Telegram Rodja Official

Hadits Tentang Bergaul: Larangan Kaum Muslimin Untuk Saling Menjauhi

By  |  pukul 3:29 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 15 Dzulqa'dah 1440 / 18 Juli 2019 pukul 3:29 pm

Tautan: https://rodja.id/2f9

Hadits Tentang Bergaul: Larangan Kaum Muslimin Untuk Saling Menjauhi merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. dalam pembahasan Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala (tamannya orang-orang yang berakal dan tamasyanya orang-orang yang mempunyai keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad ibnu Hibban al-Busty Rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 28 Rajab 1440 H / 04 April 2019 M.

Download mp3 kajian sebelumnya: Maafkan Kesalahan Saudaramu Agar Allah Maafkan Dosa-Dosamu

Kajian Hadits Tentang Bergaul: Larangan Kaum Muslimin Untuk Saling Menjauhi

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لا تباغضوا ولا تنافسوا ولا تحاسدوا ولا تدابروا وكونوا عباد الله إخوانا لا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث

“Jangan kalian saling membenci, jangan saling bersaing (dalam masalah dunia), jangan saling dengki, jangan saling membelakangi, tapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim tidak bertegur sapa dengan saudaranya (karena dunia) lebih dari tiga hari.”

Baca Juga:  Syirik Adalah Dosa Yang Tidak Diampuni Allah

Dalam hadits tersebut Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan kepada kita sikap kita sesama muslim itu harus seperti apa. Kata beliau:

1. Jangan saling membenci

Artinya benci karena dunia. Adapun benci karena Allah, maka itu diperbolehkan. Sebagai disebutkan dalam hadits:

من أوثق عرى الإيمان الحب في الله والبغض في الله

“Diantara tali iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.”

Benci karena Allah itu artinya kita membenci ketika melihat saudara kita sesama muslim melakukan maksiat. Maka kita benci dia karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi kita mencintai dari sisi lain, yaitu dari keimanan dia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Jangan saling bersaing

Maksudnya bersaing dalam masalah dunia. Karena persaingan dunia itu seringkali membuat kita iri, dengki, lupa kepada akhirat dan yang lainnya. Kalau bersaing dalam kebaikan, boleh. Allah berfirman:

وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ ﴿٢٦﴾

Maka untuk itulah (kehidupan akhirat) hendaklah orang-orang yang bersaing itu bersaing.” (QS. Al-Mutaffifin[83]: 26)

Baca Juga:  Orang yang Suka Mencela - Bab 198 - Hadits 419-420 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Maka bersaing dalam akhirat, itu sangat terpuji. Sedangkan bersaing untuk meraih dunia, seringkali menimbulkan dengki.

3. Jangan saling dengki

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang kita dengki. Kecuali kalau dengki kita kepada seseorang karena kebaikan. Contoh, kata Rasulullah tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang; (1) kepada orang yang diberikan oleh Allah harta lalu ia habiskan hartanya itu di jalan Allah. Dia berkata, “Kalau aku punya harta seperti dia, aku ingin berinfak seperti dia. Maka seperti ini bagus. (2) Kepada orang yang diberikan oleh Allah ilmu. Lalu dia habiskan waktunya untuk menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu, demikian pula mengamalkan ilmu. Lalu orang yang dengki ini berkata, “Andai aku diberikan ilmu seperti dia, aku ingin berkah beramal seperti dia.”

4. Jangan saling membelakangi

Artinya tidak mau bertegur sapa, kalau bertemu masing-masing saling menghindar karena persaingan dunia, karena berebut lapak, karena marah untuk diri sendiri, karena ego dan yang lainnya. Adapun kita tidak bertegur sapa karena Allah, diizinkan. Sebagaimana Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata ketika mensyarah hadits tersebut kata beliau bahwa dalam besar hadits tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang memusuhi sunnah, orang-orang yang pemikirannya sesat, boleh untuk kita hajr (kita tidak tegur dia). Hal seperti ini karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:  Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 102 - 103

5. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara

Tentunya bersaudara itu harus melaksanakan hak-hak persaudaraan. Bersaudara itu kata Ibnu Hibban adalah -sebagaimana pernah kita sebutkan dalam bab yang terdahulu- melaksanakan hak-hak persaudaraan. Diantaranya adalah kita menyukai untuk saudara kita apa yang kita sukai untuk diri kita, kita berusaha untuk menjenguk disaat dia sakit, kita berusaha untuk memberi nasehat saat dia membutuhkan nasehat, kita berusaha untuk meluruskan kesalahan dia dengan cara yang arif dan bijak, kita harus berusaha untuk memberikan berbagai macam kebaikan kepada dirinya, kita tidak dengki kepadanya, kita juga tidak menyebarkan aibnya dan yang lainnya.

6. Tidak halal seorang muslim untuk menghajr, mengisolir atau memboikot saudara nya lebih dari tiga hari

Simak penjelasan lengkapnya pada menit ke-7:20

Download Kajian Hadits Tentang Bergaul: Larangan Kaum Muslimin Untuk Saling Menjauhi

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Khutbah Idul Adha, kultum, ceramah singkat

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.