Telegram Rodja Official

Riyadhus Shalihin

Tidak Bolehnya Meniup Minuman

By  |  pukul 8:46 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 15 September 2020 pukul 4:41 pm

Tautan: https://rodja.id/2s0

Tidak Bolehnya Meniup Minuman adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 27 Al-Muharram 1442 H / 15 September 2020 M.

Kajian sebelumnya: Meraih Keberkahan Makanan

Ceramah Agama Islam Tentang Tidak Bolehnya Meniup Minuman

Pembahasan kita insyaAllah pada kesempatan yang baik ini akan memasuki bab yang ke-113, yaitu باب كراهة النفخ في الشراب (bab tentang larangan meniup minuman dalam bejana).

Ada dua hadits yang dibawakan oleh An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala. Yang pertama, kata beliau Rahimahullah, dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata:

أَنَّ النبيَّ ﷺ نَهَى عَنِ النَّفخِ في الشَّرابِ

“Bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang dari meniup minuman dalam bejana.”

Kata seseorang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Aku melihat ada sesuatu benda yang masuk dalam minuman itu. Maka beliau mengatakan:

أَهْرِقْهَا

“Ambil sesuatu yang masuk itu kemudian buang.”

Kata orang itu: “Kalau misalnya minuman yang ada kotoran itu dibuang, aku tidak akan kenyang dengan minuman itu.” Maka kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

فَأَبِنْ القَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ

“Jauhkan mulutmu dari bejana tersebut.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga:
Mengajarkan Do'a Sebelum Tidur Kepada Anak

Hadits ini adalah hadits yang shahih, dimana dia diingatkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang tidak bolehnya meniup pada minuman.

Para ulama menjelaskan kepada kita larangan meniup di bejana minuman. Karena hal tersebut akan menjadikan orang lain merasa jijik dan mereka tidak mau minum dari air yang ada di bejana tersebut.

Kemudian barangsiapa yang  melihat ada satu benda yang masuk dalam satu minuman, hendaknya dia membuang benda yang masuk ke dalam minuman tersebut kemudian dia meminumnya, jadi bukan dengan meniup.

Kebanyakan orang yang minum suatu minuman yang di sana ada sesuatu yang masuk, pada umumnya hal ini menjadikan orang itu tidak minum dengan nyaman. Hal ini kita rasakan ketika kita minum satu minuman dan di situ ada benda atau satu titik hitam, kita tidak akan merasa nyaman sampai kita keluarkan benda tersebut. Ini adalah diantara adab-adab yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kalau ada benda yang masuk ke minuman, jangan ditiup, tapi diangkat dan dibuang baru kemudian diminum. Adapun dengan cara meniup, ini adalah termasuk yang ditegur oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits ini.

Kemudian hadits yang berikutnya, kata Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala, dari ‘Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata:

أن النَّبيّ ﷺ نَهَى أَن يُتنَفَّسَ في الإِنَاءِ

Baca Juga:
Khutbah Jumat Bulan Syawal: Istiqamah Beribadah Setelah Ramadhan

“Bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang bernafas dalam bejana atau meniup dalam bejana itu.” (HR. Tirmidzi)

Para ulama menyebutkan bahwa meniup itu hukumnya tidak sekedar makruh, sebagian mengatakan haram meniup minuman pada bejaan. Hal ini bisa menimbulkan penyakit atau kuman. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memperhatikan tentang kebersihan. Perhatian kepada kebersihan bukanlah sesuatu yang baru, tapi Islam telah memperhatikan kebersihan itu sejak diutusnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Oleh karena itu untuk masalah kesehatan adalah masalah yang tidak bisa ditawar. Artinya seseorang harus berupaya menjaganya, memliharanya. Dan Islam mendahulukan keselamatan jiwa, ini sesuatu yang amat penting.

Ada lima hal yang dijaga oleh agama Islam. Kita wajib menjaga:

  1. Agama.
  2. Jiwa, makanya Islam melarang membunuh.
  3. Harta, makanya Islam melarang mengambil hak orang lain.
  4. Akal, akal ini tempat bergantungnya taklif. Artinya selama seseorang berakal, dia masih diwajibkan melakukan tuntunan agama ini. Kalau seseorang sudah mengalami kelainan akalnya, maka kewajiban agama ini tidak terbebankan kepada orang tersebut. Ini menunjukkan bahwa Islam menghormati akal manusia dan menempatkan pada tempatnya. Makanya Islam melarang minum khamr atau memakai obat-obatan yang terlarang. Hal ini karena bisa merubah akal seseorang. Dan ketika akal seseorang berubah, dia melakukan hal-hal yang dia tidak menyadarinya. Bahkan dia bisa jadi menelanjangi dirinya, karena dia tidak punya akal ketika itu.
  5. Keturunan dan kehormatan. Makanya Islam melarang kita berzina, melarang berbuat hal-hal yang tercela. Hal ini dalam rangka menjaga kehormatan dan garis keturunan yang sah.
Baca Juga:
Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah Bab 1-3 dan 5

Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mulia, yang memerintahkan kepada kita untuk menjaga hal-hal tersebut.

Termasuk dalam hal masalah menjaga jiwa adalah jika kita berada pada satu keadaan yang mewabahnya virus corona, maka ayo kita ikuti apa-apa yang diarahkan oleh orang-orang yang mereka itu memang ahli di bidangnya dalam rangka menjaga diri kita dan menjaga orang lain.

Maka ketika ada perintah memakai masker, ini satu hal yang memang kita taati dalam rangka menjaga diri kita dan menjaga orang lain dimana Islam memerintahkan hal tersebut.

Oleh karena itu marilah kita dalam hal yang memberikan manfaat dan menghilangkan mudzarat dari apa yang diarahkan oleh mereka yang ahli dalam bidang ini, hendaknya kita menaati dengan baik, Tetap kita beribadah kepada Allah, memohon kepada Allah berdoa kepada Allah, tapi melakukan sebab juga adalah sebagian dari perintah agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagaimana penjelasan selanjutnya dan apa adab-adab ketika minum? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Meraih Keberkahan Makanan

Download mp3 yang lain tentang Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin di sini.

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Meraih Keberkahan Makanan” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Kisah Keberanian dan Pengorbanan Bagian 2 - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.