Telegram Rodja Official

Al-Jam'u Baina As-Sahihain

Hadits Berwudhu Dua Kali Dua Kali

By  |  pukul 1:45 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 18 Februari 2020 pukul 1:45 pm

Tautan: https://rodja.id/2ko

Hadits Berwudhu Dua Kali Dua Kali adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 18 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 15 Desember 2019 M.

Download kajian sebelumnya: Penjelasan Hadits Tentang Berwudhu

Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDF di sini

Kajian Ilmiah Tentang Hadits Berwudhu Dua Kali Dua Kali

Bab berwudhu dua kali dua kali. Artinya boleh dua kali dua kali, boleh tiga kali tiga kali (dan itu yang paling utama), dan boleh sekali sekali.

Hadits yang ke-94. Dari ‘Abdullah bin Zaid -semoga Allah meridhainya-  beliau ditanya, “Bagaimana engkau melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?” Maka beliau meminta bejana yang berisi air lalu beliau pun:

  • menuangkan air tersebut ke tangannya di luar bejana.
  • lalu beliau mencuci tangannya tiga kali.
  • kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana, lalu beliau berkumur-kumur dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung, dan tidak mungkin istintsar kecuali setelah istinsyaq dulu) dari satu telapak tangan (artinya berkumur-kumur, istinsyaq dan istintsar dari satu tangan sebagaimana sudah pernah kita sampaikan kemarin).
  • kemudian beliau memasukkan tangannya lalu beliau mengambil air dengannya, maka beliaupun mencuci wajahnya tiga kali.
  • kemudian beliau mencuci dua tangannya sampai siku-siku dua kali dua kali.
  • kemudian beliau mengambil dengan tangannya air, maka beliau mengusap kepalanya pergi dan datang. Dalam riwayat yang lain, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memasukkan telunjuknya ke telinganya , kemudian beliau mengusap telinganya dengan jempolnya.
  • kemudian beliau mencuci kedua kakinya lalu beliau berkata:
Baca Juga:
Menuntut Ilmu hingga Akhir Hayat (Ustadz Abuz Zubair Hawary, Lc.)

هَكَذَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ

“Demikian aku melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berwudhu.”

Dan dalam hadits Ibnu ‘Abbas, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berwudhu sekali-sekali. Artinya sekalik sekali boleh dan itu merupakan batasan yang wajib, lebih dari sekali sunah dan yang paling utama tiga kali tiga kali, kalau lebih dari tiga kali itu dianggap dosa. Karena disebutkan dalam satu riwayat:

فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا فَقَدْ أَسَاءَ وَظَلَمَ

“Siapa yang lebih dari tiga kali, sungguh ia telah berbuat buruk dan berbuat dzalim.”

Berarti tidak boleh lebih dari tiga kali.

Faedah Hadits Berwudhu 2 Kali 2 Kali

Tata cara ta’lim dengan praktek

Di sini ‘Abdullah bin Zaid mempraktekkan langsung tata cara wudhu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Sunnah mencuci dua tangan

Disunnahkan sebelum berwudhu untuk mencuci dua tangan di luar bejana. Dan ini sudah kita bahas kemarin.

Dari satu tangan

Bahwa yang sunnah, berkumur-kumur, intinsyaq dan istintsar itu dari satu telapak tangan, tidak dipisah. Karena hadits yang menyebutkan tentang Nabi memisahnya itu dhaif. Yang shahih dari hadits-hadits Nabi bahwa berkumur-kumur, istinsyaq dan istintsar itu dari satu telapak tangan sekaligus.

Mendahulukan yang kanan

Disunahkan mendahulukan yang kanan dari yang kiri. Ini juga pernah kita bahas kemarin.

Berbeda dalam jumlah pencucian anggota

Baca Juga:
Melawan Hawa Nafsu dan Meninggalkan Sebab-Sebabnya

Bolehnya berbeda dalam jumlah pencucian anggota. Karena disebutkan dalam hadits ini Nabi mencuci wajah tiga kali, tapi di sini disebutkan beliau mencuci tangannya dua kali, berkumurnya tiga kali, mencuci wajahnya tiga kali kemudian mencuci tangannya dua kali, kemudian tidak disebutkan berapa kali mencuci kakinya.

Berarti boleh -misalnya- wajahnya dicuci tiga kali, tangannya dua kali, kakinya hanya sekali, ini tidak masalah.

Cara mengusap kepala

Diantara tata cara mengusap kepala bisa dimulai dari belakang. Kalau kemarin dari depan kemudian ke belakang. Maka apakah boleh dari belakang ke depan? Boleh seperti ini juga, yang penting semuanya mengenai. Karena dalam satu riwayat yang lain demikian disebutkan. Tapi yang kebanyakan riwayat itu dari depan dulu kemudian diseret ke belakang. Dan boleh juga dari depan kita seret ke belakang sekali, boleh. Sebagaimana sudah disebutkan bahwa itu semua ada riwayatnya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Simak penjelasannya pada menit ke-8:50

Download MP3 Kajian Penjelasan Hadits Berwudhu Dua Kali Dua Kali

Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Baca Juga:
Menjual Buah-Buahan Sebelum Matang

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

63 ÷ 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.