Telegram Rodja Official

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Kemuliaan Menuntut Ilmu dan Menyebarkannya Ilmu Kepada Umat

By  |  pukul 9:38 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 09 Juli 2020 pukul 9:42 am

Tautan: https://rodja.id/2ok

Kemuliaan Menuntut Ilmu dan Menyebarkannya Ilmu Kepada Umat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 11 Dzulqa’dah 1441 H / 2 Juli 2020 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Kemuliaan Menuntut Ilmu dan Menyebarkannya Kepada Umat

Saat ini kita masih melanjutkan pembahasan di segi keutamaan ilmu yang ke-40. Kita masih membahas tentang sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dalam hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan kebaikan bagi orang yang mendengarkan ucapan beliau, memahami, menghafal kemudian menyampaikannya kepada yang lain. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan cerah atau indah rupa seseorang yang mendengarkan ucapanku, kemudian dia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya kepada yang lain”

Ini doa dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menunjukkan kemuliaan orang yang mempelajari petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, berupa doa untuk menjadikan indah atau cerah wajah orang yang melakukannya -yang mana kata Imam Ibnul Qayyim sudah kita bahas di pertemuan yang lalu- keindahan pada wajah ini merupakan cerminan dari kebaikan atau keindahan yang mereka rasakan di dalam hatinya. Yang intinya berarti mempelajari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian memahami dan menyebarkannya kepada umat ini merupakan sebab untuk perbaikan diri kita lahir dan batin.

Baca Juga:
Madrasah Karakter - Bagian ke-1 (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Pembahasan selanjutnya, kata Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala, di hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

رُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ

“Bisa jadi orang yang membawa ilmu menyampaikan kepada orang yang lebih paham darinya.”

Dalam riwayat lain disebutkan:

رُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ

“Bisa jadi orang yang disampaikan kepadanya lebih paham dibandingkan orang yang mendengarkannya langsung.”

Inilah manfaatnya ilmu disebarkan. Disamping kita ambil manfaat untuk diri kita sendiri, tapi mungkin karena kita hanya mengambil kesimpulan satu atau dua saja dari sebuah hadits, ternyata kalau kita sampaikan kepada orang lain yang lebih berilmu atau lebih paham maka dia bisa mengambil banyak kesimpulan dan faidah. Sehingga ketika tersebar di umat ini maka akan semakin banyak faidah yang kita dapatkan dari sebuah petunjuk dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang kita dengarkan kemudian kita ikut sebarkan di umat ini.

Kata Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala ketika menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini bahwa di sini terdapat tanbih (peringatan) tentang manfaat menyampaikan ilmu agama.

Saya tekankan sekali lagi bahwa “menyampaikan” di sini adalah menyampaikan benar-benar ilmu. Jangan ada lagi yang memahami bahwa kita yang penting mendengar lalu sampaikan saja, yang penting kita sudah pernah mendapatkan, sampaikan saja. Kita perlu ingatkan bahwa yang diingatkan di sini adalah menyampaikan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bukan menyampaikan dari pemahaman kita masing-masing. Kenapa diwajibkan untuk menuntut ilmu? Kalau dalam urusan dunia saja apakah kita hanya sekedar mengetahui satu hal kemudian kita sudah berani untuk menjelaskan kepada orang lain? Sama dengan misalnya penggunaan obat, meskipun mirip ciri-cirinya. Apalagi dalam masalah ilmu agama yang menyangkut perbaikan iman, yang menyangkut penghambaan diri kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadi yang disampaikan di sini adalah benar-benar ilmu.

Baca Juga:
Anak Adalah Amanah Dari Allah

Kita sudah sampaikan pada penjelasan di pekan yang lalu tentang urutan-urutan dalam menuntut ilmu; dengar dulu kemudian paham, hafal kemudian sampaikan. Bukan belum dipahami kemudian langsung kita menyampaikan dan memposisikan diri kita sebagai seseorang yang bisa menyampaikan kesana-kemari padahal yang kita sampaikan belum tentu adalah pemahaman yang benar karena kita sendiri belum paham.

Jadi di sini adalah peringatan tentang faidahnya menyampaikan ilmu setelah kita paham. Karena -dikatakan dalam hadits ini- orang yang disampaikan kepadanya, bisa jadi lebih paham dari yang menyampaikan. Ketika ada orang yang mendengarkan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagi pendengar pertama menyampaikan kepada orang yang berikutnya, bisa jadi orang yang berikutnya ini lebih paham dibandingkan pendengar yang pertama.

Kata beliau bahwa dengan ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disampaikan tadi, maka akan didapatkan kebaikan besar bagi orang yang mendengarkan berikutnya yang itu mungkin tidak didapatkan dari pendengar yang pertama kali. Untuk kebaikan ilmu agama, jelas ini sangat besar faidahnya.

Kita ketahui misalnya dalam ilmu agama ini ada orang-orang yang sudah mendalami ilmu sehingga dia punya pengetahuan yang lebih luas, tapi belum sampai kepadanya satu dalil. Ternyata ada orang lain yang menyampaikan kepada dia. Setelah sampai kepada dia, dia bisa mengambil kesimpulan yang lebih luas bahkan lebih daripada yang menyampaikan tadi. Hal ini karena ilmunya lebih dalam. Ketika dijelaskan kepada dia maka dia bisa mengambil kesimpulan, bisa menjelaskan masalah-masalah berdasarkan ilmu lain yang telah dipelajarinya sebelumnya. Maka dia bisa memberikan faidah lebih daripada orang yang mendengarkannya langsung. MasyaAllah.. Ini adalah keutamaan menyebarkan ilmu.

Baca Juga:
Terapi Penyakit Hasad

Lalu kata Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala bahwa orang yang disampaikan kepadanya bisa jadi lebih tinggi pemahamannya dibandingkan orang yang menyampaikan. Jadi pendengar langsung yang menyampaikan kepada orang lain, orang lain ini bisa jadi lebih tinggi pemahamannya. Ketika dia mendengarkan hadits tersebut disampaikan kepadanya, maka dia bisa membawanya kepada pengertian atau segi-segi pemahaman yang paling baik, dia bisa mengambil kesimpulan hukum fiqih padanya, bisa menarik pemahaman agama yang baik pada ucapan tersebut dan dia bisa mengetahui kandungannya.

Maka dengan ini ilmu akan tersebar, kebaikan-kebaikan akan semakin dipahami dengan baik dengan tersebarnya ilmu agama. Disamping yang menyampaikan pertama kali tentu dia dapat pahala karena menjadi sebab petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tersebar, ternyata orang yang mendengarkan berikutnya juga akan bisa mendapatkan pahala untuk dirinya, perbaikan untuk dirinya dan bisa mengambil atau menarik kesimpulan hukum berdasarkan ilmu yang telah dipelajarinya dan mengeluarkannya dengan segi yang sebaik-baiknya.

Kita sudah ketahui, dengan mengamalkan hadits ini apa yang akan terjadi dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala? Saat ini kita bisa mengenal ilmu agama. Para sahabat yang pertama kali mendengarkan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka dengan sekuat tenaga berjihad dijalan Allah menyebarkan ilmu ini akhirrnya sampai kepada kita. Kita bisa mengenal manhaj salaf, padahal sudah sekian lama zaman kita dari zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau zaman para sahabat dan tabi’in dan tabiut tabi’in, generasi terbaik umat ini.

Baca Juga:
Pembahasan Hadits Tentang Keutamaan Sedekah

Alhamdulillah.. dengan orang-orang yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bisa mengamalkan kandungan hadits ini akhirnya sampai kepada kita ilmu yang agung ini. Kita bisa paham bagaimana shalat sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam padahal jarak kita dengan beliau sangat jauh. Bahkan kita bisa faham -Alhamdulillah- aqidah yang benar, kita bisa belajar tafsir yang benar dari nukilan pemahaman para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhum Ajma’in. Jazahumullahu Khairan, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas dengan kebaikan. Mereka telah menukilkan ilmu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian para sahabat kemudian generasi yang datang setelahnya sehingga sampai kepada kita. Mereka benar-benar mendengarkannya, memahaminya, menghafalnya kemudian menyampaikan kepada generasi yang datang sebelumnya. Ini sampai hari kiamat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan terus menjaga kemurnian ilmu agama ini.

Download mp3 dan simak penjelasan lengkapnya..

Download MP3 Kajian Tentang Kemuliaan Menuntut Ilmu dan Menyebarkannya Kepada Umat

Download mp3 kajian yang lain di mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan link download kajian Kemuliaan Menuntut Ilmu dan Menyebarkannya Ilmu Kepada Umat yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Baca Juga:
Keutamaan Bacaan Dzikir Sehari-Hari

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.