Telegram Rodja Official

Tematik

Menggapai Keberkahan Ramadhan

By  |  pukul 10:48 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 23 April 2020 pukul 10:48 am

Tautan: https://rodja.id/2m2

Menggapai Keberkahan Ramadhan adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang  disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada 28 Sya’ban 1441 H / 22 April 2020 M.

Kajian Tentang Menggapai Keberkahan Ramadhan

Tema yang kita angkat pada kesempatan kali ini adalah menggapai berkah Ramadhan. Tema ini sengaja saya angkat sebagai persiapan kita untuk memasuki bulan Ramadhan. Untuk tahun ini khususnya bulan Ramadhan terasa berbeda dan sangat-sangat berbeda. Dikarenakan kita berpuasa dalam keadaan mewabahnya penyakit covid-19. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala segera/tanpa tunda mengangkat penyakit covid-19 tersebut dari atas muka bumi ini.

Dan oleh karenanya benar-benar sabda Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang bulan Sya’ban. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ditanya kenapa beliau memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

“Itu adalah bulan yang manusia banyak lalai didalamnya, terletak antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan.” (HR. An-Nasa’i)

Lihat: Keutamaan Bulan Sya’ban Yang Terlalaikan

Sebagaimana sudah saya katakan, benar-benar bulan Sya’ban kali ini melainkan sebagian orang karena terlalu sibuk dengan pembicaraan-pembicaraan covid-19 sehingga hangatnya penyambutan bulan Ramadhan pun terasa berkurang. Inilah sebab kenapa saya mengangkat tema ini. Agar menghimbau kepada kaum muslimin, bagaimanapun keadaan kita, sempitnya keadaan sebagian orang dengan menghadapi covid-19 ini, maka tetap kita wajib bergembira, kita harus bersyukur, kita harus riang gembira dengan datangnya Ramadhan bulan yang penuh dengan berkah ini, 1441 Hijriah.

Baca Juga:
Anjuran Untuk Selalu Bertawakal kepada Allah

Jadi itu tujuan utama. Agar mengangkat perasaan kaum muslimin bahwa kita sedang menghadapi bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang semestinya kita harus hadapi, kita harus sambut dengan sukacita. Maka kaum muslimin Hafidzakumullahu Ta’ala, kita mengangkat tema menggapai berkah Ramadhan. Berarti secara tidak langsung tema ini menjelaskan kepada kita bahwasannya Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah. Dan ini disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i, Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Imam Al-Albani Rahimahullah. Bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bercerita Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah.”

Jadi, ayolah kaum muslimin, saya tahu kita semua sempit dengan covid-19, tapi ayolah tetap bergembira, tetap menyambut dengan sukacita Ramadhan, tetap bersyukur dan berdoa kepada Allah agar dimasukkan ke dalam bulan yang penuh dengan berkah ini.

Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saja seakan-akan ingin memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya pada waktu itu. “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah.” Dalam keadaan sempit, mewabahnya covid-19, tetaplah tersenyum. Karena anda akan berhadapan dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah. Dalam keadaan sempit mewabahnya covid-19, tetaplah sukacita. Karena anda berhadapan dengan Ramadhan, bulan yang penuh dengan kebaikan. Tersenyumlah.

Baca Juga:
Kisah Sahabat Nabi dalam Berinfaq Bagian 1- Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melanjutkan sabdanya:

فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ

“Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya.”

تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ

“Dibukakan di dalamnya pintu-pintu langitu.”

Bahkan langitpun bergembira dengan datangnya Ramadhan. Kenapa kita tidak bergembira? Sekali lagi, walaupun dengan sempitnya keadaan saat mewabah covid-19, ayo bergembira. Langit-langit dibuka. Di dalam riwayat yang lain: “Tidak ada yang tertutup satupun, seluruh pintu-pintu surga dibuka. Dan ditutup didalamnya pintu-pintu neraka jahannam. Dan diikat dengan rantai pemimpin-pemimpin setan dan jin.”

Kemudian ada keberkahan Ramadhan yang sangat luar biasa dan ini yang senantiasa selalu didamba-dambakan oleh orang-orang yang tahu hakikat berkahnya Ramadhan. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki didalamnya sebuah malam yang lebih baik dari 1000 bulan.”

Maksudnya adalah apabila seseorang yang beribadah pada malam tersebut yang disebut dengan Lailatul Qadar, maka ibadahnya ini lebih baik daripada dia beribadah selama 1000 bulan/83 tahun 4 bulan yang tidak ada Lailatul Qadar. Alangkah indahnya. Kenapa kita tidak bergembira? Walaupun kita dilanda mewabahnya covid-19. Semuanya serba terbatas, tetapi bersukacitalah, bergembiralah.

مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Siapa yang diharamkan mendapatkan kebaikan Lailatul Qadar, maka sungguh dia diharamkan dari segala kebaikan.”

Di dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Imam Albani Rahimahullah. Dari sahabat Nabi Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu beliau bercerita: “Telah datang bulan Ramadhan, maka kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Baca Juga:
Kaidah Yang Berkaitan dengan Kaidah Adat Kebiasaan Bisa Dijadikan Sandaran Hukum

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ

“Sesungguhnya bulan ini telah menghampiri kalian.”

Bayangkan, resapkan di dalam hati, seakan-akan di hadapan kita ada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda kepada kita:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ، وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَلَا يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ

“Sesungguhnya bulan ini telah datang kepada kalian (wahai kaum muslimin).”

Kenapa tidak bergembira? Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saja bersukacita. Makanya saya nasihatkan kepada kaum muslimin, mulai saat sekarang, sehari dua hari ini, sebarkan pesan-pesan indah tentang Ramadhan. Semua dari kita, terutama yang mempunyai media sosial, sebarkan. Selamat datang Ramadhan yang penuh berkah. Sebarkan bahwasanya kaum muslimin tetap bersukacita, sebarkan bahwasanya kaum muslimin tetap bersyukur kepada Allah di tengah mewabahnya covid-19. Kita tetap bersukacita dengan datangnya Ramadhan. Buat video, flayer, tulisan, sebarkan di tengah kaum muslimin. Kita sekarang menghadapi Ramadhan bulan penuh berkah.

Dan saya berbaik sangka kepada Allah. Kaum muslimin menghadapi Ramadhan dalam keadaan mewabahnya penyakit covid-19, maka semua ini adalah rahmat, berkah, karunia dari Allah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menginginkan pahala yang lebih besar lagi untuk kaum muslimin. Kenapa demikian? Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاءِ

Baca Juga:
Kesetaraan Gender dalam Islam

“Sesungguhnya besarnya pahala bersama besarnya ujian.”

Puasa saat mewabahnya covid-19, yakini baik-baik, berkhusnudzan kepada Allah, ini keinginan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kita tetap mendapatkan pahala bahkan pahala yang lebih besar daripada Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاهُمْ

“Sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menguji kaum tersebut.”

Itu tanda cinta Allah. Kita berpuasa, ujian dari Allah. Saat mewabahnya covid-19, ditambah lagi ujiannya dari Allah. Itu menunjukkan Allah lebih cinta kepada kita.

Maka barangsiapa yang ridha kepada Allah, baginya keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi siapa yang menggerutu, siapa yang mengeluh -saya yakin betul di luar sana kaum muslimin ada yang kekurangan, ada yang terkena positif penyakit covid-19, ada yang sedang terbaring, ada yang jauh dari keluarga, para tenaga medis tidak bisa bertemu dengan keluarga, ada yang penghasilannya stop, ada yang di-phk- Maka kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Siapa yang ridha kepada Allah, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan ridha kepadanya. Dan barangsiapa murka, baginya kemurkaan.” (HR. Ibnu Majah)

Dunia sementara saudaraku, keridhaan Allah adalah nikmat yang tidak pernah bisa dibayar dengan apapun. Makanya yang tidak pernah bisa dibayar dengan apapun. Makanya jangan seseorang menggerutu, menyalahkan Allah, menganggap Allah tidak adil, menganggap Allah tidak tahu-menahu, maka baginya kemurkaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Persiapan Menyambut Ramadhan - Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ini yang membuat kita senantiasa tetap tersenyum, tetap bersukacita menghadapi bulan Ramadhan. Sekali lagi saya katakan, sebarkan. Sebarkan kebahagiaan kaum muslimin. Marhaban Ya Ramadhan 1441, itu sunnah Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Simak penjelasan yang penuh manfaat terkait Menggapai Keberkahan Ramadhan ini pada menit ke-19:06

Download mp3 Kajian Tentang Menggapai Keberkahan Ramadhan

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama ini melalui jejaring sosial Facebook, TwitterGoogle+ dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

86 − 79 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.