Telegram Rodja Official

Al-Adabul Mufrad

Doa Terbebas Dari Hutang

By  |  pukul 2:44 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 24 Agustus 2020 pukul 9:25 am

Tautan: https://rodja.id/2qo

Doa Terbebas Dari Hutang adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, 27 Dzulhijjah 1441 H / 17 Agustus 2020 M.

Kajian sebelumnya: Doa Memperbaiki Diri, Agama dan Dunia

Ceramah Agama Islam Tentang Doa Terbebas Dari Hutang

Hadits 672

Al-Makki menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Abdullah bin Sa’id bin Abi Hind menceritakan kepada kami dari ‘Amr bin Abi ‘Amr: Dari Anas, ia berkata: “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ،وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kekhawatiran dengan sesuatu yang belum terjadi, ketakutan dengan yang sudah terjadi, kelemahan dan kemalasan, rasa takut dan bakhil, lilitan hutang dan penindasan penguasa.”

Berlindung dari kekhawatiran dan ketakutan

Jadi memang ada orang-orang yang kepikiran dan trauma dengan apa yang pernah terjadi atau yang belum terjadi yang membuat hidup seseorang kadangkala sampai putus asa. Maka ingat, obatnya masa lalu adalah tidak perlu dipikirkan, katakan قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ qaddarallaahu wa maa syaa-a fa’ala, katakan itu sudah takdir Allah dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Baca Juga:
Di Balik Keramat Wali Allah - Bagian ke-2 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Sebagian orang tetap kepikiran, ada yang sampai kurus karena trauma. Padahal apakah kalau engkau memikirkan masa lalu, engkau dapat merubah masa lalumu? Kegagalan yang pernah dialami, kecelakaan yang pernah menimpamu yang sudah berlalu, kematian orang-orang yang kau sayangi, apakah kesedihanmu dengan perginya mereka akan membuat mereka bisa kembali lagi?

Jadi biarkah masa lalu. Orang yang berakal tidak akan tenggelam dalam kesedihan dengan sesuatu yang sudah terjadi. Dia tahu karena hal itu tidak bermanfaat untuknya. Malah akan membuat dia menjadi lemah. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berlindung dengan hal ini.

Secara logika, ada apa kita memikirkan masa lalu sehingga kita menjadi stres atau memikirkan yang akan datang sehingga kita kebingungan? Tapi karena itu menimpa dan itu salah satu bentuk adzab Allah sebagai penghapus dosa, maka kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga kita tidak tertimpa dengan hal tersebut.

Kelemahan dan kemalasan

Subhanallah, ana membaca beberapa tulisan tentang tercelanya sifat malas ini dan ketidakmampuan. Disebutkan bahwasanya kelemahan itu adalah ketika seseorang memiliki keinginan untuk berbuat tapi tidak mempunyai kemampuan. Adapun kemalasan adalah seseorang mempunyai kemampuan tapi tidak punya keinginan. Perbuatan yang terjadi itu sebenarnya ketika berkumpulnya dua hal, yaitu kemampuan dan keinginan. Jadi orang yang memiliki keinginan kuat, maka dia telah keluar dari kerangkeng kemalasan dan orang yang punya kemampuan maka dia keluar dari penjara kelemahan.

Baca Juga:
Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah

Kalau kita punya kawat yang memiliki dua sifat ini, kau cuci tangan dari dia, jangan berkawan dengan dua jenis manusia ini: malas dan tidak mampu, tidak bisa diajak untuk sukses, untuk capek, kerjanya hanya duduk-duduk, main bola, main game, ngobrol, makan, kuliner. Orang yang malas akan membuatmu kehilangan kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang yang indah dalam kehidupan ini. Orang yang biasa dengan kemalasan, biasa tidur habis subuh, maka dia akan condong kepada kesantaian dalam kehidupannya ini, karena dia maunya santai.

Kalau engkau ingin tidak capek, maka capeklah, agar engkau tidak capek. Tapi sebaliknya, orang yang santai dan malas, disaat orang-orang istirahat, dia akan capek. Allah ‘Azza wa Jalla mencela kemalasan ini. Maka kita disuruh berdoa meminta kepada Allah perlindungan dari kelemahan (tidak mampu berbuat) dan dari kemalasan.

Di surat At-Taubah, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ ﴿٣٨﴾

Hai orang-orang yang beriman, mengapa apabila dikatakan kepada kalian: ‘Berangkatlah untuk berperang di jalan Allah,’ kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia dari pada kehidupan di akhirat? Padahal kehidup dunia ini dibandingkan dengan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah[9]: 38)

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 138 - 140

Jadi kenikmatan hidup di dunia ini (seandainya dari awal lahir sampai mati menikmati kehidupan ini), engkau orang kaya, tidak pernah sakit, tidak pernah susah, jika itu dibandingkan dengan akhirat, sedikit sekali. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:

…وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ ﴿٤٧﴾

“…satu hari di sisi Allah seperti 1.000 tahun dari kehidupan kalian.” (QS. Al-Hajj[22]: 47)

Jika demikian, apakah kamu masih ingin bersantai-santai menikmati kehidupan di dunia ini? Padahal hanya sebentar hidup di dunia, kenapa bermalas-malasan?

Kita lihat orang-orang yang mencari uang, mereka semangat. Ada orang-orang yang masyaAllah dia berangkat pagi, pulang sore, malam lembur lagi, tapi ketika diajak ibadah, ketika diajak shalat, diajak shalat malam, diajak sedekah, berat dia. Hal ini karena dia condong pada kehidupan dunia.

إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٣٩﴾

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang karena malas, lebih menikmati kehidupan dunia ini, niscaya Allah akan menghukum kamu dengan adzab yang pedih dan menggantikan kamu dengan generasi yang lainnya. Kamu tidak akan merugikan Allah sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Taubah[9]: 39)

Engkau tahu generasi yang ada sekarang yang umurnya sudah 60 tahun keatas, mereka akan pergi. Kita pun yang umurnya 40 tahunan juga akan pergi. Allah bisa mengganti kita dengan generasi yang selanjutnya.

Baca Juga:
Sifat Murah Hati dan Suka Membantu

Bagaimana pemahasan selanjutnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Download mp3 yang lain tentang Al-Adabul Mufrad.

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Doa Terbebas Dari Hutang” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 × = 18

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.