Telegram Rodja Official

Tematik

Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 1

By  |  pukul 6:56 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 25 September 2020 pukul 5:49 pm

Tautan: https://rodja.id/2sj

Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 1 merupakan bagian dari kajian tafsir yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A. pada Rabu, 5 Shafar 1442 H / 23 September 2020 M.

Kajian sebelumnya: Tempat Tinggal Yang Abadi – Tafsir Surat As-Sajdah Bagian 3

Kajian Tentang Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 1

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas surat yang baru, yaitu surat Al-Ahzab (kumpulan kelompok-kelompok). Al-Ahzab mengingatkan kita pada perang Al-Ahzab. Disebut perang Al-Ahzab karena kaum musyrikin Quraisy bergabung dengan kabilah-kabilah yang lain kemudian bergabung dengan orang-orang Yahudi kemudian menyerang kota Madinah dengan jumlah pasukan sekitar 10.000 orang.

Surat ini turun di Madinah karena parang Ahzab terjadi pada tahun 5 Hijriyah. Dan jumlah ayatnya adalah 73 ayat.

Dalam satu riwayat, dari Zir bin Hubaisy, dia berkata: “Ubay bin Ka’ab berkata kepadaku: ‘Berapa ayat kau hitung surat Al-Ahzab?’ Aku menjawab: ’73 ayat’. Maka beliau berkata: Apakah cuma 73 ayat? Sungguh surat Al-Ahzab dulu seperti dengan surat Al-Baqarah (lebih dari 73), dan di antara surat yang kami baca: ‘Lelaki  atau wanita kalau keduanya melakukan zina, maka rajamlah keduanya sebagai hukuman dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana’.” (HR. Ahmad)

Kemudian ayat tersebut diangkat bersama ayat-ayat yang dimansukhkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadi ternyata surat Al-Ahzab dulu dizaman Nabi  sempat banyak seperti surat Al-Baqarah kemudian dimansukhkan, dan itu terserah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Bersegera Kepada Perintah Allah dan RasulNya - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا

“Ayat yang ingin Allah mansukhkan terserah Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Baqarah[2]: 106)

Di antara ayat tersebut adalah ayat mengenai rajam, “lelaki dan wanita jika berzina maka rajamlah”. Ayat ini secara lafal sudah tidak dibaca karena sudah dimansukhkan, tetapi hukumnya berlaku berdasarkan ayat yang pernah dibaca dari surat  Al-Ahzab.

Surat Al-Ahzab tidak memiliki nama yang lain. Kita tahu sebagian surat namanya banyak, sampai terdapat 4 nama, sampai 5 nama, untuk surat Al-Ahzab namanya cuma ini. Sebagaimana tadi dalilnya pernyataan Ubay bin Ka’ab yang sudah kita bacakan.

Kemudian dalam ayat disebutkan:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَـٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّـهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّـهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا ﴿٢٢﴾

Tatkala orang-orang beriman melihat pasukan sudah berkumpul, maka mereka mengatakan: ‘Inilah yang dijanjikan oleh Allah dan RasulNya’. Dan sungguh benar Allah dan RasulNya. Justru kondisi yang genting tersebut tidaklah menambah bagi mereke kecuali keimanan dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Ahzab[33]: 22)

Dia adalah surat Madaniah, diturunkan semuanya di Madinah. Adapun topik dari surat ini boleh kita simpulkan menjadi tiga hal:

  1. masalah keimanan,
  2. pemuliaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
  3. perang Ahzab.

Nanti akan kita lihat ayat-ayat tentang perang Ahzab banyak, tentang keimanan juga banyak, diantaranya tentang pemuliaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat nampak dalam surat ini.

Baca Juga:
Hadits Arbain Ke 20 - Hadits Tentang Malu

Diantaranya, Nabi disebut “An-Nabi” sekitar 15 kali, kemudian disebut “Ar-Rasul” sekitar 13 kali. Kemudian surat dibuka dengan “Wahai Nabi…” Kemudian dalam surat ini Allah mengatakan:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا ﴿٤٥﴾ وَدَاعِيًا إِلَى اللَّـهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا ﴿٤٦﴾

“Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izinNya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” (QS. Al-Ahzab[33]: 45-46)

Kemudian diantara pemuliaan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Allah dan malaikat bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian Allah memerintahkan kita untuk bershalawat dan salam kepada Nabi. Kemudian diantaranya Allah juga memuliakan keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nabi disebut sebagai Nabi terakhir.

Ini semua menunjukkan bahwa diantara topik yang menjadi pembahasannya adalah tentang keagungan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Bagaimana penjelasan rincinya? Mari download mp3 kajian tafsir yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Tentang Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 1

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama tentang “Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 1” ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Tingkatan Ruh Di Alam Kubur

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 × = 70

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.