Telegram Rodja Official

Al-Adabul Mufrad

Barangsiapa Tidak Berdoa Kepada Allah, Allah Akan Murka Kepadanya

By  |  pukul 10:21 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 07 Juli 2020 pukul 8:34 am

Tautan: https://rodja.id/2os

Barangsiapa Tidak Berdoa Kepada Allah, Allah Akan Murka Kepadanya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, Dzulqa’idah 1441 H / 6 Juli 2020 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Barangsiapa Tidak Berdoa Kepada Allah, Allah Akan Murka Kepadanya

Kita masuk ke pembahasan tentang doa yang sejatinya kita sudah menyatakan kepada Allah ‘Azza wa Jalla:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾

Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah[1]: 5)

Imam Bukhari di Bab no. 286, beliau menyebutkan باب من لم يسأل الله يغضب عليه (Siapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah akan marah kepadanya). Ini adalah bab yang sangat agung sekali. Kita kalau meminta kepada orang lain sekali, dua kali, tiga kali, maka orang itu akan marah. Sebaliknya, Allah Rabbul ‘Alamin, ketika kita tidak meminta kepada Allah, Allah marah dengan kita. Dalam sebuah hadits Qudsi Allah mengatakan:

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu, kalian semuanya adalah orang-orang yang tersesat kecuali orang yang Aku berikan hidayah. Maka hendaklah engkau meminta hidayah kepadaKu, niscaya Aku akan memberikan kepadamu.”

Baca Juga:
Doa saat Melihat Hilal - Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du'a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu, kalian semua kelaparan, kecuali yang Aku beri makan, maka kalian minta makan kepadaku, niscaya Aku akan memberikannya untuk kalian.”

Bayangkan, seseorang kelaparan di dalam perut ibunya, Allah yang memberinya makan. Ketika dia sudah keluar dari ibunya dan belum bisa berbuat apa-apa, dia kelarapan dan perlu makanan, Allah mengatakan: “Kalian semua kelaparan, kecuali yang Aku beri makan.” Bahkan engkau bisa makan, Allah yang memberikannya, bukan karena kerja dan usahamu.

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu kalian semua telanjang, kecuali orang yang Aku beri pakaian, hendaknya kalian memohon pakaian kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya untuk kalian.”

Seseorang ketika keluar dari perut ibunya, dia telanjang, kita tidak memiliki apa-apa. Lalu di akhir hadits qudsi ini Allah ‘Azza wa Jalla mengatakan:

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

“Wahai hamba-hambaKu, kalau kalian semuanya; manusia yang pertama sampai manusia yang terakhir, bangsa jin yang pertama dan bangsa jin yang terakhir, mereka berhenti di sebuah tempat dan mereka berdiri di sana, mereka semua berdoa meminta kepadaKu, lalu Allah memberikan semua yang diminta oleh makhluk itu semuanya, itu tidak akan mengurangi apa yang Aku miliki kecuali seperti berkurangnya air laut ketika jarum dimasukkan ke dalam lautan.”

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah: 124-125 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Itulah Allah ‘Azza wa Jalla.

قُلِ اللَّـهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ…

Katakan: ‘Ya Allah, Engkaulah pemilik kerajaan…’” (QS. Ali-Imran[3]: 26)

Allah adalah pemiliknya kepemilikan, Allah adalah pemiliknya kekuasaan, Allah pemilik kerajaan, Allah yang memiliki segala-galanya.

…تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ…

Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut dari siapa yang Engkau kehendaki

…وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ…

Ya Allah, Engkau memuliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau menghinakan orang yang Engkau kehendaki.” (QS. Ali Imran[3]: 26)

Urusannya di tangan Allah ‘Azza wa Jalla.

…بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٦﴾

“Tangan Allah itu segala kebaikan, segalanya di tangan Allah ‘Azza wa Jalla, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Oleh karena itu kalau ada orang-orang yang enggan dan tidak mau berdoa memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla, Allah murka kepadanya.

Di surat ghafir ayat 60, Allah ‘Azza wa Jalla mengatakan:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ﴿٦٠﴾

Dan Rabb kalian berkata: ‘Berdoalah kalian kepadaKu, pasti Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari memohon kepadaKu, maka mereka akan masuk ke neraka jahannam dalam kondisi hina.’” (QS. Ghafir[40]: 60)

Baca Juga:
Membangunkan Keluarga Untuk Shalat Malam

Jika engkau sombong, maka akhirnya Allah hinakan dirimu.

Maka seorang muslim tidak boleh hari dia berlalu tanpa berdoa. Allah marah. Imam Bukhari menyebutkan beberapa hadits di sini.

Pertama, ‘Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, ia berkata: Marwan bin Mu’awiyyah menceritakan kepada kami, ia berkata: Abul Malih, Shabih menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Shalih menceritakan kepada kami: Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

مَنْ لَمْ يَسْأَلْ الله غَضَبَ اللهُ عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang tidak mau meminta kepada Allah, Allah murka kepada orang tersebut.”

Lihat para Nabi, para Nabi adalah utusan Allah, orang yang paling kenal dengan Allah ‘Azza wa Jalla, apa yang terjadi dengan mereka? Karena muncul sekelompok manusia yang mengatakan: “Aku malu meminta kepada Allah.” Dia tidak berdoa kepada Allah karena menganggap Allah sudah tahu dengan apa yang ada di dalam hatinya. Padahal Nabi Ibrahim berdoa, Nabi Ayyub berdoa.

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ ﴿٨٣﴾

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang“.  (QS. Al-Anbiya[21]: 83)

Nabi kita Muhammad ‘Alaihish Shalatu was Salam mengangkat tangan berdoa kepada Allah sampai selendangnya terjatuh dari pundak beliau ‘Alaihish Shalatu was Salam. Nabi Adam berdoa, Nabi Nuh berdoa, Nabi Musa berdoa, Nabi Isa berdoa, mereka semuanya meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini karena mereka kenal dengan Allah, mereka tahu bahwa Allah murka kalau kita tidak berdoa.

Baca Juga:
Keutamaan Bacaan Dzikir Sehari-Hari

Jadi kalau ditanya, siapakah manusia yang paling faham dan mengerti sang pencipta? Maka jawabnya adalah mereka para utusan Allah ‘Azza wa Jalla. Maka lihatlah kondisi mereka. Nabi menjelaskan: “Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, Allah murka dengannya.”

Ada riwayat dari Abdullah bin Mas’ud yang mengatakan:

سَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ، فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ يُسْأَلَ

“Kalian mintalah kepada Allah dari karuniaNya, Allah itu suka sekali diminta.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu setelah Al-Imam Bukhari menyebutkan bab tentang memohon kepada Allah dan Allah murka kepada yang tidak minta kepada Allah, setelah itu beliau menyebutkan permohonan-permohonan Nabi kita Muhammad ‘Alaihish Shalatu was Salam yang Allah mengatakan:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ …

Telah ada bagi diri kalian di diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam suri tauladan yang baik.” (QS. Al-Ahzab[33]: 21)

Kita kadangkala menjadikan Fulan sebagai idola, ustadz Fulan, Kiay Fulan, tokoh Fulan, padahal seharusnya Nabi yang kita idolakan. Engkau mau menjadi followernya siapa?

Kalau Allah murka, maka ini sebuah kewajiban agar hamba meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap hari, jangan berlalu siang atau malam kecuali engkau berdoa. Hari esok adalah pengulangan hari ini, perbanyak permintaan kepada Allah, Allah akan mencintaimu.

Kemudian Imam Bukhari mengatakan:

Muhammad bin ‘Abdillah menceritakan kepada kami, ia berkata: Hatim bin Isma’il menceritakan kepadaku dari Abul Malih: Dari Abu Shalih Al-Khauzi, ia berkata, “Aku mendengar Abu Hurairah mengatakan: Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Baca Juga:
Buah dan Faidah dari Keimanan Bagian 5 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

مَنْ لَمْ يَسْأَلْهُ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Yang tidak meminta kepada Allah, Allah murka.”

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Tentang Barangsiapa Tidak Berdoa Kepada Allah, Allah Akan Murka Kepadanya

Download mp3 yang lain tentang Al-Adabul Mufrad.

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Barangsiapa Tidak Berdoa, Allah Akan Murka Kepadanya” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × = 36

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.