Telegram Rodja Official

Pelajaran Penting Untuk Umat

Tata Cara Shalat Jenazah

By  | 

Tata Cara Shalat Jenazah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab الدروس المهمة لعامة الأمة (pelajaran-pelajaran penting untuk segenap umat). Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 12 Dzul Qa’idah 1440 H / 15 Juli 2019 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Pembahasan pada halaman 194 pada kitab الدروس المهمة لعامة الأمة.

Download kajian sebelumnya: Tata Cara Mengkafani Mayit

Status Program Kajian Tentang Pelajaran Penting untuk Umat

Status program Kajian Tentang Bagaimana Menjadi Pembuka Pintu Kebaikan: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap ahad & senin pukul 17.00 - 18.00 WIB.

Kajian Ilmiah Tentang Tata Cara Shalat Jenazah

Tata cara shalat jenazah yaitu dengan cara bertakbir empat kali dengan membaca setelah takbir pertama surat Al-Fatihah. Dan apabila dibaca bersama surat Al Fatihah surat yang pendek satu ayat dua ayat, maka itu baik. Berdasarkan hadits yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma. Kemudian bertakbir yang kedua dan membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seperti shalawat yang dibaca ketika tasyahud. Kemudian takbir yang ketiga dan membaca do’a:

اللهم اغفر لحينا وميتنا وشاهدنا وغائبنا وصغيرنا وكبيرنا وذكرنا وأنثانا، اللهم من أحييته منا فأحيه على الإسلام ومن توفيته منا فتوفه على الإيمان، اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد، ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، اللهم أبدله دارًا خيرًا من داره وأهلا خيرًا من أهله، اللهم أدخله الجنة وأعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار، وافسح له في قبره ونور له فيه، اللهم لا تحرمنا أجره ولا تضلنا بعده

Baca Juga:
Masa Depan Dunia Ada di Tangan Islam - Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Kemudian bertakbir yang keempat, kemudian salam dengan satu kali salam kekanan dan dianjurkan untuk mengangkat kedua tangannya setiap bertakbir.

Para pemirsa dan pendengar yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ini adalah masalah atau bagian yang ke-7 yaitu tentang sifat atau tata cara shalat jenazah.

Berkata Syaikh bin Baz Rahimahullah yaitu dengan cara bertakbir 4 kali. Hal ini berdasarkan hadits:

فَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى، وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

“Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar menuju mushola untuk shalat jenazah dan bertakbir empat kali takbir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam bab ini banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut. Juga ada hadits lain yang menjelaskan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bertakbir untuk shalat jenazah lebih dari empat kali takbir. Dari Abdurrahman bin Abi Laila berkata:

كَانَ زَيْدٌ يُكَبِّرُ عَلَى جَنَائِزِنَا أَرْبَعًا ، وَأَنَّهُ كَبَّرَ عَلَى جِنَازَةٍ خَمْسًا ، فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُهَا

“Dahulu sahabat Zaid bertakbir untuk shalat jenazah empat kali takbir dan pada suatu hari dia bertakbir ketika shalat jenazah dengan 5 kali takbir, maka aku bertanya kepadanya dan beliau pun menjawab, ‘dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah melakukannya.” (HR. Muslim)

Dan apabila dibaca setelah surat Al-Fatihah surat lain yang pendek atau satu ayat atau dua ayat, maka ini baik. Hal ini berdasarkan hadits yang shahih dari sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma. Dari Thalhah bin Abdillah bin ‘Auf berkata, “Aku shalat jenazah di belakang Ibnu Abbas, kemudian beliau membaca surat Al-Fatihah dan surat yang lain dengan menjahrkan bacaan tersebut sampai kami mendengarnya. Maka ketika beliau selesai shalat, aku memegang tangannya dan aku bertanya kepada beliau maka beliau mengatakan, ‘ini adalah sunnah dan benar'” (HR. Bukhari, An-Nasa’i)

Baca Juga:
Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima

Kemudian bertakbir yang kedua dan membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seperti shalawat yang dibaca ketika tasyahud. Karena tidak ada lafadz khusus shalawat yang diajarkan untuk shalat jenazah, maka shalawat yang dibaca sama dengan lafadz-lafadz shalawat yang dibaca ketika shalat wajib.

Kemudian bertakbir yang ketiga dan membaca:

اللهم اغفر لحينا وميتنا وشاهدنا وغائبنا وصغيرنا وكبيرنا وذكرنا وأنثانا، اللهم من أحييته منا فأحيه على الإسلام ومن توفيته منا فتوفه على الإيمان، اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد، ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، اللهم أبدله دارًا خيرًا من داره وأهلا خيرًا من أهله، اللهم أدخله الجنة وأعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار، وافسح له في قبره ونور له فيه، اللهم لا تحرمنا أجره ولا تضلنا بعده

Ini adalah do’a yang disebutkan oleh pengarang kitab ini (Syaikh bin Baz Rahimahullah). Beliau gabung dari tiga hadits yang menjelaskan tentang do’a yang dibaca ketika shalat jenazah.

Perkataan beliau:

اللهم اغفر لحينا وميتنا وشاهدنا وغائبنا وصغيرنا وكبيرنا وذكرنا وأنثانا، اللهم من أحييته منا فأحيه على الإسلام ومن توفيته منا فتوفه على الإيمان

“Ya Allah ampunilah orang yang hidup diantara kami, yang mati di antara kami, yang hadir di sini, yang tidak ada di sini, anak kecil diantara kami, yang dewasa di antara kami, laki-laki maupun perempuan. Yang Engkau hidupkan diantara kami, maka hidupkanlah ia diatas keislaman. Dan yang Engkau wafatkan dari kami, maka wafatkanlah ia diatas keimanan.”

Juga yang tertera di akhir do’a:

اللهم لا تحرمنا أجره ولا تضلنا بعده

“Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya dan janganlah Engkau sesatkan kami setelahnya.”

Baca Juga:
Bab Menggunakan Bekas Air Wudhu - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Do’a ini tertera dalam sunan Abi Dawud dan selainnya dari hadits sahabat Abu Hurairah.

Adapun do’a:

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد، ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، اللهم أبدله دارًا خيرًا من داره وأهلا خيرًا من أهله، اللهم أدخله الجنة وأعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار

Do’a ini terdapat pada kitab shahih muslim dari sahabat ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu.

Adapun do’a:

وافسح له في قبره ونور له فيه

“Luaskanlah kuburannya, terangilah kuburannya.”

Ini adalah do’a yang dibaca oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika mendo’akan jenazah Abu Salamah.

Penjelasan Do’a Ketika Shalat Jenazah

Kemudian kita jelaskan sedikit tentang do’a yang dibaca ketika shalat jenazah. Dan do’a ini adalah do’a yang sangat agung. Do’a tersebut:

اللهم اغفر لحينا وميتنا وشاهدنا وغائبنا وصغيرنا وكبيرنا وذكرنا وأنثانا، اللهم من أحييته منا فأحيه على الإسلام ومن توفيته منا فتوفه على الإيمان

“Ya Allah ampunilah orang yang hidup diantara kami, yang mati di antara kami, yang hadir di sini, yang tidak ada di sini, anak kecil diantara kami, yang dewasa di antara kami, laki-laki maupun perempuan. Yang Engkau hidupkan diantara kami, maka hidupkanlah ia diatas keislaman. Dan yang Engkau wafatkan dari kami, maka wafatkanlah ia diatas keimanan.”

Perhatikan do’a yang sangat agung ini, yang mana ketika seorang menshalati satu orang jenazah, akan tetapi dia umumkan do’anya untuk semuanya.  Baik yang ada di hadapannya maupun seluruh orang-orang mati dari kaum muslimin. Bahkan yang masih hidup diantara mereka, yang hadir, yang ghaib, yang kecil maupun yang besar, yang dewasa, yang kecil, yang laki-laki maupun perempuan.

Adapun penyebutan Islam ketika masih hidup dan keimanan ketika telah meninggal, hal ini karena Islam adalah maknanya amalan. Maka barangsiapa yang masih hidup, ia mempunyai kesempatan untuk beramal, kesempatan untuk shalat, untuk puasa, untuk haji, untuk bersedekah, dan amalan-amalan yang lainnya. Adapun orang yang telah meninggal, maka tidak ada lagi kesempatan untuk meramal kecuali jika diamati dalam keadaan iman yang benar, aqidah yang benar. Itulah sebabnya ia mengatakan:

Baca Juga:
Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Hadits 1384-1389 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

من أحييته منا فأحيه على الإسلام

“Barangsiapa yang Engkau hidupkan diantara kami,maka hidupkanlah dia di atas keislaman.” Maksudnya adalah amal shalih.

Dan,

ومن توفيته منا فتوفه على الإيمان

“Dan yang Engkau wafatkan diantaraka kami, maka wafatkanlah dia di atas keimanan.” Maksudnya adalah keyakinan yang benar.

Kemudian lanjutan do’a tersebut:

اللهم اغفر له وارحمه

“Ya Allah, ampunilah dia rahmatilah dia.”

Maghfirah, maksudnya adalah ditutupnya dosa-dosa dan diampuninya dosa-dosa tersebut. Adapun do’a meminta rahmat, maka do’a ini lebih besar lagi. Karena ketika seseorang mendapatkan rahmat, berarti dia mendapatkan apa yang dia inginkan dan diselamatkan dari apa yang dia tidak inginkan.

وعافه واعف عنه

“Selamatkanlah dia dan maafkanlah dia.”

Maksudnya adalah selamatkanlah dia dari adzab dan ampunilah dia. Maafkanlah apa yang ia lakukan dari dosa-dosa dan kesalahan.

وأكرم نزله

“Dan muliakanlah jamuannya.”

Yang dimaksud dengan “nuzul” adalah jamuan apa yang disediakan untuk tamu. Yaitu maksud dari do’a ini ‘jadikanlah jamuannya adalah jamuan yang mulia.”

ووسع مدخله

“Luaskanlah tempat masuknya.”

Yaitu luaskanlah kuburannya, luaskanlah tempat masuknya di surga nanti.

واغسله بالماء والثلج والبرد

“Dan bersihkanlah ia dengan air, dengan salju dan es.”

Tiga hal ini berlawanan dengan panasnya dosa-dosa. Yang dapat mendinginkan dosa-dosa tersebut dan memadamkan kobarannya.

ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس

“Dan bersihkanlah ia dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan sebagaimana dibersihkan kain putih dari kotoran.”

Yaitu pembersihan yang sempurna, sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Dan dikhususkan di sini “kain putih”, karena hilangnya kotoran dari kain putih lebih nampak daripada hilangnya kotoran dari kain yang berwarna.

Baca Juga:
Doa dalam Shalat dan setelah Tasyahud - Bagian ke-2 - Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du'a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

اللهم أبدله دارًا خيرًا من داره

“Dan gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya.” Masukkanla ia ke dalam surga tempat yang mulia sebagai ganti dari rumah dia di dunia yang telah ia tinggalkan.

وأهلا خيرًا من أهله

“Dan gantikanlah dia keluarga yang lebih baik dari mereka.” Yang dimaksud dengan “ganti” di sini yaitu bisa diganti orang-orangnya maupun diganti sifat-sifatnya. Adapun sifat-sifatnya yaitu jika dahulu keluarganya atau yang istrinya tua maka berganti menjadi wanita yang muda, yang buruk akhlaknya menjadi baik akhlaknya, yang tidak cantik menjadi cantik.

اللهم أدخله الجنة وأعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار

“Masukkanlah ia kedalam surga, lindungilah dia dari adzab kubur dan neraka.”

Kemudian seorang yang shalat jenazah mendo’akan orang yang telah meninggal agar dimasukkan ke dalam surga, diselamatkan dari neraka, juga diselamatkan dari fitnah kubur.

اللهم لا تحرمنا أجره

“Ya Allah janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya.”

Yaitu pahala yang didapatkan dari berbuat baik kepada orang yang telah meninggal dari do’a, shalat, dengan melaksanakan hak-haknya, juga dengan bersabar atas kehilangan orang tersebut.

ولا تضلنا بعده

“Dan janganlah engkau sesatkan kami setelah setelahnya”

Janganlah Engkau menjadikan kami orang terjatuh dalam kesesatan.

Ini adalah do’a yang sangat agung, do’a yang mencakup banyak hal. Yang mana do’a ini dikhususkan untuk orang yang telah meninggal, dimintakan ampunan, pemaafan, keselamatan dan agar dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dibaca di tempat yang mulia yaitu ketika shalat jenazah.

Ketika shalat jenazah ini, sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a agar seseorang yang telah meninggal mendapatkan rahmat. Karena ia telah dibawa kepada saudara-saudaranya sesama kaum muslimin agar mereka mendo’akannya dan agar mereka meminta kepada Allah ampunan dari dosa-dosanya dan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menghapuskan segala kesalahan-kesalahannya dan do’a ini InsyaAllah akan bermanfaat bagi orang yang telah meninggal dan ini di antara hal-hal yang menunjukkan kuatnya hubungan kasih sayang di antara sesama orang-orang yang beriman.

Baca Juga:
Hukum Duduk Istirahat - Hadits 303 - Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

Terakhir, yaitu bertakbir yang keempat dan satu kali salam ke kanan yang dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan setiap bertakbir. Dan apa yang disebutkan oleh Syaikh bin Baz Rahimahullah bahwasanya disunnahkan atau dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan setiap bertakbir, ini tertera dalam hadits yang shahih dari perbuatan sahabat Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma bahwasanya beliau mengangkat kedua tangannya setiap kali bertakbir ketika shalat jenazah. Dan ini menunjukkan bahwasanya apa yang beliau lakukan diambil dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena perbuatan ini tidak boleh dilakukan hanya sekedar menurut pendapat seseorang.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufikNya kepada kita semua.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Tata Cara Mengkafani Mayit

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.