Telegram Rodja Official

Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad

Digiring dan Dikumpulkannya Manusia Ke Negeri Syam

By  |  pukul 8:45 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 03 Juli 2020 pukul 8:50 pm

Tautan: https://rodja.id/2op

Digiring dan Dikumpulkannya Manusia Ke Negeri Syam merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar As-Sundawy. Kajian ini disampaikan pada Jumat, 12 Dzulqa’dah 1441 H / 3 Juli 2020 M.

Download kajian sebelumnya: Ketika Matahari Terbit dari Barat

Kajian Tentang Digiring dan Dikumpulkannya Manusia Ke Negeri Syam

Pada pertemuan yang lalu kita sudah membahas tentang salah satu tanda besar dari hari kiamat yaitu terbitnya matahari dari sebelah barat. Sekarang kita melanutkan tanda besar yang berikutnya, yaitu حشر الناس إلى أرض الشام (digiringnya manusia dan dikumpulkannya mereka ke negeri Syam). Berkata Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala dalam kitab AlBidayah wan Nihayah bahwa dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim ada hadits dari Wuhaib, dari Abdullah bin Thawus, dari bapaknya, dia menerima hadits ini Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى ثَلاَثِ طَرَائِقَ : رَاغِبِينَ رَاهِبِينَ ، وَاثْنَانِ عَلَى بَعِيرٍ ، وَثَلاَثَةٌ عَلَى بَعِيرٍ ، وَأَرْبَعَةٌ عَلَى بَعِيرٍ ، وَعَشَرَةٌ عَلَى بَعِيرٍ ، وَيَحْشُرُ بَقِيَّتَهُمُ النَّارُ ، تَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا ، وَتَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا ، وَتُصْبِحُ مَعَهُمْ حَيْثُ أَصْبَحُوا ، وَتُمْسِي مَعَهُمْ حَيْثُ أَمْسَوْا

Baca Juga:
Perbuatan Yang Tidak Memiliki Konsekuensi

“Manusia semuanya akan dikumpulkan dalam tiga keadaan; Ada yang berharap senang gembira, ada yang takut dan sangat tegang, ada dua orang ketika berlari atau berjalan menghindari api itu dua orang menunggangi satu unta, ada lagi tiga orang menunggangi satu ekor unta, ada lagi 10 orang menaiki 1 ekor unta secara bergiliran, dan sisanya digiring oleh api. Api ini menyertai mereka baik siang hari, malam hari, pagi hari ataupun sore hari.” (HR. Bukhari Muslim)

Jadi, ketika mereka istirahat bermalam, api juga ikut diam. Ketika mereka kembali pergi berangkat, api itu ikut juga berjalan menggiring mereka.

Lalu beliau menukil beberapa hadits yang semakna dengan ini. Setelah mengutip beberapa hadits itu berkata Imam Ibnu Katsir Rahimahullah bahwa seluruh hadits-hadits tadi menunjukkan bahwa digiring dan dikumpulkannya orang itu akan terjadi di akhir zaman dari kehidupan dunia ini di seluruh negeri dikumpulkan ke tempat mereka berkumpul, yaitu negeri Syam. Dan mereka terbagi kepada tiga golongan; ada golongan yang ketika pergi itu senang, berpakaian, berkendaraan. Ada juga yang kadang-kadang berjalan, kadang-kadang mereka menunggang kendaraan secara bergiliran dengan satu unta sebagaimana dijelaskan dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim tadi, hal ini karena sedikitnya transportasi saat itu.

Juga dijelaskan di dalam hadits yang merupakan tafsiran dari hadits lain bahwa sisanya itu digiring oleh api. Api ini berasal dari lembah ‘Adn kemudian mengepung manusia dari belakang mereka, lalu menggiring manusia itu dari segala arah ke negeri tempat mereka berkumpul. Siapa yang terlambat akan disambar oleh api ini. Dan semua ini menunjukkan bahwa ini terjadi di dunia di akhir zaman. Karena adanya makanan, adanya minuman, adanya kendaraan yang dijual belikan dan adanya orang-orang binasa atau mati terbakar oleh api. Seandainya ini terjadi setelah kiamat, maka setelah kiamat tidak ada lagi makanan, tidak ada lagi minuman, tidak ada lagi transportasi, dan juga tidak ada lagi kematian.

Baca Juga:
Antara Do'a dan Takdir - Kajian Kitab Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa' (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Ada hadits-hadits yang menunjukkan bahwa keluarnya api ini di akhir zaman dari lembah ‘Adn yang menggiring manusia untuk menuju ke tempat berkumpulnya mereka di negeri Syam. Diantara hadits-hadits itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Muslim, dan Imam Ahlus Sunan; Sunan Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Berakata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

تخرج نار من قعر عدن، تسوق (أو: تحشر) الناس؛ تبيت معهم حيث باتوا، وتقبل معهم حيث قالوا

“Api ini akan keluar dari lembah ‘Adn, menggiring dan mengumpulkan manusia, api itu menyertai mereka baik ketika malam ataupun ketika siang hari.”

Hadits yang kedua diterima dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“ستخرج نار من حضرموت “أو: من نحو بحر حضرموت” قبل يوم القيام تحشر الناس”. قالوا: يا رسول الله! فما تأمرنا؟ قال: “عليكم بالشام”

“Akan keluar api dari Hadhramaut atau dari arah laut Hadhramaut sebelum hari kiamat, api ini menggiring manusia. Para sahabat bertanaya: ‘Wahai Rasulullah, apa perintah engkau kepada kami?’ Maka dijawab: ‘Pergilah kalian ke negeri Syam.'” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban )

Sebab api ini nanti akan menggiring manusia untuk berkumpul di negeri Syam, pergilah ke sana.

Berkata Imam As-Safaraini Rahimahullahu Ta’ala:

اختلف العلماء في حشر الناس من المشرق إلى المغرب؛ هل هو يوم القيامة أو قبله؛ فقال القرطبي والخطابي وصوبه القاضي عياض: أن هذا الحشر يكون قبل يوم القيامة. وأما الحشر من القبور؛ فهو على ما في حديث ابن عباس – رضي الله عنهما – مرفوعا؛ كما في “الصحيحين” وغيرهما: “إنكم تحشرون حفاة عراة غرلاً”.

Baca Juga:
Tidak Masuk Surga Kecuali Jiwa Yang Muslim

“Telah ikhtilaf para ulama tentang dikumpulkannya manusia dari Timur sampai ke Barat; apakah ini terjadi pada hari kiamat ataukah sebelum kiamat. Kelompok pertama dikatakan oleh Imam Al-Qurthubi juga Imam Al-Khattabi dan dibenarkan oleh Al-Qadhi Iyadh bahwa pengumpulan ini terjadi sebelum hari kiamat. Hal ini karena keterangan berbeda dengan pengumpulan setelah hari kiamat. Adapun pengumpulan dibangkitkannya orang dari kubur sebagaimana diterangkan dalam hadits Ibnu Abbas secara marfu’ dalam Ash-Shahihain dikatakan: ‘Kalian nanti pada hari kiamat akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan dalam keadaan tidak berkhitan.'”

Jadi keadaan di hari kiamat ketika dikumpulkan itu semuanya telanjang, semuanya telanjang kaki dan semuanya tidak dikhitan walaupun ketika di dunia sudah dititipkan, di sana kembali kepada semula. Itu dikumpulkannya manusia pada hari kiamat. Sedangkan dikumpulkannya manusia atau digiring oleh api yang keluar dari lembah ‘Adn yang disebutkan tadi manusia masih berkendaraan, masih berpakaian, masih makan dan minum, beda keterangan. Berdasarkan hal itulah maka kata Imam Al-Qurthubi juga kata Al-Khattabi dan dikuatkan oleh Al-Qadhi Iyadh, bahwa dikumpulkannya manusia dalam hadits tadi itu terjadi di dunia di akhir zaman sebelum terjadinya kiamat.

Mari download dan simak penjelasan lengkapnya pada menit ke-14:43

Download mp3 Kajian Tentang Digiring dan Dikumpulkannya Manusia Ke Negeri Syam

Baca Juga:
Dakwah Tauhid adalah Dakwah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam - Tabligh Akbar

Mari turut membagikan link download kajian tentang Dikumpulkannya Manusia Di Negeri Syam yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.