salah satu diantara kalian mengembangbiakkan anak kudanya sehingga semakin banyak sampai seperti gunung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanallah..

Orang yang ikhlas, walaupun dinilai menurut pandangan manusia tidak ada harganya -hanya sebutir kurma atau yang seharga dengan sebutir kurma-, dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa menjadi berat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan dalam Al-Qur’an bahwa Allah menerima sedekah. Diantara dalam surat At-Taubah ayat 104. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Baca Juga:  Sikap Berharap kepada Allah yang Benar - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّـهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ﴿١٠٤﴾

Tidakkah mereka tahu bahwa Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima sedekah-sedekah mereka dan sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah[9]: 104)

Di dalam surat Al-Baqarah ayat 276, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَمْحَقُ اللَّـهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّـهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ ﴿٢٧٦﴾

“Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memusnahkan riba dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengembangbiakkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah[2]: 276)

Makanya tidak ada orang yang bersedekah lalu jatuh miskin. Berbeda dengan orang yang melakukan riba. Orang yang melakukan riba, maka dia akan mendapatkan kemurkaan Allah selain hartanya menjadi tidak berkah. Allah hapuskan keberkahan orang yang memakan riba. Tetapi ketika orang itu bersedekah, maka keberkahan yang ada.

4. Sedekah sebab diampuni dosa dan mendatangkan pahala yang besar dari Allah

Bersedekahlah wahai hamba-hamba Allah dari apa yang Allah rezekikan kepada kalian. Sedekah merupakan sebab diampuninya dosa-dosa dan merupakan sebab mendatangkan pahala yang besar dari Allah. Setiap kita pernah jatuh kepada dosa dan maksiat. Karena manusia sifatnya melakukan kesalahan. Diantara cara untuk mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dengan bersedekah. Di dalam surat Al-Ahzab ayat 35 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّـهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّـهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ﴿٣٥﴾

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab[33]: 35)

Kemudian dalam surat Al-Hadid ayat 18, Allah berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّـهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ ﴿١٨﴾

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan RasulNya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid[57]: 18)

Jadi, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan dalam ayat yang kita baca, bahwa sedekah merupakan sebab diampuninya dosa dan sedekah mendatangkan pahala yang besar.

Semoga kita bisa gemar bersedekah dengan kita mendengarkan keutamaan-keutamaannya.

5. Sedekah bisa mensucikan diri dan mensucikan harta

Bersedekahlah wahai hamba-hamba Allah dari sebagian rezeki yang Allah berikan kepada kalian. Sesungguhnya sedekah bisa mensucikan diri dan mensucikan harta. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا

Ambillah (wahai Muhammad) dari harta-harta mereka berupa sedekah yang bisa membersihkan dan mensucikan mereka dengannya.” (QS. At-Taubah[9]: 103)

Baca Juga:  Hadits-Hadits Hukum Mendengarkan Musik

6. Harta bertambah dengan sebab bersedekah

Bersedekahlah wahai hamba-hamba Allah dari sebagian rezeki yang Allah berikan kepada kalian. Karena harta yang ada pada kalian itu bisa bertambah karena sedekah.

Jadi secara dzahir, harta ketika kita keluarkan akan berkurang. Padahal sebenarnya tidak. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan tambahkan dan ini bisa kita saksikan. Bahkan banyak orang-orang yang bersedekah berkata demikian. Oleh karena itu di dalam hadits shahih yang dikeluarkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dan yang lainnya, Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ أُقْسِمُ عَلَيْهِنَّ.. مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ

“Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya, -diantaranya Rasul katakan- ‘Tidak mungkin harta seorang hamba berkurang karena sedekah'” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersumpah atas hal itu. Yang bersumpah adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian di dalam hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

“Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir.’” (HR. Bukhari dan muslim)

Oleh karena itu orang yang berinfak hartanya berkah. Semoga Allah memudahkan kita untuk bersedekah.

Simak pada menit ke-28:13

Download Kajian Tentang Keutamaan dan Keajaiban Sedekah – Kitab Ahsanul Bayan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Pencarian: keajaiban sedekah rutin, kisah inspiratif keajaiban sedekah, keajaiban sedekah subuh, kisah nyata keajaiban sedekah dan istighfar, pengalaman keajaiban sedekah, keajaiban sedekah kepada orang tua, kisah keajaiban sedekah, kisah tentang keajaiban sedekah, rahasia keajaiban sedekah, keajaiban sedekah yang luar biasa, keajaiban sedekah rutin, kisah inspiratif keajaiban sedekah, keajaiban sedekah subuh, kisah nyata keajaiban sedekah dan istighfar, pengalaman keajaiban sedekah, keajaiban sedekah kepada orang tua, kisah keajaiban sedekah, kisah tentang keajaiban sedekah, rahasia keajaiban sedekah, keajaiban sedekah yang luar biasa, keajaiban sedekah rutin, kisah inspiratif keajaiban sedekah, keajaiban sedekah subuh, kisah nyata keajaiban sedekah dan istighfar, pengalaman keajaiban sedekah, keajaiban sedekah kepada orang tua, kisah keajaiban sedekah, kisah tentang keajaiban sedekah, rahasia keajaiban sedekah, keajaiban sedekah yang luar biasa.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.