Telegram Rodja Official

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Pembawa Wahyu Adalah Hamba Allah Yang Paling Mulia

By  |  pukul 9:19 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 07 Agustus 2020 pukul 8:14 am

Tautan: https://rodja.id/2q0

Pembawa Wahyu Adalah Hamba Allah Yang Paling Mulia adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 16 Dzulhijjah 1441 H / 06 Juli 2020 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Pembawa Wahyu Adalah Hamba Allah Yang Paling Mulia

Saat ini kita masuk segi keutamaan ilmu ke-51, pembahasan halaman 82 pada kitab العلم : فضله وشرفه.

Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa sesungguhnya seutama-utama kedudukan manusia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kedudukan sebagai Rasul dan sebagai Nabi.

Inilah tingkatan yang paling tinggi di antara semua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih di antara para Malaikat dan di antara manusia Rasul-Rasul yang menjadi utusanNya. Para Malaikat adalah utusan Allah untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan.

…جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ…

“…Allah, Dialah yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan…” (QS. Fatir[35]: 1)

Makanya Malaikat adalah makhluk Allah yang mulia dan para Nabi dan para Rasul dikalangan manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia.

Bagaimana mungkin mereka tidak menjadi seutama-seutama hamba Allah di sisi-Nya? Mereka Allah jadikan sebagai perantara antara diriNya dengan hamba-hambaNya, yaitu perntara dalam menyampaikan petunjuk Allah, memperkenalkan kepada hamba-hambaNya nama-nama Allah yang Maha Indah, perbuatan-perbuatanNya yang Maha Terpuji, sifat-sifatNya yang Maha Tinggi, memperkenalkan kepada mereka hukum-hukumNya, sebab-sebab keridhaanNya, hal-hal yang mendatangkan kemurkaanNya, pahala dan adzabNya.

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Qalam - Bagian ke-4 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Jelas bahwa mereka ini adalah benar-benar yang mengenalkan kepada manusia sebab-sebab yang mendatangkan keridhaan Allah yang menyelamatkan dari kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan Allah istimewakan mereka membawa wahyu. Wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah nikmat terbesar yang Allah turunkan kepada manusia. Oleh karena itu pembawa wahyu adalah hamba Allah yang paling mulia. Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam karena tugasnya menurunkan wahyu kepada para Nabi dan para Rasul maka dia menjadi pimpinan para Malaikat. Demikian pula para Nabi dan para Rasul karena tugasnya menyampaikan wahyu kepada umat manusia maka mereka menjadi manusia yang paling utama dan paling mulia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengistimewakan mereka dengan pemuliaan disisiNya. Allah meridhai mereka untuk membawa risalah/petunjukNya kepada hamba-hambaNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan mereka sebagai makhluk yang paling bersih jiwanya, yang paling mulia akhlaknya, yang paling sempurna dalam ilmu dan dalam pengamalannya, yang paling indah bentuk fisik mereka, serta yang paling dicintai dan diterima di hati manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling dikagumi dan paling dicintai dikalangan manusia. Inilah para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam.

Allah membersihkan mereka dari semua celaan dan kekurangan, dari semua akhlak yang buruk, kemudian Allah jadikan kedudukan yang paling mulia dikalangan manusia setelah adalah kedudukan orang-orang yang menjadi penerus mereka dalam membimbing dan menyampaikan petunjuk kepada umat ini. Merekalah para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mereka yang mempelajari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka menyebarkan ilmu, mereka mengemban tugas para Nabi dan Rasul sepeninggal para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam.

Baca Juga:
Penjelasan tentang 4 Perkara yang Wajib Diketahui - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Memang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai penutup para Nabi, akan tetapi para ulama setelahnya yang menghidupkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada diri mereka kemudian menyebarkan kepada umat, sudah kita nukilkan beberapa kali pernyataan dari imam besar Ahlus Sunnah dari kalangan Tabi’ut Tabi’in, Abdullah bin Mubarak, beliau pernah mengatakan:

لا أعلم بعد النبوة أفضل مِن بَثِّ العِلم

“Aku tidak mengetahui kedudukan yang paling mulia setelah tingkat kenabian melebihi orang yang menyebarkan ilmu sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Allah jadikan mereka yang paling mulia karena mereka adalah Khalifah pengganti dan penerus tugas dakwah para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam.

Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan lengkapnya..

Download MP3 Kajian

Download mp3 kajian yang lain di mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan link download kajian “Pembawa Wahyu Adalah Hamba Allah Yang Paling Mulia” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Baca Juga:
Keadaan Ketika Sangkakala Ditiup

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 67 = 77

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.