Telegram Rodja Official

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Orang Yang Berilmu Takut Dengan Sebenarnya Kepada Allah

By  |  pukul 2:51 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 14 Februari 2020 pukul 4:50 pm

Tautan: https://rodja.id/2jt

Orang Yang Berilmu Takut Dengan Sebenarnya Kepada Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada 20 Jumadal Awwal 1441 H / 16 Januari 2019 M.

Download mp3 kajian sebelumnya: Al-Qur’an Sangat Jelas Dalam Dadanya Orang-Orang Yang Berilmu

Ceramah Agama Islam Tentang Orang Yang Berilmu Takut Dengan Sebenarnya Kepada Allah

Segi yang ke-12 dari keutamaan dan kemuliaan ilmu, Orang yang berilmu merekalah orang-orang yang takut dengan sebenarnya kepada Allah. Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang yang memiliki rasa takut yang sebenarnya kepada Allah bahkan Allah khususkan merekalah yang memiliki sifat ini di antara semua manusia.

Jadi khusus mereka yang bisa memiliki rasa takut yang sebenarnya kepada Allah Ta’ala. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّـهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّـهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Hanyalah para ulama yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan takut yang sebenarnya dikalangan manusia, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Fatir[35]: 28)

Baca Juga:
Hak-Hak Islam - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Kata Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala, ayat ini merupakan pembatasan/pengkhususan bahwa yang memiliki rasa takut kepada Allah di antara semua hamba-hambaNya, rasa takut itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang berilmu.

Jelas ini keutamaan yang besar. Rasa takut kepada Allah adalah wujud taqwa yang sebenarnya. Ketakutan yang sesungguhnya dari dalam hati manusia akan menjadikan hamba beribadah dengan khusyu’, inilah yang menjadikan hamba untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kemurkaanNya, inilah yang menjadikan hamba selalu hanya bersandar dan bergantung kepada Allah, mengikhlaskan agamanya untuk Allah dan semua kebaikan-kebaikan yang lainnya.

Kenapa orang yang berilmu dikhususkan dengan rasa takut?

Karena mereka yang mengenal Allah. Sifat-sifat kesempurnaan Allah di dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih. Siapa yang mengetahuinya? Tentu orang yang paling memahami Al-Qur’an dengan penafsiran yang benar. Orang yang selalu mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan pemahaman yang benar, mereka adalah orang-orang yang berilmu. Maka wajar kalau merekalah yang dikhususkan untuk memiliki rasa takut yang sebenarnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ini tentu tidak dimiliki oleh orang-orang selain mereka.

Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَّضِيَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ ﴿٨﴾

Baca Juga:
Di Balik Keramat Wali Allah - Bagian ke-1 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Balasan yang akan mereka dapatkan adalah surga-surga yang kekal, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah, balasan itu ditujukan bagi orang-orang yang memiliki rasa takut yang sesungguhnya kepada Allah.” (QS. Al-Bayyinah[98]: 8)

Berarti balasan ini ditunjukkan bagi orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah. Di ayat sebelumnya, yang memiliki rasa takut dengan ketakutan yang sesungguhnya kepada Allah hanyalah terbatas kepada orang-orang yang berilmu. Berarti balasan yang disebutkan di ayat ini ditujukan hanya kepada mereka.

Kata Ibnul Qayyim ketika mengomentari dua ayat ini, Allah telah mengabarkan di ayat yang pertama bahwa orang-orang yang memiliki rasa takut yang sesungguhnya kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Maka ini juga menunjukkan bahwa balasan yang disebutkan di ayat yang kedua, balasan itu bagi orang yang memiliki rasa takut yang sebenarnya kepada Allah. Berarti balasan yang disebutkan ini hanyalah untuk orang-orang yang berilmu dengan cara mengkompromikan dua ayat tersebut.

Penggabungan makna dua ayat ini melahirkan kesimpulan bahwa balasan yang Allah sebutkan di ayat yang terakhir ini karena Allah tutup dengan firmanNya, “itu adalah balasan bagi orang yang memiliki rasa takut yang sebenarnya kepada Allah.” Berarti balasan ini hanya ditujukan kepada orang-orang yang berilmu dengan cara kita mangkompromikan makna dua ayat tersebut. Jelas ini menunjukkan keutamaan besar dan kemudian. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkhususkan mereka dengan keutamaan dan kemuliaan.

Baca Juga:
Takut dan Berharap adalah Ibadah Hati - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Sahabat yang mulia Abdullah bin Ma’ud Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu berkata cukuplah dengan rasa takut kepada Allah itu sebagai ilmu dan cukuplah dengan sikap tertipu dihadapan Allah sebagai kejahilan. Jadi ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang melahirkan rasa takut kepada Allah, ini ilmu yang bermanfaat.

Berarti di sini dimaksudkan oleh beliau bahwa tidak semua yang dikatakan manusia sebagai ilmu melahirkan rasa takut. Karena ada ilmu yang tidak bermanfaat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang kita kenal bersama dalam shahih Muslim mengajarkan kepada kita do’a untuk berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat:

اللَّهُمَّ إِنّـِيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا.

Ya Allah … aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat (yakni ilmu yang tidak mewariskan amal dan rasa takut kepada Allah), dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan.(HR. Muslim)

Inilah ilmu yang tidak bermanfaat, melahirkan penyakit-penyakit buruk di hati manusia, menjadikannya tidak khusyu’, nafsu susah dikendalikan, do’a tidak dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini menunjukkan kepada kita bahwa keutamaan ilmu yang dimaksud tentu adalah ilmu yang benar-benar bermanfaat, ilmu yang dipuji dalam Islam, inilah ilmu yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk kita meminta kepada Allah.

Baca Juga:
Adab-Adab Membaca Al-Qur'an

Simak menit ke-11:52

Dengarkan dan Download MP3 Kajian Tentang Orang Yang Berilmu Takut Dengan Sebenarnya Kepada Allah


Jangan lupa untuk membagikan link download kajian ini melalui Facebook, Twitter atau yang lainnya. Jazakumullahu khoiron.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.