Telegram Rodja Official

Tematik

Kumpulan Materi Kultum Singkat Yang Menarik: Tips-Tips dalam Islam

By  | 

Kumpulan Materi Kultum Singkat Yang Menarik: Tips-Tips dalam Islam ini adalah untaian mutiara nasihat oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Hafidzahullahu Ta’ala. Lihat kultum lainnya melalui link ini.

Materi kultum singkat: Tips Ketika Jatuh Cinta

الحمد لله، والصلاه والسلام على رسول الله..

Yang namanya jatuh cinta itu pasti dialami oleh setiap manusia. Karena manusia itu diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang namanya cinta. Cinta kepada wanita, cinta kepada harta, cinta kepada jabatan, cinta kepada sesuatu, itu pasti. Allah Ta’ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ

Dihiarkan kepada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.” (QS. Ali-Imran[3]: 14)

Nah, saat kita dilanda jatuh cinta kepada sesuatu, apa yang harus kita lakukan?

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan, saudaraku.. Supaya cinta itu tidak menjadi petaka dalam hidup kita. Karena cinta bisa menjadi malapetaka untuk hidup kita.

1. Tanyakan Apa Manfaatnya?

Yang pertama tanyakan, “saya mencintai sesuatu tersebut apa manfaatnya buat saya?” Karena percuma apabila kita mencintai sesuatu yang ternyata tidak memberikan manfaat untuk hidup kita, tidak pula akhirat kita, tidak pula agama kita. Karena seorang mukmin itu berusaha untuk meninggalkan perkara yang tidak ada manfaatnya. Bahkan dalam masalah cinta.

Mencintai sesuatu yang tidak ada manfaatnya pun adalah perkara yang hendaknya kita berusaha untuk tinggalkan. Makanya Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴿٢﴾ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ﴿٣﴾

Sungguh beruntung orang yang beriman, (siapa dia?) Yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya. (siapa lagi?) Orang yang berpaling dari pada perkara yang sia-sia.” (QS. Al-Mu’minun[23]: 2)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Diantara tanda kebaikan Islam seseorang dia tinggalkan perkara yang tidak ada manfaatnya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

2. Tautkan dengan Ridha Allah

Kita harus berusaha untuk mengikat cinta kita dengan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena percuma, cinta yang tidak diikat dengan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu adalah merupakan cinta yang tidak ada manfaatnya. Al Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah dalam kitab beliau yang bagus sekali, beliau mengatakan bahwa (عشرة أشياء ضائعة لا ينتفع بها) ada 10 perkara yang tidak ada manfaatnya. Apa 10 perkara tersebut? Diantaranya:

ومحبة لا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره

“Cinta yang tidak diikat dengan keridha’an Allah, pelaksanaan atas perintah-perintahNya dan keta’atan kepada Nya.”

Maka itu cinta yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

3. Gunakan Akal Pikiran

Saat kita jatuh cinta -terutama kepada wanita (lawan jenis )- jangan sampai cinta mengalahkan akal pikiran kita. Ingat, manusia diberikan kelebihan oleh Allah dengan akal pikirannya. Akal pikiran bisa menjadi lumpuh total saat ia dikuasai oleh syahwat. Ketika syahwat menguasai, seringkali akal pikiran itu lumpuh total.

Lihat saja, pemuda-pemudi yang sedang jatuh cinta. Mereka menganggap bahwa pasangannyalah yang terbaik menurut dia. Terkadang seribu nasihat yang diberikan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman pun tidak akan didengar lagi. Kenapa? Karena akal pikirannya sudah tumpul akibat dari pada cinta tersebut yang ternyata cinta tersebut tidak diikat dengan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka jangan sampai cinta itu menghilangkan akal kita. Tetap kita berpikir secara jernih. Apakah cinta ini sesuatu yang diridhai oleh Allah atau tidak.

Maka saudaraku sekalian,

Saat kita jatuh cinta, coba kita berpikir, “apa manfaatnya daripada cinta saya tersebut?”

4. Kehilangan Kesempatan Berdzikir

Kita senantiasa merenung, “Saat saya jatuh cinta, saya sering ingat dia, ingat, ingat, ingat. MasyaAllah..” Bayangkan ketika kita mengingat dia, mengingat dia, mengingat dia, berapa banyak kesempatan yang hilang untuk berdzikir kepada Allah? Bahkan ada sepasang sejoli yang sudah sangat jatuh cinta sampai-sampai dalam setiap keadaan selalu ingat pasangannya.

Baca Juga:
Syirik Perkara Yang Merusak Ubudiyah - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Bayangkan.. Akhirnya apa?

Mengingat wanita ataupun lelaki yang bukan mahramnya saja itu sudah dosa. Padahal belum tentu jodoh di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, belum tentu baik.

Maka subhanallah..

Coba kita merenung berapa banyak kalau begitu kesempatan-kesempatan untuk berdzikir kepada Allah telah hilang. Na’udzubillah Nas’alullah as salamah wal ‘afiah.

5. Terjerumus kedalam Kesyirikan

Yang lebih mengerikan lagi, dan ini adalah poin yang harus diperhatikan sekali. Jangan sampai cinta itu berubah menjadi kesyirikan. Jangan sampai cinta itu menjerumuskan kita ke dalam api neraka.

Bagaimana bisa?

Bisa! Bukankah syirik yang pertama kali muncul di dunia adalah syirik cinta?

Dizaman Nabi Nuh, mereka sangat mencintai para wali yang kemudian akhirnya para wali ketika telah meninggal dunia dibikinlah monumen-monumen dan gambar-gambar dalam rangka untuk lebih memotivasi ibadah. Tapi kemudian lama-kelamaan berubah menjadi penyembahan.

Makanya kata para ulama, cinta bisa berubah menjadi ibadah ketika disertai dengan pengagungan kepada yang dicintai, ketundukan dan tadharru’ kepada yang dicintai disertai dengan penghinaan kepadanya. Kalau sudah sampai derajat tersebut, kita sudah mengambil tandingan selain Allah. Allah berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّـهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّـهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّـهِ

Dan diantara manusia ada yang mengambil tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintai tandingan tersebut seperti mencintai Allah.” (QS. Al-Baqarah[2]:165)

Subhanallah.. Ini cinta yang terlarang, bahkan terlaknat. Bisa menyebabkan pelakunya apabila ia wafat, kekal dalam api neraka. Karena ia telah mempersekutukan Allah Jalla wa Ala.

Musibah! Ketika cinta menyebabkan kita lebih mendahulukan yang kita cintai daripada perintah Allah dan RasulNya, musibah! Ketika kita lebih mencintai -misalnya- permainan. Terdengar adzan kita tak pedulikan sama sekali. Kita lebih mencintai seseorang yang orang itu ketika meminta bertemu dengan kita -padahal dia bukan mahram kita- kita tidak pedulikan lagi larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita lebih mendahulukan syahwat kita, hawa nafsu kita. Sehingga akhirnya saudaraku, cinta itu hakikatnya malapetaka untuk hidupmu.

Nah, inilah beberapa tips bagi anda yang sedang jatuh cinta. Perhatikan! Jangan sampai cinta anda menjadi malapetaka dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Na’udzubillah..

وب الله توفيق

Download mp3 kultum singkat: Tips Jatuh Cinta

Materi kultum singkat: Tips Menghadapi Futur

الحمد لله، والصلاه والسلام على رسول الله..

Ketika kita futur, apa yang harus kita lakukan? Karena yang namanya manusia, tidak akan selamanya semangat terus. Pasti ada masa-masa futur. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun juga sudah memberitahukan itu. Kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan yang lainnya:

إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً , وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ

“Setiap amal itu ada masa-masa semangat dan setiap masa semangat ada masa futurnya (turunnya)”

Di sini Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kepada kita sebuah tips bagaimana kita saat futur. Kata Rasulullah:

فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدِ اهْتَدَى

“Siapa yang masa futurnya kepada sunnah lagi, ia sungguh dapat hidayah.”

وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

“Dan siapa yang masa futurnya bukan kepada sunnah, sungguh ia telah binasa.”

Nah, ketika kita futur. Misalnya kita lagi semangat baca Quran, baca Quran, baca Quran, dan ternyata qadarullah saat semangat, semangat, semangat, semangat, semangat naik terus, ada masa-masa futurnya. Maka disaat itu yang kita lakukan coba kita berpindah kepada sunnah lagi. Kita futur dari membaca Al-Qur’an, coba kita pindah baca kitab-kitab yang bermanfaat.

Lalu yang binasa itu siapa?

Ketika ada orang yang futur dari baca Qur’an pindah baca koran. Nah, seperti ini binasa.

Maka ketika kita menghadapi futur seperti itu dalam suatu amalan, coba kita pindah kepada amalan lain yang kita semangat padanya. Hal ini supaya kita berpindah dari sunnah menuju sunnah lagi. Maka ini futur yang bersifat parsial (pada amalan tertentu).

Ada futur yang sifatnya menyeluruh, dan ini bahaya. Biasanya futur seperti ini akibat maksiat dan dosa. Karena kata Al-Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah:

المعاصي تضعف القلوب

“Maksiat itu membuat hati lemah.”

Maka ketika kita banyak maksiat, kita pernah melakukan maksiat, akibatnya hati kita lemah. Di saat hati kita lemah akhirnya beratlah kita untuk mengamalkan kebaikan.

Disaat itu apa yang harus kita lakukan?

Segera kita istighfar kepada Allah, banyak kita bertaubat kepada Allah, minta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian kita berusaha untuk mujahadah (berjihad kembali untuk membiasakan amalan shalih) yang sudah mulai futur tersebut. Tidak boleh kita biarkan. Kalau kita misalnya sudah mulai futur lalu kita biarkan, biarkan, biarkan, sampai akhirnya semangat kita untuk beribadah hilang sama sekali. Ini sangat berbahaya tentunya.

Maka harus kita berjihad melawan hawa nafsu kita. Allah berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Baca Juga:
Kejujuran dan Semangat Membayar Hutang - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami, Kami akan berikan ia hidayah kepada jalan-jalan Kami yang lain.” (QS. Al-Ankabut[29]: 69)

Artinya kalau kita berjihad melawan hawa nafsu kita, untuk melawan kefuturan kita, untuk terus kita beramal shalih, maka Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan yang lainnya sehingga kita mampu untuk melakukan amalan-amalan kebaikan yang lainnya.

Maka disinilah, saudaraku.. Disaat futur, jangan biarkan!

Pergilah Anda kepada orang shalih atau seorang Ustadz atau teman Anda yang MasyaAllah bisa memberikan nasihat. Saat kita futur, pergilah kepada mereka-mereka yang MasyaAllah kita yakin dia punya ilmu. Minta nasihat kepadanya supaya kita bisa kembali semangat didalam beramal shalih. Ketika kita futur, juga kita berusaha membuka kitab-kitab para ulama, bagaimana biografi kehidupan mereka. Ketika kita melihat bagaimana para ulama semangat mereka didalam beramal shalih, kita juga baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang memberikan motivasi dalam amal.

Misalnya ketika kita sudah mulai futur menuntut ilmu, kembali kita membaca bagaimana pahala menuntut ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bagaimana Salaf terdahulu menuntut ilmu. Ketika kita sudah mulai futur shalat tahajud, kembali kita baca bagaimana pahala yang besar daripada shalat tahajud dan bagaimana balasan yang Allah berikan kepada orang yang shalat tahajud. Sehingga pada waktu itu kita kembali semangat.

Maka dari itulah saudaraku, jangan biarkan futur itu terus menghinggapi hati kita. Jangan biarkan futur itu terus menghantui keimanan kita. Harus kita lawan. Kita harus terus bersemangat. Kita ingin berusaha seperti para Nabi. Allah berfirman:

وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّـهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ ﴿١٤٦﴾

Berapa banyak para Nabi yang berperang bersama sahabat-sahabatnya, mereka tidak lemah terhadap musibah yang menimpa mereka, mereka pun tidak menjadi futur akibat daripada rintangan yang mereka hadapi. Tapi mereka terus bertawakal kepada Allah dan Allah cinta kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Ali-Imran[3]: 146)

Nah, saudaraku sekalian. Semangat itu harus dikobarkan terus. Jangan sampai padam. Jangan biarkan semangat itu lama-kelamaan kemudian padam. Karena itu akan menyebabkan kita binasa dalam api neraka. Na’udzubillah Nas’alullah as salamah wal ‘afiah..

Download mp3 kultum singkat: Tips Menghadapi Futur

Materi kultum singkat: Tips Mengatasi Kegalauan

الحمد لله، والصلاه والسلام على رسول الله..

Kita pernah merasakan kegalauan, kegelisahan, kegundahan, yang tentunya membuat hati kita tidak enak. Ketahuilah saudaraku, bahwa gundah-gulana atau kegalauan itu ada dua keadaan. Keadaan yang pertama karena ada sebab. Biasanya karena terlalu menginginkan sesuatu. Terlebih ketika hati kita sangat menginginkan dunia. Entah itu berupa harta ataupun berupa kedudukan ataupun berupa perkara-perkara lain dari urusan dunia.

Ketika hati kita sangat menginginkannya, bahkan kita khawatir tidak mendapatkannya, hati kita sering gundah-gulanah dan galau. Apalagi di saat kita tidak berhasil mendapatkannya, kita menjadi sedih sekali. Memang demikian orang yang terlalu menginginkan dunia biasanya dia akan cepat galau, dia akan cepat gundah-gulana. Maka dari itu jangan sampai keinginan kita yang terbesar adalah kehidupan dunia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ

“Siapa yang keinginan terbesarnya adalah dunia, Allah akan cerai beraikan urusannya”

Artinya hatinya menjadi lemah, cepat galau, cepat gelisah.

وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ

“dan Allah akan jadikan kefakiran di pelupuk matanya.”

Ia tidak pernah merasa qanaah, tidak pernah merasa cukup dengan apa yang Allah berikan kepadanya.

وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ

“dan dunia pun tidak akan mendatanginya kecuali sesuai dengan yang ditakdirkan saja untuknya.” (HR. Tirmidzi)

Maka ini adalah merupakan akibat dari pada terlalu kita mengharapkan dan menginginkan dunia. Akhirnya sering kali hati kita ditimpa kegalauan.

Ada lagi galau yang datang tiba-tiba tanpa sebab. Tiba-tiba hati kita galau, tiba-tiba hati kita sedih. Kenapa itu bisa terjadi?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam kitab majmu fatawa menyebutkan bahwa galau atau kegundahan seperti itu biasanya akibat dari pada dosa atau kita pernah menginginkan berbuat dosa dan memikirkan dosa. Akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada kita sanksi dengan cara dijadikan hati kita galau, gundah-gulana, tanpa sebab. Aneh, tiba-tiba hati kita tidak tenang, tidak tentram, gundah-gulana dan yang lainnya.

Yang seperti ini apa obatnya?

Tentu kita obati dengan banyak istighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Disaat hati kita tidak tentram, hati kita tidak tenang tanpa sebab, maka itu biasanya akibat dari pada dosa yang kita pernah lakukan atau dosa yang pernah kita pikirkan.

Maka banyak kita istigfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, banyak kita memohon dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan cara itu insyaAllah akan hilanglah kegalauan tersebut.

Apa yang kita lakukan ketika galau?

1. Banyak berdzikir kepada Allah

Karena tidak ada sesuatu yang bermanfaat untuk hati yang galau dari berdzikir kepada Allah. Karena dengan berdzikir itulah hati menjadi tenang dan tentram. Allah Ta’ala berfirman:

Baca Juga:
Tidur Sesuai Sunnah - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

أَلَا بِذِكْرِ اللَّـهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ketahuilah hanya dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang dan tentram.” (QS. Ar-Ra’d[13]: 28)

2. Memperbanyak baca Qur’an

Karena Al-Qur’an adalah obat apa yang ada di dalam hati. Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 57:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧﴾

Wahai manusia, telah datang kepada kamu peringatan dari Rabbmu dan penyembuh apa yang ada di dadamu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus[10]: 57)

Berarti Al-Qur’an adalah penyembuh. Sedangkan galau, gundah-gulana, itu merupakan penyakit hati. Maka Al-Qur’an disebut oleh Allah sebagai penyembuh apa yang ada di hati. Maka disaat itu kita banyak membaca Al-Qur’an, mentadabburi Al-Qur’an, insyaAllah dengan cara seperti itu hilanglah kegalauan kita.

3. Banyak-banyak kita mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Kita harus ingat, sesuatu yang kita harapkan, yang kita inginkan, tidak mungkin bisa kita raih kecuali dengan izin dari Allah. Apabila kita bertawakal hanya kepada Allah dan kita serahkan semuanya kepada Allah, dan kita berusaha untuk ridha dengan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala, insyaAllah hati kita tidak akan gundah-gulana, hati kita tidak akan galau.

Kenapa?

Karena hati kita sudah menyerahkan semuanya kepada Allah yang terbaik. Apa yang terbaik di sisi Allah, itulah yang kita terima dan kita berusaha untuk ridha menerimanya.

4. Jangan Mengadu Kepada Manusia

Disaat kita gundah-gulana, disaat kita galau, jangan sekali-kali kita mengeluh dan mengadu kepada manusia. Karena mengadu kepada manusia tidak ada manfaatnya sama sekali. Adukanlah kepada Allah. Sebagaimana Nabi Ya’qub ketika sedih karena kehilangan anaknya yang bernama Nabi Yusuf ‘Alaihish Shalatu was Salam, maka ia berkata:

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّـهِ

Sesungguhnya aku hanya mengadukan kesedihanku, kesusahanku, hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Yusuf[12]: 86)

Saudaraku sekalian,

Maka dari itu disaat kita ditimpa kegalauan, gundah-gulana, segera kita obati dengan hal-hal seperti itu. Dan kita berusaha untuk menjadikan hati kita hati yang tenang dan tentram dengan obat Al-Qur’an, obat dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Download Materi kultum singkat: Tips Mengatasi Kegalauan

Materi kultum singkat: Tips Ketika Sakit

الحمد لله، والصلاه والسلام على رسول الله نبينا محمد واله وصحبه ومن والاه، أشهد أنَ لا إله إِلاَ الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Jika kita sakit, kita diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk berobat. Kata Rasulullah:

تَدَاوَوْا يَا عِبَادَ اللَّهِ

“Berobatlah wahai hamba Allah” (HR. Tirmidzi)

Namun ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam masalah yang berhubungan dengan berobat. Apa itu?

1. Dianjurkan

Berobat adalah perkara yang dianjurkan oleh syariat dan tidak meniadakan sama sekali perintah untuk sabar dengan ketentuan Allah dan ridha dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena yang menganjurkan kita untuk berobat adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تَدَاوَوْا يَا عِبَادَ اللَّهِ

“Hendaklah kalian berobat wahai hamba Allah” (HR. Tirmidzi)

Maka tentu yang Rasullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam anjurkan kepada umatnya itu adalah berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memang kita diperintahkan untuk sabar menghadapi ketentuan Allah. Tapi bukan berarti sabar itu diam. Sabar hendaknya disertai dengan adanya usaha.

Ketika kita sakit, kita diperintahkan untuk berusaha mencari kesembuhan dengan cara kita berobat. Sama halnya ketika kita lapar. Lapar adalah takdir, tapi apakah berarti kita sabar saja terus lapar? Tidak! Kita berusaha untuk mencari makan. Nah, berobat merupakan perkara yang dianjurkan oleh syariat.

Lalu mana yang lebih utama antara berobat atau tidak berobat?

Jawab: Yang lebih sesuai dengan sunnah adalah berobat. Walaupun memang para ulama mengatakan apabila ia tidak berobat dan ia lebih memilih sabar, silakan saja. Tapi yang sesuai dengan perintah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah berobat. Ini adalah perkara pertama yang harus diperhatikan.

2. Berobat adalah wasilah

Ketika kita berobat, niat kita adalah sebagai mencari usaha kesembuhan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadikan berobat itu sebagai wasilah. Jangan jadikan berobat itu sebagai tujuan.

Maksudnya kita wajib meyakini bahwa yang memberikan kesembuhan hanya Allah. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk berusaha mencari kesembuhan tersebut. Yaitu dengan cara berobat. Adapun kalau kita jadikan berobat sebagai tujuan, terkadang kita menganggap bahwa kesembuhan itu karena berobat.

Memang betul kesembuhan itu diantara sebabnya adalah berobat. Tapi yang paling utama harus kita yakini bahwa kesembuhan itu semuanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ﴿٨٠﴾

dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,” (QS. Asy-Syu’ara[26]: 80)

3. Bersandar kepada Allah

Perkara yang ke-3 yang harus kita yakini bahwa ketika kita berobat hati kita tetap bersandar kepada Allah. Jangan sampai hati kita bersandarnya kepada dokter, jangan sampai hati kita bersandarnya kepada obat. Karena sudah kita sebutkan tadi bahwa yang menyembuhkan adalah Allah. Adapun dokter dan obat adalah wasilah dan sebab.

Baca Juga:
Hadits Arbain Ke 7 – Agama Adalah Nasihat

Terkadang ada orang yang sudah berobat ke dokter, tapi ternyata belum Allah kasih kesembuhan. Dia sudah makan berbagai macam obat, tapi ternyata qadarullah belum diberikan kesembuhan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu saudaraku sekalian, kalau kita berobat tapi hati kita bersandar kepada dokter, maka ini bisa masuk kepada jenis kesyirikan. Kita berobat tapi hati kita bersandar kepada obat, ini juga adalah merupakan salah satu jenis kesyirikan.

4. Menjaga Ucapan

Jangan sampai kita mengucapkan kata-kata yang berbau syirik. Contoh ketika kita sembuh  kita berkata, “obat ini yang menyembuhkan saya/dokter yang menyembuhkan saya.” Saya katakan bahwa ini ucapan yang berbau kesyirikan. Karena yang menyembuhkan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Yang tepat) kita katakan, “Allah menyembuhkan saya melalui dokter ini/Allah menyembuhkan saya melalui obat ini.” Semua karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pemberian dariNya. Nah, ini yang benar saudara-saudaraku sekalian.

Terkadang sebagian orang mengucapkan kata-kata yang sebetulnya tidak pantas untuk diucapkan. Seperti mengatakan bahwa dokter yang bisa menyembuhkan, obat bisa menyembuhkan. Kita katakan bahwa yang menyembuhkan secara hakiki hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun obat dan dokter itu adalah hanya sebatas wasilah.

5. Sabar

Jika kita sudah berobat dan kesembuhan belum pula datang, kewajiban kita adalah bersabar dan terus kita bertawakal kepada Allah dan serahkan semuanya kepada Allah. Terkadang ada orang yang sudah berobat, berobat dan berobat tapi kemudian belum diberikan kesembuhan oleh Allah. Lalu yang muncul adalah putus asa. Bahkan na’udzubillah sampai kepada derajat seseorang su’udzan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka ini tentu berbahaya sekali akan aqidah dia.

Maka disaat kita belum diberikan oleh Allah kesembuhan, kewajiban kita sabar, kewajiban kita ridha dengan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6. Berharap Pahala dan Ampunan

Perkara yang berakhir adalah hendaknya kita berharap pahala di sisi Allah dan ampunan disisiNya. Karena semua penyakit yang menimpa seorang mukmin itu hakikatnya adalah menggugurkan dosa dia dan mengangkat pahala dia. MasyaAllah.. Kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

“Tidak ada seorang muslim yang tertimpa cobaan berupa sakit maupun selainnya, melainkan dihapuskan oleh Allah Ta’ala dosa-dosanya, seperti sebatang pohon yang menggugurkan daunnya.” (HR. Muslim)

Maka ketika kita sakit kita selalu berharap, “mudah-mudahan Allah dengan sakit saya ini, Allah ampuni dosa-dosa saya.” Kita selalu ingat akan dosa-dosa kita. Kita berharap, “mudah-mudahan dengan sakit ini Allah angkat derajat saya. Sehingga saat itu kita bisa lebih kuat kesabaran kita dan lebih ridha dengan ketentuan yang Allah berikan kepada kita.”

Dan jangan lupa saudaraku, kita banyak berdo’a. Berdo’a supaya disabarkan, berdo’a supaya dijadikan hati kita ridha. Makanya diantara perkara yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminta kepada Allah:

وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ

“Ya Allah aku minta kepada Engkau keridhaan setelah takdir dan ketentuan yang Engkau berikan kepadaku.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)

Karena memang untuk ridha dengan ketentuan Allah itu butuh keimanan.

Inilah beberapa tips atau beberapa perkara yang hendaknya diperhatikan ketika kita diberikan oleh Allah sakit. Semoga ini bermanfaat buat kita semuanya.

وب الله توفيق، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ

Download mp3 kultum singkat: Tips Ketika Sakit

Materi kultum singkat: Tips Untuk Para Jomblo

الحمد لله، والصلاه والسلام على رسول الله..

Buat para jomblo, ada tips untuk kalian tentang bagaimana cara mencari jodoh. Mencari jodoh itu bisa dikatakan susah-susah gampang atau gampang-gampang susah. Namun tentunya bagi para jomblo yang ingin menikah, hendaklah yang menjadi tolak ukur yang paling utama dan yang paling pertama adalah agama. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تُنْكحُ الْمَرْأَةُ لأرْبَعٍ

“Wanita itu dinikahi karena empat” Yaitu:

  1. ولِجَمَالها (kecantikannya)
  2. لمالها (hartanya)
  3. ولِحَسَبها (keturunannya)
  4. وَلدينها (agamanya)

Kata Rasulullah apa?

فَاظْفَرْ بذاتِ الدِّينِ تَربَتْ يَدَاكَ

“Maka carilah oleh kamu yang memiliki agama, niscaya kamu akan beruntung.”

Karena kecantikan akan pudar, sedangkan agama tidak. Secantik apapun ketika anda telah memilikinya, pasti ada rasa bosan. Lalu Anda akan melihat dan melirik wanita lain yang lebih cantik. Tapi untuk agama, itulah kebahagiaan. Oleh karena itulah Anda yang ingin mencari jodoh, hendaknya tolak ukur yang pertama dan parameter yang pertama kamu jadikan acuan adalah “Dia wanita sholehah atau bukan? Dia wanita yang punya akhlak dan agama atau tidak?” Itu acuan kita.

Nah, ketika kita ingin mendapatkannya ini, apa yang harus kita lakukan?

Saya ingin mendapatkan wanita yang shalihah, sesuai dengan idaman saya. Bagaimana yang kita lakukan?

1. Menghubungi Teman-Teman Shalih

Kita bisa menghubungi teman-teman yang sudah lama ngaji yang barangkali dia punya relasi atau teman-teman yang sudah menikah lalu barangkali istrinya bisa mencarikan akhwat-akhwat yang juga yang masih jomblo. Sehingga pada waktu itu dengan cara kita meminta dicarikan dengan teman-teman yang shalih dan shalihah, barangkali kita bisa mendapatkan yang shalih dan shalihah. Dalam hal ini kita berusaha untuk taawun ‘alal birri wa taqwa (saling bahu-membahu, saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan).

Baca Juga:
Cadar Syariat Allah Bukan Ciri Teroris - Kajian Tematik (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Namun ingat, kalau kita ingin mendapatkan istri yang shalihah, kita pun juga harus menjadi lelaki yang shalih. Jangan sampai “Saya ingin punya wanita yang shalihah, yang hafidzah”, tapi sementara dirinya sendiri masih jauh dari keshalihan. Bagaimana?

Ada orang bertanya, “Ustadz, saya ingin punya istri seperti Khadijah.” Saya katakan kepada dia, “Kalau begitu kamu harus seperti Rasulullah.” Berkhayal ingin punya istri seperti Khadijah sementara kita tidak seperti Rasulullah. Kita ingin punya istri seperti Fatimah, tapi kita tidak seperti Ali bin Abi Thalib. Maka kita pun juga harus memperbaiki diri.

Ini tips yang pertama.. yaitu kita coba cari tahu teman-teman kita terutama yang sudah menikah, relasi-relasi, untuk kita hubungi mereka barangkali ada akhwat yang juga masih jomblo dan siap menikah.

Kalau sudah kita mendapatkannya, apa yang kita lakukan?

2. Nadzor (melihat)

Nah, Islam menganjurkan kita untuk nadzor. Hal ini sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

انظر إليها

“Lihatlah wanita yang hendak kamu nikahi itu”

Namun kata Syaikh Utsaimin Rahimahullah bahwa nadzor boleh dilakukan dengan beberapa syarat:

1. Sudah ada keingingn kuat untuk menikah. Sehingga tidak seperti orang yang sebatas melihat-lihat saja. Ini haram hukumnya, saudaraku.

2. Tidak boleh berdua-duaan dengan wanita tersebut saat nadzor. Wajib ditemani oleh walinya. Maka dari itu kalau kita ingin menadzor seorang akhwat kita harus menghubungi walinya terlebih dahulu. Misalnya dengan cara telepon, “Maaf Pak, saya boleh nggak nadzor putri Bapak, saya ingin menikah.” Kalau walinya tidak mengizinkan, ya sudah. Makanya kata Syaikh Utsaimin Rahimahullah kalau kita tidak ada perjanjian dulu dengan wali wanita tersebut, kita harus yakin dulu kira-kira kita bakal diterima atau tidak oleh walinya. Jangan-jangan pas kita datang ke rumahnya diusir oleh walinya. Tentu yang seperti ini tidak bagus.

3. Nadzor sebatas yang dibutuhkan saja, nggak boleh lebih. Terjadi ikhtilaf diantara para ulama, apa yang harus dilihat. Kalau jumhur mengatakan cukup wajah dan telapak tangan. Karena wajah mewakili kecantikan sedangkan telapak tangan itu menunjukkan dia kurus apa tidak. Sedangkan sebagian ulama berpendapat bahwa yang boleh dilihat adalah semua yang biasa tampak di rumahnya di depan mahram-mahramnya (ayah, kakak dan adiknya). Yaitu rambut, leher, lengan, betis. Seperti ini boleh dan ini yang dirajihkan oleh Syaikh Sayyid Sabiq, juga dirajihkan oleh Syaikh Albani Rahimahullah, demikian pula Syaikh Utsaimin merajihkan pendapat ini dan pendapat ini juga yang saya rajihkan. Hal ini berdasarkan hadits Jabir, bahwa jabir mengatakan “Aku ingin menikahi seorang wanita dan aku berusaha untuk melihat di rumahnya” Berarti yang biasa tampak di rumahnya. Maka dari itu saudaraku sekalian, boleh melihat rambutnya. Terkadang wajahnya cantik, pas dibuka rambutnya aneh. Itu pendapat yang shahih, yang rajih, wallahu a’lam..

3. Jauhi Pelanggaran-Pelanggaran Saat Ta’aruf

Setelah kita Nadzor, kita tidak boleh berbincang-bincang memuaskan keinginan (syahwat), disaat kita nadzor pun kita tidak boleh kita cekakak-cekikik, bercanda dengan dia dan yang lainnya. Sebatas kita melihat, hati kita sudah cocok, dia juga melihat kita, sudah selesai.

Setelah itu juga tidak boleh dilanjutkan dengan hubungan telepon-teleponan, chatting-chattingan seperti halnya dilakukan oleh banyak ikhwah di zaman sekarang dengan alasan katanya pengen kenalan. Apalagi sampai pacaran, na’udzubillah.. Ini jelas fitnah, saudara.

Lalu bagaimana saya bisa tahu akhlaknya dia?

Kan kita bisa tanya kepada walinya, kepada kakaknya, kepada adiknya, kepada teman akrabnya, bagaimana akhlak si wanita tersebut, bisa kita tanya kepada orang-orang dekatnya. Tentu ini adalah perkara-perkara yang harus diperhatikan bagi mereka yang mau ta’aruf dengan seorang akhwat. Jangan sampai memudah-mudahkan. Jangan sampai di sini bermain syahwat kita. Semua kita harus sesuai dengan syariat, bukan sesuai dengan syahwat dan keinginan.

Nah, dari itulah wahai para jomblo, selamat mencari pasangan Anda. Jangan lama-lama ngejomblo ya, ngejomblo itu kurang bagus. Kata Umar bin Khattab, “Orang yang menunda-nunda nikah itu tidak lepas dari dua; apakah dia orang impoten (nggak punya nafsu) atau dia orang fasik. Nah, Anda yang mana dari dua ini?

Maka, wahai para jomblo, sadarilah bahwa menikah itu adalah menyempurnakan setengah agama Anda kata Rasulullah. Itu kebaikan buat kita.

وب الله توفيق

Downlaod mp3 kultum singkat: Tips Untuk Para Jomblo

Materi kultum singkat: Tips Olahraga

الحمد لله، والصلاه والسلام على رسول الله نبينا محمد واله وصحبه ومن والاه، أشهد أنَ لا إله إِلاَ الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Ikhwatal Islam, olahraga adalah merupakan hal yang berhubungan dengan muamalah. Ada beberapa point yang hendaknya kita mengetahui dalam masalah olahraga.

Baca Juga:
Cara Memimpin Manusia - Kitab Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

1. Hukumnya Mubah

Pada asalnya yang berhubungan dengan olahraga itu mubah-mubah saja. Karena kaidah ushul fiqh mengatakan:

الأصل في المعاملات الإباحة

Yang berhubungan dengan masalah muamalah pada asalnya boleh-boleh saja sampai ada dalil yang menunjukkan akan keharamannya. Maka, semua jenis olahraga pada asalnya mubah. Silahkan kita melakukannya.

2. Mubah Bisa Menjadi Haram

Sesuatu yang mubah bisa menjadi haram apabila ternyata yang mubah itu diwarnai dengan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Contohnya sepak bola, demikian pula tenis meja, demikian pula olahraga-olahraga yang lainnya, mubah saja. Tetapi ketika -misalnya- diwarnai dengan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, misalnya dengan memperlihatkan aurat. Allah mengatakan:

الفخذ عورة

“Paha buat laki-laki itu aurat.”

Maka yang seperti ini tentu tidak diperkenankan dalam Islam.

Contoh lagi -misalnya- apabila olahraga itu malah menimbulkan pertengkaran, perkelahian, maka seperti ini pun tetap perkara yang diharamkan dalam syariah. Contoh lagi -misalnya- olahraga itu membuat kita lalai dari perbuatan yang sifatnya wajib, maka itu pun juga perkara yang dilarang dalam syariat.

3. Tidak boleh berlebih-lebihan

Apa maksudnya berlebih-lebihan? Yaitu melebihi kadar batas. Contohnya kalau secara kesehatan bahwa olahraga itu yang bagus hanya beberapa jam saja -tentunya mereka para ahli yang paham- tapi akhirnya kita melakukannya melampaui batas sehingga malah membuat badan kita lemah. Tentu ini perkara yang malah menimbulkan mudharat dalam syariat dan itu sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Berlebih-lebihan juga contohnya jika habis waktu kita untuk olahraga. Sehingga akhirnya waktu habis untuk oleharaga. Maka ini juga perkara yang berlebih-lebihan (ghuluw). Ghuluw adalah perkara yang dilarang dalam Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ، فَإِنَّمَـا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

“Jauhi oleh kamu sikap berlebih-lebihan. Karena ghuluw itu bisa membinasakan orang-orang sebelum kita.” (HR. Ahmad)

Maka jangan sampai kita bersikap ghuluw. Sehingga akhirnya habis waktu kita untuk olahraga. Padahal di sana tentunya ada kewajiban-kewajiban seorang muslim untuk melakukan taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

4. Mubah Bisa Menjadi Ibadah

Sesuatu yang mubah bisa berubah menjadi ibadah apabila diniatkan dalam rangka perkara yang disyariatkan. Contohnya olahraga bisa bernilai pahala. Niat kita apa? Contohnya niat kita adalah agar kita sehat. Dengan sehat, kita bisa beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala secara enak dan tenang. Maka yang seperti ini adalah perkara yang disyariatkan tentunya dan insyaAllah kalau kita lakukan itu dengan niat yang seperti itu, kita bisa mendapatkan pahala disisi Allah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ

Innamal A’malu Binniyat (Sesungguhnya amal itu disesuaikan dengan niat)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya perkara-perkara yang mubah bisa menjadi pahala disisi Allah kalau itu menjadi wasilah untuk perkara kebaikan.

Jadi, bahwa niat sangat mempengaruhi didalam perkara yang mubah. Dimana yang mubah bisa menjadi pahala disisi Allah apabila disertai dengan niat, tujuan untuk sehat, dengan sehat kita bisa beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

5. Berhati-hati

Jangan sampai niat kita ingin sehat dan bisa beribadah, tapi malah kemudian hati kita lebih asik berlama-lama dan berpaling dari sesuatu yang lebih bermanfaat dari itu. Karena yang namanya hati itu bagaikan bejana. Ketika bejana itu dipenuhi oleh cinta sesuatu, maka cinta kepada yang lainnya itu akan pudar.

Ketika kita -misalnya- berolahraga, berolahraga, berolahraga dan kita menjadi senang dengan olahraga itu. Semakin senang, semakin senang, akhirnya jatuh kepada sikap ghuluw. Semakin senang sehingga menjadikan kita lalai dari perkara yang diwajibkan. Ini juga bahaya.

Yang jelas, semua dalam agama ada batasan-batasannya. Dalam agama ada perkara yang harus kita dahulukan dan tidak kita dahulukan. Misalnya, jangan sampai kita lebih mendahulukan olahraga sementara disana ada yang lebih bermanfaat buat hati kita dan agama kita. Tapi juga tidak boleh kita meninggalkan olahraga sama sekali yang berakibat badan kita lemah. Akibat daripada kita tidak olahraga kita jadi sakit-sakitan, badan kita lemah, akibatnya banyak penyakit, ini juga kurang bagus.

Maka dari itulah saudara-saudaraku sekalian, ini perkara-perkara yang hendaknya kita perhatikan dalam batasan-batasan dalam masalah olahraga. Semoga ini bermanfaat buat saya pribadi dan buat kita semuanya.

Download mp3 Kultum Singkat: Tips Olahraga

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Khutbah Idul Adha, kultum, ceramah singkat, shalawat, shalat jenazahrukun Islamrukun Iman, ziarah kubur, shalat berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.