Telegram Rodja Official

Tematik

Petunjuk-Petunjuk Al-Qur’an Untuk Menghadapi Wabah Penyakit

By  | 

Petunjuk-Petunjuk Al-Qur’an Untuk Menghadapi Wabah Penyakit adalah kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 14 Rajab 1441 H / 09 Maret 2020 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Petunjuk-Petunjuk Al-Qur’an Untuk Menghadapi Wabah Penyakit

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, juga kepada seluruh keluarga dan para sahabatnya.

Para pemirsa dan pendengar yang semoga dimuliakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, ketahuilah bahwasanya Al-Qur’anul Karim adalah kitab petunjuk. Didalamnya ada petunjuk untuk seluruh manusia, untuk kebaikan, kebahagiaan dan kesuksesan mereka di dunia dan di akhirat. Dan Al-Qur’an memberi petunjuk untuk setiap hamba dalam segala musibah, dalam segala bencana, bahkan dalam segala perkara dan urusannya menuju jalan yang benar dan cara yang dibenarkan dalam Al-Qur’an. Dan senantiasa seorang hamba diatas kebaikan selama dia mengambil petunjuk dari petunjuk-petunjuk Al-Qur’an.

Kaum muslimin sekalian, saat ini manusia banyak membicarakan tentang suatu musibah yang besar yang ditakuti oleh kebanyakan manusia, yaitu virus yang terkenal dengan virus Corona. Yang mana manusia banyak membicarakan tentang pengaruh dan bahaya yang ditimbulkan oleh virus ini. Juga mereka membicarakan tentang cara untuk menghindar dan selamat dari virus tersebut. Dan pada sore hari ini kita akan membicarakan tentang petunjuk-petunjuk Al-Qur’an dan cara-cara yang dapat menerangkan jalan seorang mukmin untuk menghadapi permasalahan seperti ini. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ هَـٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Sesungguhnya Al-Qur’an memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Isra[17]: 9)

1. Allah yang mentakdirkan musibah tersebut

Diantara petunjuk-petunjuk Al-Qur’an yang sangat agung yaitu bahwasanya seorang hamba tidak akan ditimpa suatu musibah kecuali Allah telah menuliskan dan mentakdirkan musibah tersebut. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّـهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّـهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ ﴿٥١﴾

Katakanlah: Tidak akan menimpakan kami kecuali apa yang Allah telah tuliskan untuk kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakal orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah[9]: 51)

Juga Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Thaghabun[64]: 11)

Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّـهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢﴾

Tidak ada suatu musibah yang turun di bumi juga yang menimpa diri-diri kalian kecuali telah dituliskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Hadid[57]: 22)

Maka tidaklah seorang hamba ditimpa satu musibah kecuali apa yang Allah telah tuliskan kepadanya. Maka sungguh seorang hamba sangat butuh dalam kondisi seperti ini untuk selalu memperbaharui keimanannya, memperbaharui keyakinannya terhadap takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan bahwasanya semua yang ditulis pasti terjadi. Dan apa yang menimpa seorang hamba tidak akan meleset darinya dan apa yang meleset dari seorang hamba tidak akan menimpanya dan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala inginkan pasti terjadi dan apa yang Allah tidak inginkan tidak akan terjadi.

Baca Juga:
Penamaan Syar'i Bagi Ahlussunnah

2. Yang bisa mengangkat marabahaya hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala

Para pemirsa dan pendengar yang semoga dimuliakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Petunjuk yang kedua dalam kondisi seperti ini wahai kaum muslimin sekalian, hendaklah kita mengetahui bahwasanya yang bisa mengangkat marabahaya hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tidak ada yang bisa mengangkat bahaya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada yang bisa menolak musibah kecuali Dia. Dan sungguh semua takdir seorang hamba di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua dibawah keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Segala sesuatu di bawah kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah yang memberi, Allah yang menghalangi, Allah yang mengangkat, Allah yang merendahkan, Allah yang menyempitkan, Allah yang meluaskan, Allah yang memuliakan, Allah yang menghinakan, segala keputusan di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya Allah yang menciptakan segala sesuatu.

Maka seorang mukmin harus selalu yakin kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahwasanya tidak ada yang bisa mengangkat marabahaya, tidak ada yang bisa menghilangkan kesulitan, tidak ada yang bisa mengangkat kesusahan kecuali Allah Tuhan semesta alam. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَـٰهٌ مَّعَ اللَّـهِ

Siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kondisi kesulitan kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ia berdoa kepadaNya dan menghilangkan kesusahannya dan menjadikan kalian pemimpin-pemimpin di muka bumi. Apakah ada Tuhan selain Allah?” (QS. An-Naml[27]: 62)

Juga Allah berfirman:

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا ﴿٥٦﴾

“Katakanlah: Panggillah Tuhan yang kalian anggap selain Allah, mereka tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan untuk mengangkat marabahaya dari kalian juga mereka tidak mampu memindahkannya.”

Juga Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

قُلْ أَفَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّـهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّـهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ

“Katakanlah: Terangkanlah kepadaku apa yang kalian seru selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika Allah menginginkan kepadaku marabahaya, apakah sesembahan-sesembahan tersebut bisa menangkap marabahaya tersebut? Atau Allah menginginkan rahmat kepadaku, apakah sesembahan-sesembahan tersebut mampu menahan rahmatNya?”

Juga Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿١٧﴾

Dan jika Allah menimpakan marabahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Dia. Dan jika Allah menimpakan kebaikan kepadamu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-An’am[6]: 17)

Juga Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴿١٠٧﴾

Dan jika Allah menimpakan marabahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Dia. Dan jika Allah menginginkan kebaikan kepadamu maka tidak ada yang bisa menolak karuniaNya. Allah memberikan kebaikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari para hambaNya dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus[10]: 107)

Baca Juga:
Tafsir Surat 'Abasa - Bagian ke-2 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Maka yang bisa mengangkat marabahaya, mengangkat musibah dan menghilangkan segala kesulitan, hanyalah Allah Tabaraka wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Dan ini mengantar kita kepada petunjuk yang ketiga dalam bab ini, yaitu agar kita bertawakal hanya kepada Allah.

3. Bertawakal hanya kepada Allah

Petunjuk yang ketiga -kaum muslimin dan muslimat sekalian- yaitu bertawakal hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyerahkan segala urusan hanya kepadaNya dan berdoa hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, Allah akan mencukupinya dan barangsiapa yang berlindung kepadaNya, Allah akan melindunginya. Allah Ta’ala berfirman:

أَلَيْسَ اللَّـهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya?” (QS. Az-Zumar[39]: 36)

Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

…وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّـهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ﴿٣﴾

Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan menyelesaikan segala urusannya dan Allah telah menetapkan keputusanNya untuk tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Talaq[65]: 3)

Allah telah memberikan untuk setiap sesuatu yaitu suatu waktu. Maka janganlah -wahai Anda yang bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala- merasa lambat, janganlah Anda tergesa-gesa, dan perkuatlah tawakal Anda kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, perkuatlah harapan Anda hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Percayalah kepada Allah, yakinlah dengan janji Allah yang sangat agung. Dan Allah ‘Azza wa Jalla akan memberikan taufik kepada orang yang bertawakal hanya kepadaNya, dan Allah akan mencukupi orang yang berlindung kepadaNya.

Oleh karena itu -hamba Allah sekalian- seyogyanya seorang hamba untuk senantiasa bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam segala gerak-geriknya. Karena dalam sebuah hadits yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ ‏”‏ يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ

“Jika seseorang keluar dari rumahnya dan membaca doa, ‘Dengan memohon pertolongan kepada Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ Maka dikatakan kepada orang yang membaca doa tersebut, ‘Anda telah diberi hidayah, anda telah dicukupkan dan telah dilindungi.'” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

4. Memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Para pendengar dan pemirsa yang semoga dimuliakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, petunjuk yang keempat dalam kondisi seperti ini yaitu hendaklah seorang mukmin memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena doa adalah kunci segala kebaikan. Keselamatan dari segala musibah dan perlindungan dari semua ketakutan. Doa adalah senjata dari seseorang yang beriman. Dan doa bermanfaat untuk menolak musibah dan mengangkatnya. Bahkan doa adalah musuh dari musibah. Doa akan menghalangi dan menolak, juga menjadi sebab terlindungnya seorang muslim dari musibah yang akan turun. Dan apabila musibah itu seperti anak panah, maka doa seperti tameng yang melindungi dengan izin Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Oleh karena itu seyogyanya seorang hamba menjadikan doa sebagai tameng dan memperkuat harapan dan memperbanyak doa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirma:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ﴿٦٠﴾

“Dan Tuhan kalian mengatakan: Berdoa hanya kepadaKu, sungguh Aku akan mengabulkan doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepadaKu akan masuk ke dalam neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir[40]: 60)

Baca Juga:
Sifat Shalat Sunnah Nabi - Silsilah Dauroh Fiqih Shalat

Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ ﴿١٨٦﴾

Dan jika hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang Aku maka sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka melaksanakan segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah[2]: 186)

Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ﴿٥٥﴾

“Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّـهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ ﴿٥٦﴾

Dan janganlah kalian melakukan kerusakan di atas muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah dekat dari orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf[7]: 55)

Juga nanti kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ

“Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi)

Maka seharusnya seorang hamba selalu memperhatikan perkara ini, memperbanyak doa untuk dirinya, untuk kerabatnya dan untuk seluruh kaum muslimin. Karena Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang shahih:

إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

“Sesungguhnya doa bermanfaat untuk musibah yang akan turun, musibah yang telah turun dan musibah yang akan turun, maka hendaklah kalian wahai hamba Allah memperbanyak doa.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dihasankan oleh Al-Albani)

Untuk musibah yang turun, doa akan mengangkatnya. Dan musibah yang belum turun, maka doa akan menghalanginya. Maka doa ini bermanfaat untuk musibah yang telah turun dan musibah yang belum turun.

Oleh karena itu seyogyanya bagi seorang hamba untuk memperbanyak doa dan memperkuat keyakinannya dan kepercayaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan diantara doa-doa yang bermanfaat dalam kondisi seperti ilmu yaitu doa yang tertera dalam sunan Abi Dawud dan selainnya dari hadits Anas Radhiyallahu ‘Anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يَقُولُ: “اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوُذُ بِكَ مِنَ الْبرَصِ، وَالجُنُونِ، والجُذَامِ، وسّيءِ الأَسْقامِ”

“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dahulu senantiasa berlindung diri dari penyakit belang, penyakit lepra, penyakit gila dan penyakit-penyakit buruk yang lain.” (HR. Abu Dawud)

Juga dalam hadits yang shahih, Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam berlindung diri dari jahdil bala pada setiap kawat sama atau tidak ada itu musibah yang berat ditimpa kesengsaraan takdir yang buruk dan cemoohan musuh dan nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kawah terindah yg menjadi dybalaSave data

اللهمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari musibah yang berat, ditimpa kesengsaraan, takdir yang buruk dan cemoohan musuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَماتَةِ الأَعْدَاءِ

“Berlindung dirilah kepada Allah dari musibah yang berat, ditimpa kesengsaraan, takdir yang buruk dan cemoohan musuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:
Hak Persahabatan - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

5. Dunia ini adalah kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan

Petunjuk yang kelima dalam kondisi seperti ini, hendaklah kita mengetahui dan meyakini bahwasanya kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhlukNya dan menciptakan seluruh manusia untuk diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka perhatikanlah ayat-ayat berikut ini. Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ﴿٢﴾

Allah, Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan agar menguji kalian siapakah diantara kalian yang terbaik amalannya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk[67]: 2)

Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿١٦٥﴾

Dialah yang menjadikan kalian pemimpin-pemimpin di atas muka bumi dan mengangkat dan meninggikan sebagian derajat dari sebagian yang lain agar menguji kalian terhadap apa yang telah diberikan kepada kalian. Sungguhnya Tuhan kalian Maha cepat hukumannya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-An’Am[6]: 165)

Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلً

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan ‘ArsyNya di atas air agar menguji kalian siapa di antara kalian yang terbaik amalannya.” (QS. Hud[11]: 7)

Ini adalah 3 ayat dari Al-Qur’an yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan kepada kita bahwasannya Allah menciptakan seluruh alam ini (langit dan bumi) dan menciptakan seluruh manusia agar Allah menguji mereka siapa di antara mereka yang terbaik amalannya.

وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ ﴿٣٥﴾

Dan Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai bentuk ujian untuk kalian dan hanya kepada Kami kalian dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya[21]: 35)

Oleh karena itu seyogyanya dan seharusnya kita mengetahui bahwasanya kenikmatan dunia pasti dicampuri dengan kesakitan, kebahagiaannya tercampur dengan kesedihan, kesehatannya tercampur dengan penyakit, kekayaannya tercampur dengan kemiskinan. Dan seorang hamba pasti diuji di kehidupan dunia ini. Akan tetapi segala urusannya dan segala ujiannya akan berakhir dengan kebaikan dan kemuliaan sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

جَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأِحَدٍ إِلاَّ للْمُؤْمِن: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خيْراً لَهُ

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya seluruhnya seluruh urusannya adalah baik dan hal itu tidak dimiliki kecuali seorang yang beriman: jika ia mendapatkan kebaikan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia mendapatkan musibah ia bersabar dan itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-namaNya yang indah dan sifat-sifatNya yang luhur. Dan Allah yang tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Dia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat dari kita dan seluruh kaum muslimin dimanapun mereka berada segala musibah dan segala kesulitan. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan segala musibah dan segala bencana. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita semuanya sebagaimana Allah menjaga hamba-hambaNya yang shalih.

Baca Juga:
Bahaya Berbicara Seenaknya Dalam Masalah Agama - Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 169-172

6. Yang bisa menyembuhkan dan memberikan kecukupan hanyalah Allah

Kaum muslimin sekalian, petunjuk yang ke-6 dalam kondisi seperti ini yaitu seorang mukmin hendaklah mengetahui dari petunjuk Al-Qur’an bahwasanya yang bisa menyembuhkan dan yang bisa memberikan kecukupan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak ada sekutu bagiNya. Dan perhatikanlah perkataan Khalilurrahman (kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala) yang Allah ceritakan dalam firmanNya, ia mengatakan:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ﴿٨٠﴾

Dan apabila aku ditimpa penyakit, maka Dialah yang menyembuhkan aku.“(QS. Asy-Syu’ara[26]: 80)

Juga dalam hadits yang shahih, Nabi kita ‘Alaihish Shalatu was Salam, jika dibawa kepadanya seorang yang sakit, beliau berdoa:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِى لا شِفَاءَ إِلا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah Tuhan manusia yang menghilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, Engkau Maha penyembuh. Tidak ada yang menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak ada sisa penyakit didalamnya.” (HR. Bukhari)

Maka segala kesembuhan ditangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan berdoa untuk disembuhkan yaitu seseorang berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Allah menyembuhkannya dan ini adalah doa yang sangat bermanfaat yang sangat berfaedah. Maka berdoalah kepada diri Anda dan juga kepada saudara-saudara Anda kaum muslimin.

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-namaNya indah dan sifat-sifatNya yang luhur, semoga Allah memberi kesembuhan kepada orang-orang yang sakit diantara kita dan seluruh orang-orang sakit dari kaum muslimin. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meringankan kesedihan orang-orang yang sedih dan mengangkat musibah orang-orang yang tertimpa musibah. Dan kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga Allah mengangkat dari kita dan menolak dari kita dan dari seluruh kaum muslimin di semua tempat segala musibah, segala bencana dan segala kesulitan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menerima doa-doa kita semua.

Apa yang kita sebutkan tadi ada 6 kiat-kiat dalam menghadapi apa yang kita hadapi saat ini (yaitu wabah virus corona). Juga mungkin sangat bermanfaat apabila kita tambahkan beberapa hadits-hadits yang berkaitan tentang perkara ini yang insya Allah kita bisa mengambil manfaat yang sangat besar dari hadits-hadits ini.

1. Hadits dari sahabat Utsman bin ‘Affan

Yang bermanfaat dalam kondisi seperti ini diantaranya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, beliau pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قَالَ : بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ

“Barangsiapa yang membaca: Bismillah, alladzi laa ya dhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi walafissama wahuwassamiul ‘alim (Dengan menyebut nama Allah, tidak akan membahayakan dengan menyebut namaNya segala sesuatu di langit dan di bumi. Dan dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) dibaca doa ini tiga kali, dia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai dipagi hari. Dan apabila dia baca di pagi hari tiga kali, maka juga tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai di sore hari. (HR. Abu Dawud dan selainnya)

2. Hadits dari sahabat Abdullah bin Umar

Yang kedua yaitu hadits dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhu, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Baca Juga:
Tidak Masuk Surga Kecuali Jiwa Yang Muslim

مَنْ فُتِحَ لَهُ مِنْكُمْ بَابُ الدُّعَاءِ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَمَا سُئِلَ اللَّهُ شَيْئًا يَعْنِي أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يُسْأَلَ الْعَافِيَةَ

“Barangsiapa yang dibukakan untuk dirinya pintu berdoa, maka berarti telah dibukakan untuknya pintu-pintu rahmat. Dan tidaklah Allah diminta kepadaNya sesuatu yang lebih Allah cintai dari diminta dariNya keselamatan.” (HR. Tirmidzi)

Juga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

“Sesungguhnya doa bermanfaat untuk segala musibah yang telah turun dan segala yang belum turun. Maka -wahai hamba-hamba sekalian- hendaklah kalian memperbanyak doa.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dihasankan oleh Al-Albani)

3. Hadits dari sahabat Bilal

Yang ketiga dari sahabat Bilal, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ

“Hendaklah kalian memperbanyak shalat malam karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya Qiyamul Lail adalah kedekatan kepada Allah, penghalang dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan-kesalahan dan mengusir dari segala penyakit dari dari tubuh.” (HR. Tirmidzi dan selainnya)

Masih ada beberapa hadits-hadits yang lain, namun kita tutup dengan hadits ini. Yaitu dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau mengatakan:

لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَعُ هَؤُلَاءِ الدَّعَوَاتِ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ

“Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah meninggalkan doa-doa ini ketika pagi dan ketika sore.” Yaitu doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah aku memohon kepadaMu keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah aku memohon kepadaMu ampunan dan keselamatan pada agamaku, pada duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku, amankanlah rasa takutku. Ya Allah jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku dan dari atasku. Dan aku berlindung diri kepadaMu dari aku dibunuh dari bagian bawahku. (HR. Ahmad dan selainnya)

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga Allah senantiasa menolong kita, menjaga kita dan mengangkat dari kita segala musibah, kesulitan dan bencana. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita semua sebagaimana Allah menjaga hamba-hambaNya yang shalih.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Petunjuk-Petunjuk Al-Qur’an Untuk Menghadapi Wabah Penyakit

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat juga: radio streaming, khutbah jumat, menjaga amal, ceramah agama, ceramah lucu, khutbah idul adha, kultum, ceramah singkat, shalawat, shalat jenazahrukun imanrukun Islam, ziarah kubur, shalat berjamaah, amar ma’ruf nahi munkar, belajar bahasa arab, ikhlas, adab, sedekah, hadits, hadits arbain, Laa Ilaaha Illallah,  

4 Comments

  1. Hergi

    Senin, 23 Maret 2020 at 10:01 PM

    Benar bertawaqal kpd Alllah swt dari semua musibah, namun Allah swt juga memberi akal kpd manusia untuk berikhtiar…. Ikhtiar ini yg tak ada dalam artikel ini….

  2. Armansyah

    Rabu, 18 Maret 2020 at 10:27 PM

    Assalamualaikum sangat bermanfaat ustadz ilmunya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.