Telegram Rodja Official

Faedah Sejarah Islam

Al-Musta’in Billah

By  |  pukul 9:21 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 15 Juni 2020 pukul 4:37 pm

Tautan: https://rodja.id/2ns

Al-Musta’in Billah merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Faidah-Faidah Sejarah Islam yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 13 Syawwal 1441 H / 05 Juni 2020 M.

Download juga kajian sebelumnya: Al-Muntashir Billah Menjadi Khalifah Pada Umur 19 Tahun

Kajian Tentang Al-Musta’in Billah

Sebelumnya kita sudah berbicara tentang Khilafah Al-Muntashir Billah yang berkuasa dari tahun 247 sampai 248 Hijriyah, yang mana kemarin kita sempat menyebutkan bahwa beliau berkuasa dalam usia 19 tahun, sebetulnya yang dimaksud 19 tahun itu bukan Al-Muntashir, tapi adalah Al-Mu’taz Billah. Adapun Al-Muntashir Billah berkuasa pada umur 25 tahun, kemudian saudara setelahnya yaitu Al-Musta’in Billah.

Setelah meninggalnya Al-Muntashir Billah para pimpinan daripada kekuatan angkatan dan bala tentara (utamanya yang memegang kekuatan pucuk pimpinan dari mereka) bermusyawarah siapa yang akan menjadi Khalifah setelah Al-Muntashir Billah.

Mereka berunding dan mereka menginginkan setidaknya dari keturunan Al-Mutawakkil. Karena Al-Mutawakkil sebagaimana kita sebutkan terbunuh oleh orang-orang Al-Atrak, satu komunitas masyarakat yang disebut dengan kebangsaan Turki dimana tempat tinggal mereka di sekitar Semenanjung Balkan. Dan mereka adalah bangsa yang mirip keturunan Cina, Uzbekistan, Kazakstan dan negara-negara yang sekitar itu, termasuk Afganistan.

Sebelum kita menyebutkan proses berkuasa dan bagaimana Al-Musta’in Billah terpilih, tadi sudah sedikit kita sebutkan dimana orang-orang Al-Atrak sudah merasa terancam kedudukan mereka. Kalau mereka masih mengangkat ketuhanan Al-Mutawakkil pasti anak-anaknya tidak akan tinggal diam untuk menangkap dan mengadili para provokator terbunuhnya orang tua mereka. Akhirnya mereka berusaha mencari di luar keturunan Al-Mutawakkil. Mereka mengambil anak saudara dari Al-Mutawakkil, yaitu anak dari Al-Mu’tashim yang bernama Ahmad bin Al-Mu’tashim Abu Al-Abbas, gelar kekhalifahannya disebut dengan Al-Musta’in Billah.

Baca Juga:
Pentingnya Ta'awun dalam Dakwah

Telah kita jelaskan sebelumnya bahwa salah satu keunikan daripada penguasa-penguasa Bani Abbasiyah ini mereka memiliki gelar-gelar kebesaran tersendiri, tidak seperti di masa Bani Umayyah yang mereka tidak punya gelar-gelar tertentu pada jabatan mereka, tetapi mereka tetap disebut dengan nama mereka ataupun kunyah mereka. Tapi kalau ini punya gelar kebesaran sendiri. Sebagian dari gelar-gelar ini ada yang menyebutkan alasan kenapa gelar-gelar itu diberikan kepada para penguasa Bani Abbasiyah, sebagian para ahli sejarah tidak menyebutkan latar belakang sebagian dari gelar-gelar tersebut.

Al-Musta’in Billah

Al-Musta’in Billah berkuasa pada tahun 248 Hijriyah sampai 252 Hijriyah, sekitar 3 tahun setengah. Namanya adalah Abu Al-Abbas Ahmad bin Mu’tashim bin Harus Ar-Rasyid, orang tua dan kakeknya adalah khalifah. Dia adalah saudara Al-Mutawakkil, dia dilahirkan pada tahun 221 Hijriyah dan ibunya adalah Ummu Walad (wanita yang menjadi bagian dari rampasan perang) saat ditaklukan bangsa Rum.

Download MP3 Kajian Tentang Al-Musta’in Billah

Untuk mp3 kajian  yang lain silahkan kunjungi mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan link download kajian tentang Al-Musta’in Billah yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Baca Juga:
Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharram

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70 ÷ 35 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.