Telegram Rodja Official

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah

By  | 

Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 10 Rabi’ul Awwal 1441 H | 8 November 2019 M.

Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ummatal Islam,

Allah dan RasulNya memerintahkan kita umat Islam untuk beramal shalih dalam ayat-ayat yang sangat banyak sekali. Allah berfirman:

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 140 - 142

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka saling berwasiat tentang kebenaran dan berwasiat tentang kesabaran.” (QS. Al-Ashr[103]: 1-3)

Allah juga menyebutkan bahwasannya penduduk surga masuk surga karena amalnya. Allah berfirman:

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Masuklah kalian ke dalam surga disebabkan oleh amalan-amalan kalian.” (QS. An-Nahl[16]: 32)

Karena sesungguhnya amalan itu hakikatnya nutrisi dan kekuatan untuk iman kita. Al-Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah di dalam kitab Ighatsatul Lahfan menyebutkan bahwasannya agar hati menjadi sehat, diantaranya yaitu dengan cara menjaga stamina hati kita dan menjaga stamina tiada lain kata beliau kecuali dengan beramal shalih, dengan kita shalat, dengan kita berpuasa, dengan kita membaca Al-Qur’an dan dzikir, dengan kita banyak beramal shalih yang lainnya.

Ummatal Islam,

Terlebih mereka yang hidup di akhir zaman seperti kita. Banyak sekali fitnah-fitnah yang melanda. Rasulullah sangat menekankan amalan shalih di zaman-zaman seperti itu. Sebagaimana Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya bahwa suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun dalam keadaan wajahnya merah. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لا إله إلا الله، مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنْ الْفِتَنِ وَمَاذَا فُتِحَ مِنْ الْخَزَائِنِ؟

Laa Ilaaha Illallah, fitnah-fitnah apa yang Allah turunkan malam hari ini dan perbendaharaan apa yang Allah turunkan pada malam hari ini?”

Baca Juga:
Membela Orang Yang Didzalimi Bagian 2

Kemudian Rasulullah bersabda:

مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُرَ

“Siapakah yang mau membangunkan pemilik-pemilik kamar itu, berapa banyak orang yang berpakaian di dunia tapi di akhirat ia telanjang.”

رُبَّ كَاسِيَةٍ فِـي الدُّنْيَـا عَارِيَةٍ فِي اْلآخِرَةِ

“Berapa banyak orang yang berpakaian di dunia, tapi di akhirat ia telanjang.” (HR. Bukhari)

Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari ketika mensyarah hadits ini beliau menyebutkan sebuah faidah yang agung. Yaitu bahwa ketika di masa fitnah melanda kita sangat dianjurkan untuk banyak bertaqarrub kepada Allah, untuk banyak beramal shalih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini dia Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda dalam hadits Riwayat Muslim:

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا.

“Segeralah -kata Rasulullah- untuk beramal shalih sebelum datangnya fitnah bagaikan bagian malam yang sangat gelap-gulita, diwaktu pagi seseorang dalam keadaan muslim, diwaktu sore ia telah kafir, diwaktu sore ia masih mukmin, diwaktu pagi ia sudah kafir, ia menjual agamanya untuk meraih kesenangan kehidupan dunia.” (HR. Muslim)

Di situ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَال

“Bersegeralah dengan amal.”

Mengapa?

Karena -kata para ulama- dengan amal shalihlah kita akan diselamatkan dari fitnah. Seseorang yang menyibukkan waktu-waktunya untuk ilmu dan amal, ia akan selamat dari fitnah. Tapi ketika seseorang tidak sibukkan dirinya dengan beramal shalih, dengan menuntut ilmu, ia akan terjerembab ke dalam fitnah-fitnah yang sangat dahsyat. Maka kewajiban kita untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu-waktu kita untuk beramal shalih. Karena apabila waktu tidak kita gunakan untuk itu semuanya, kebinasaan yang akan menghampiri diri kita.

Baca Juga:
Cara Beragama Islam Yang Benar

Ummatal Islam,

Amalan-amalan shalih itu sangat kita butuhkan. Bahkan itu adalah merupakan kebutuhan hidup kita. Kita lebih butuh kepada amal shalih daripada kepada makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman untuk kehidupan badan kita, sedangkan amalan shalih untuk kehidupan hati kita.

Maka saudaraku,

Kita ingin agar amal shalih itu menjadi sesuatu yang menghiasi hari-hari kita dan waktu-waktu kita. Maka kita wajib bersungguh-sungguh untuk beramal shalih.

Ummatal Islam A’azaniyallah wa Iyyakum,

Di sana ada amalan-amalan yang Rasulullah sebutkan bahwasannya kita sangat dianjurkan ketika fitnah melanda di akhir zaman ini. Apa di antara amalan tersebut?

Yang paling agung, yang paling besar yaitu istiqamah di atas ketaqwaan dan keimanan. Disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan Imam Muslim dalam shahihnya dan Imam An-Nasa’i dan sunannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا، وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا

“Umat Islam ini -kata Rasulullah- dijadikan kebaikannya di generasi pertamanya dan generasi akhirnya akan ditimpa musibah dan bencana.”

وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا، وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ مُهْلِكَتِي، ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ، فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ هَذِهِ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ، وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ، فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ،

“Nanti akan datang fitnah yang menjadikan fitnah setelahnya lebih berat dibandingkan fitnah sebelumnya, datanglah fitnah si Mukmin berkata, ‘Ini yang akan membinasakan aku.’ Kemudian fitnah itu pun pergi, lalu datang fitnah-fitnah yang lainnya. Si Mukmin kembali berkata, ‘Ini yang akan membinasakan aku.’ Rasul bersabda, ‘Siapa yang dizaman fitnah ingin diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga hendaklah kematian mendatanginya dalam keadaan ia beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat, dan hendaklah ia mendatangi manusia dengan pergaulan yang ia suka untuk didatangi dengannya.'”

Baca Juga:
Menjaga Kesehatan Mata Anak

Dua amal shalih yang Rasulullah berikan kepada kita untuk umat akhir zaman: Yang pertama kita usahakan bagaimana kita istiqamah sampai akhirnya kematian mendatangi kita dalam keadaan kita beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat. Yang kedua amalannya yang agung yaitu kita berakhlakul karimah, berakhlak yang baik kepada manusia. Sebagaimana dalam hadits tadi, ia mendatangi manusia dengan perbuatan yang ia suka untuk didatangi dengannya.

Apabila dia suka untuk didatangi dengan senyum, dia akan tersenyum kepada manusia. Apabila dia suka manusia bersopan-santun kepadanya, ia pun berusaha untuk bersopan-santun kepadanya. Itulah amalan yang ditunjukkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bagi mereka yang hidup di akhir zaman.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

Khutbah kedua – Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Ummatal Islam,

Kita hidup di zaman penuh fitnah. Yang Rasulullah sebutkan dalam hadits yang disebutkan tadi, seseorang diwaktu pagi dalam keadaan mukmin, diwaktu sore ia telah kafir. Para ulama menyebutkan yang dimaksud kafir di sini ada dua makna; kafir yang pertama adalah kafir besar yang mengeluarkan dari Islam atau yang kedua yaitu kafir kecil berupa maksiat-maksiat kepada Allah.

Baca Juga:
Penerapan Kaidah La Dharara wala Dhirar

Kita dapatkan di zaman ini, diwaktu pagi ia shalat subuh, ia berdzikir kepada Allah, diwaktu siang atau sore ia bermaksiat kepada Allah, ia jatuh kepada kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diwaktu sore ia shalat, berbuat kebaikan, ia berdzikir kepada Allah, ia berkata bertadharru’ kepada Allah, diwaktu pagi ternyata dia sudah berubah, ia pun berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Subhanallah..

Sepertinya yang disebut oleh Rasulullah, itulah zaman yang kita hidup padanya. Dimana maksiat merajalela. Kita lihat sebagian kaum muslimin menjual agamanya demi untuk mendapatkan sedikit kesenangan dunia. Seperti yang Rasulullah kabarkan dalam hadits tersebut.

Wahai saudaraku, wahai hamba Allah..

Selamatkan diri kita, wallahi.. selamatkan diri kita. Lari dari fitnah!

Kita berusaha untuk bertaqwa kepada Allah, bersungguh-sungguh bertaqwa kepada Allah dengan cara terus kita istiqamah di atas jalan yang haq, terus minta kepada Allah supaya dikuatkan hati ini di atas agamaNya. Karena itulah saudaraku, keselamatan yang paling besar, keselamatan di akhirat kita dari api neraka. Maka dari itulah kewajiban kita untuk terus menyibukkan diri dengan ilmu dan amal.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Baca Juga:
Ancaman bagi Para Pelaku Maksiat - Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

  اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الحَاجَات

اللهم تقبل أعمالنا يا رب العالمين، اللهم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم، اللهم اصلح ولاة أمورنا يا رب العالمين، واجعلنا من التوابين واجعلنا من المتطهرين

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Download mp3 Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.