Telegram Rodja Official

Tematik

Hadits Tentang Puasa Ramadhan – Tarhib Ramadhan

By  |  pukul 10:32 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 23 April 2020 pukul 5:35 pm

Tautan: https://rodja.id/2m1

Hadits Tentang Puasa Ramadhan – Tarhib Ramadhan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. hafidzahullah pada 28 Sya’ban 1441 H / 22 April 2020 M.

Ceramah Agama Islam Pembahasan Hadits Tentang Puasa Ramadhan – Tarhib Ramadhan

Ramadhan akan segera mendatangi kita. Dan tentunya setiap orang-orang yang yang mengharapkan Allah dan kehidupan akhirat bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan. Dan dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kabar gembira kepada para sahabat dengan kedatangan bulan Ramadhan.

Bergembira dengan datangnya Ramadhan

Dalam sebuah hadits yang dishahihkan oleh Syaikh Albani Rahimahullah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ

“Datang kepada kalian bulan Ramadhan”

شَهْرٌ مُبَارَكٌ

“Sebuah bulan yang diberkahi”

فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ

“Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya”

تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ

“Dibuka padanya pintu-pintu langit”

وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ

“Dan dikunci padanya di bulan tersebut pintu-pintu neraka jahannam”

وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ

“Dan diikat padanya setan-setan yang jahat”

لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Dan di bulan tersebut ada sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.”

مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Siapa yang terhalang dari kebaikan bulan Ramadhan sungguh ia telah terhalang dari kebaikan.” Hadits ini sanadnya terputus antara Abu Qilabah dan Abu Hurairah, namun menurut Syaikh Albani hadits ini shahih dengan jalan-jalan yang lainnya.

Baca Juga:
Larangan Bagi Keluarga Mayit Membuat Makanan Untuk Para Tamu

Al-Hafidz Ibnu Rajab dalam kitab Lathaiful Ma’arif berkata bahwa hadits ini merupakan dasar atau dalil dimana orang-orang mengucapkan selamat satu sama lainnya dengan kedatangan bulan Ramadhan. Artinya ini merupakan perbuatan salafush shalih, apabila datang bulan Ramadhan, mereka mengucapkan selamat satu sama lain.

Maka saudaraku sekalian, bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan? Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan didalamnya pahala yang sangat besar. Lihat, Nabi mengatakan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, sebuah bulan yang diberkahi.”

Apa itu barokah?

Kata para ulama, barokah berarti tambahan dalam kebaikan. Lihatlah kebaikan-kebaikan yang ada di bulan Ramadhan luar biasa. Di siang hari kita berpuasa, menahan dahaga, lapar, semua karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang shiyam Ramadhan karena iman dan berharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Subhanallah.. Di malam harinya kita qiyam. Disyariatkan kita untuk shalat tarawih. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang qiyam Ramadhan bahan karena iman dan berharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Subhanallah..

Berpuasa di bulan Ramadhan penyebab datangnya ampunan, shalat tarawih di bulan Ramadhan penyebab datangnya ampunan, luar biasa.

Baca Juga:
Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Pahala-Pahala Dilipatgandakan

Dan di bulan Ramadhan pula pahala-pahala dilipatgandakan oleh Allah, terlebih pahala sedekah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di bulan Ramadhan, sedekahnya semakin meningkat. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dikabarkan oleh  Ibnu Abbas dalam riwayat Bukhari. Kata Ibnu Abbas:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam manusia yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat bertemu dengan Jibril.” (HR. Bukhari)

Subhanallah.. saudaraku sekalian,

Pintu-Pintu Kebaikan

Sedekah sangat ditekankan di bulan Ramadhan, shalat malam di bulan Ramadhan sangat ditekankan di bulan Ramadhan. Apalagi puasanya, Allah telah wajibkan kepada kita. Dan tiga perkara ini adalah merupakan pintu-pintu kebaikan. Dalam hadits riwayat Tirmidzi, dari Muadz bin Jabal -semoga Allah meridhainya- bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Muadz bin Jabal:

أَلَا أَدُلُّك عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟

“Maukah aku tunjukan kepada engkau wahai Mu’adz kepada pintu-pintu kebaikan?”

MasyaAllah.. Kenapa disebut pintu? Karena kalau kita melakukan perkara-perkara ini, akan terbukalah pintu-pintu kebaikan kepada kita.

Lihat juga:

Lalu kata Mu’adz bin Jabal: “Mau wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الصَّوْمُ جُنَّةٌ

“Puasa itu perisai.”

Perisai dari apa? Dalam satu riwayat yang lain disebutkan:

جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Baca Juga:
Kesimpulan Akhir Kitab Al-Ubudiyah

“Yang akan memerisai seorang hamba dari api neraka.”

Subhanallah..

Lalu -kata Rasulullah- apa pintu kebaikan yang kedua:

و الصدقةُ تُطفِئُ الخطيئةَ كما يُطفئُ الماءُ النارَ

“Sedekah itu bisa memadamkan dosa sebagaimana air bisa memadamkan api.”

Yang ketiga -kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- apa pintu kebaikan itu?

وَصَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ

“Dan shalatnya seseorang di tengah malam.”

Ternyata di bulan Ramadhan, tiga pintu kebaikan ini ada. Kita berpuasa di siang hari, kita shalat tarawih di malam hari dan kita berusaha untuk memperbanyak sedekah. Terlebih memberikan makan kepada orang-orang yang berbuka puasa. Keberkahan luar biasa di bulan Ramadhan ini. Kebaikan yang luar biasa Allah bukakan sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan.

Meraih Surga

Makanya untuk meraih surga di bulan Ramadhan sangat mudah sekali. Disebutkan dalam satu hadits:

وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Dan Allah memiliki hamba-hamba yang Allah merdekakan dari api neraka disetiap malam bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

Adapun riwayat yang menyebutkan bahwa pemerdekaan dari api neraka itu hanya terjadi di 10 terakhir itu hadits yang dhaif bahkan munkar kata para ulama. Yang shahih, pemerdekaan dari api neraka itu terjadi di setiap malam bulan Ramadhan.

Keberkahan Ramadhan

Saudaraku sekalian, lihat keberkahan Ramadhan. Jangan kita melihat keberkahan Ramadhan dari sisi makanan, minuman dan yang lainnya. Keberkahan yang hakiki adalah keberkahan dalam amalan shalih. Puasa saja, ini adalah ibadah yang luar. Kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ

Baca Juga:
Sakit Penggugur Dosa - Kitab Al-Adab Al-Mufrad

“Hendaklah kalian berpuasa karena puasa itu tidak ada tandingannya.” (HR. Imam Ahmad dan An-Nasa’i)

Subhanallah.. Bahkan ibadah-ibadah yang lainnya ditulis oleh Allah 10 sampai 700 kali lipat. Lalu Allah Ta’ala berfirman dalam hadits riwayat Muslim:

إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Kecuali puasa, karena sesungguhnya ia untukku dan Aku yang akan langsung memberikan balasan.” (HR. Muslim)

Kata para ulama, ini menunjukkan bahwa pahala puasa lebih dari 700 kali lipat. MasyaAllah.. Barokah di bulan Ramadhan. Kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

شَهْرٌ مُبَارَكٌ

“Bulan yang penuh berkah”

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan puasa di bulan Ramadhan karena ada hikmah yang besar yang Allah inginkan. Yaitu supaya kita menjadi hamba yang bertaqwa.

Saudaraku, bukankah taqwa adalah merupakan modal dan bekal terbesar untuk menuju kehidupan akhirat? bukankah Allah Ta’ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

Berbekallah kalian, sesungguhnya sebaik-baik perbekalan itu adalah taqwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 197)

Taqwa adalah sebaik-baik perbekalan.

Dibuka pintu-pintu langit

تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ

“Dibuka padanya pintu-pintu langit”

Dalam satu riwayat Tirmidzi: “Dibuka padanya pintu-pintu surga.” Artinya amalan-amalan diangkat ke langit. Artinya kesempatan kita untuk meraih surga sangat mudah sekali. Maka sungguh sangat celaka orang yang masuk bulan Ramadhan lalu kemudian keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan dia tidak mendapatkan ampunan. Sebagaimana dalam riwayat Imam Ahmad dengan lafadz:

Baca Juga:
Hukum Mengeluarkan Mani di Luar Kemaluan Istri - Kajian Hadits 1462 - 1468 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celaka seorang hamba, masuk bulan Ramadhan, lalu ia keluar dari bulan Ramadhan ternyata dia belum mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

“Celaka” kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dalam satu riwayat yang lain:

رَغِمَ أَنْفُ

“Terhina” Orang yang masuk bulan Ramadhan lalu kemudian ia keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan ia tidak mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kesempatan untuk mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan sangat besar sekali. Kita berpuasa Ramadhan karena Allah, itu saja sudah dapat mendatangkan ampunan. Kita shalat tarawih setiap malam, itu saja sudah mendapatkan ampunan dari Allah. Terlebih kalau kita ikutkan dengan amalan-amalan shalih yang lain seperti membaca dengan cara membaca Al-Qur’an, kita sibuk dengan banyak berdzikir kepada Allah, kita banyak bersedekah, sungguh ini kesempatan yang luar biasa.

Dikunci pintu-pintu neraka jahannam

MasyaAllah.. Dalam satu riwayat Tirmidzi:

إذا كان أوَّلُ ليلةٍ من رمضان نادي مُنادٍ: يا باغِي الخير أَقبل، ويا باغِي الشَّرِّ أَقصر

“Apabila di awal malam bulan Ramadhan, akan ada Malaikat yang menyeru: “Wahai kamu yang menginginkan kebaikan kemarilah, ini di bulan yang penuh berkah, wahai kamu yang menginginkan keburukan tahanlah.”

Maka kalau ada orang di bulan Ramadhan masih tetap berbuat maksiat, itu menunjukkan akan keburukan jiwanya. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda lagi:

Baca Juga:
Mukadimah dan Kitab Al-Iman - Al-Jam'u Baina As-Sahihain

وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ

“Dan diikat padanya setan-setan yang jahat”

Kata Syaikh Muqbil, hadits ini menunjukkan bahwa yang diikat itu tidak semua jin. Yang diikat adalah jin-jin yang durhaka. Maka kalau ada di bulan Ramadhan yang masih kemasukan setan, karena memang tidak semua jin diikat.

Malam yang lebih baik dari seribu bulan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Dan di bulan Ramadhan ada sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.”

Allah berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾

 Simak kajian Hadits Tentang Puasa Ramadhan – Tarhib Ramadhan ini selanjutnya pada menit ke-16:25

Download mp3 Kajian Hadits Tentang Puasa Ramadhan – Tarhib Ramadhan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

72 + = 78

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.