Telegram Rodja Official

Prinsip Dasar Islam

Mengenal Kemuliaan Akhlak Ahlus Sunnah wal Jama’ah

By  |  pukul 6:30 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 02 Oktober 2020 pukul 12:59 pm

Tautan: https://rodja.id/2ra

Mengenal Kemuliaan Akhlak Ahlus Sunnah wal Jama’ah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Fachrudin Nu’man, Lc. dalam pembahasan Kitab Prinsip Dasar Islam. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 13 Muharram H / 1 September 2020 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Kemuliaan Akhlak Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Prinsip yang ke-14 ini menunjukkan kepada kita keindahan Islam, agama yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, agama yang tidak meninggalkan sesuatu apapun kecuali dijelaskan. Subhanallah, agama yang lengkap sempurna, membahas seluruh kehidupan manusia. Tidak ada satu perkara dari kebaikan kecuali agama ini telah jelaskan. Dan tidak ada satu keburukan kecuali agama ini juga jelaskan, agama Islam adalah solusinya tentang bagaimana kita keluar dari keburukan tersebut.

Lihat juga: Ciri-Ciri Ahlussunnah wal Jama’ah

Agama Islam ini kalau kita lihat isinya secara garis besar mencakup tiga perkara. Perkara yang pertama dan yang paling utama adalah menjelaskan kepada kita urusan-urusan keyakinan dan keimanan. Yaitu ketauhidan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keyakinan dengan perkara-perkara iman. Hal itu urusannya terpatri dalam hati seorang hamba.

الإِيْمَانُ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ

“Iman kepada Allah, iman kepada MalaikatNya, iman kepada kitabNya, iman kepada RasulNya, iman kepada hari akhir dan iman kepada qadha’ dan qadar.” Dan yang paling tinggi dari seluruh rukun iman itu adalah iman kepada Allah yang isinya adalah mentauhidkan Allah. Seluruh perkara ini adalah asas, akar, pondasi dalam keislaman seseorang.

Baca Juga:
Islam Agama Damai dan Kasih Sayang - Tabligh Akbar Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili

Lihat juga: Hadits Arbain Ke 2 – Pengertian Islam, Iman dan Ihsan

Perkara yang kedua adalah yang berkaitan dengan tata cara ibadah, tata cara menghambakan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal itu semuanya dijelaskan dalam agama kita melalui tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bagaimana shalat, bagaimana puasa, bagaimana zakat, bagaimana haji, bagaimana kita berdoa, bagaimana kita sujud, kita ruku’, dan seterusnya. Begitu jelas, sempurna. Seluruh tuntunan ibadah diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bahkan sampai kata Nabi:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.”

خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

“Ambillah manasik-manasik kalian dariku.”

Maka seluruh perkara ibadah telah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kemudian perkara yang ketiga, Islam secara universal juga mencakup bagaimana kita berinteraksi atau yang dikenal dengan muamalah. Maka disana ada fiqih muamalah, fiqih interaksi antara satu dengan yang lainnya sesama muslim. Bahkan juga termasuk bagaimana interaksi kita dengan non muslim.

Subhanallah. Kita sudah jelaskan pada bab sebelumnya tentang bab wala’ wal bara’, tentang bagaimana kita berinteraksi dengan non muslim. Apakah semua non muslim kita cucurkan darahnya? Juga termasuk bagaimana interaksi kita dengan makhluk-makhluk sekitar kita seperti jin. Begitu sempurnanya agama kita.

Ketiga perkara ini tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu ketika disebut “Prinsip-prinsip dasar Islam” menurut Al-Qur’an dan Sunnah, maka tidak bisa lepas dari perkara ini. Yaitu yang pertama aqidah, kedua ibadah, ketiga akhlak dan muamalah. Berarti seseorang yang mengaku dirinya muslim diatas tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, diatas manhaj Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, selain mereka diatas kekuatan aqidah, selain mereka diatas kekuatan ibadah, maka jangan lupa bahwa disana ada perkara mulia yang juga merupakan bagian dari agama kita, yaitu akhlak, adab, muamalah, bagaimana tercipta saling mencintai, saling menyayangi, saling berlaku adil, tidak saling mendzalimi, tidak saling bermusuhan, tidak saling bergontok-gontokkan, tidak saling berpecah diantara kita.

Baca Juga:
Memperbaiki Diri Untuk Memperbaiki Rumah Tangga

Antara kita ada persaudaraan, antara kita ada ikatan yang sangat kuat, bahkan ikatan yang sangat kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karenanya Mualif Hafidzahullahu Ta’ala menyisipkan bab ini di akhir karena memang perkara ini adalah perkara yang ketiga setelah aqidah dan ibadah.

Maka kenapa kita belajar akhlak? Karena tentunya akhlak adalah bagian daripada agama. Bahkan akhlak merupakan barometer keimanan seseorang. Akhlak tidak bisa dipisahkan daripada iman, bahkan akhlak adalah bagian dari iman. Sampai kata Nabi:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang yang paling baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Ibnu Hibban)

Dan Subhanallah, kalau kita perhatikan, diantara tujuan kita melakukan ibadah adalah agar bisa merubah akhlak kita. Contohnya adalah ketika Allah syariatkan shalat, Allah berfirman:

…وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ…

Tegakkan shalat, karena shalat itu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar.” (QS. Al-Ankabut[29]: 45)

Subhanallah.. Lihat, bahwasannya diantara buah shalat adalah bagaimana seseorang dengan shalatnya akan semakin tinggi akhlaknya, jauh dari perbuatan keji dan munkar, baik itu kepada Allah atau kepada sesamanya.

Juga puasa. Tidak bisa dipisahkan puasa dari akhlak. Sampai kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Baca Juga:
Hak-Hak Anak yang Harus Ditunaikan oleh Orang Tuanya - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan senantiasa melakukan kejahilan-kejahilan, maka Allah tidak butuh akan upayanya meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Begitu juga zakat, haji, diantara buahnya adalah bagaimana kita merubah karakter menjadi karkter muslim yang terbaik diatas akhlak yang mulia.

Akhlak adalah bagian dari agama. Dan buah dari aqidah dan ibadah adalah akhlak yang mulia. Dan pemilik akhlak mulia akan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, pemiliknya akan dicintai oleh Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahkan pemiliknya akan dicintai oleh seluruh manusia.

Bagaimana penjelasan selengkapnya? Download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini..

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Kemuliaan Akhlak Ahlus Sunnah wal Jama’ah” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Baca Juga:
Tata Cara Pengambilan Dalil Bagian 2 - Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Ustadz Yazid 'Abdul Qadir Jawas)

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.