Telegram Rodja Official

Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad

Berkelana Ke Alam Kubur

By  |  pukul 11:04 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 09 Oktober 2020 pukul 8:29 am

Tautan: https://rodja.id/2t4

Berkelana Ke Alam Kubur ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar As-Sundawy. Kajian ini disampaikan pada Jum’at, 14 Safar 1442 H / 2 Oktober 2020 M.

Download kajian sebelumnya: Tingkatan Ruh Di Alam Kubur

Kajian Tentang Berkelana Ke Alam Kubur

Berkelana ke alam kubur maknanya yaitu kita mengetahui apa yang teralami oleh manusia setelah mati dan masuk ke alam kubur. Iman kepada hari akhir mencakup beriman kepada apapun yang diinformasikan oleh Qur’an dan Sunnah yang shahih tentang apa yang teralami setelah mati. Diantaranya beriman kepada adanya alam kubur, di dalamnya ada tiga poin, yaitu fitnah kubur, adzab kubur atau nikmat kubur. Rentang waktu antara kematian seseorang dari kehidupan yang pertama sampai dibangkitkannya manusia yang menandai dimulainya kehidupan yang kedua nanti.

Kematian yang pertama disebut kiamat sughro (kiamat kecil), terus hancurnya alam jagat raya dan matinya seluruh makhluk lalu dibangkitkan lagi nanti di akhirat disebut dengan kiamat kubro (kiamat besar). Tentang waktu antara dua kiamat ini disebut dengan sebutan barzakh. Sebagaimana firman Allah:

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ﴿٩٩﴾ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٠٠﴾

Baca Juga:
Arti Ghibah dan 6 Sebab Dibolehkan Ghibah

Sehingga apabila datang kematian kepada salah seseorang diantara manusia, maka orang yang akan mati itu berkata: ‘Ya Allah kembalikan lagi aku hidaup ke alam dunia. Aku akan beramal shalih yang dulu aku tinggalkan’ Kata Allah: ‘Tidak, sama sekali tidak. Itu hanya perkataan dia saja, keinginan, angan-angan, dan di belakang mereka ada alam barzakh sampai mereka nanti dibangkitkan lagi pada hari kiamat.” (QS. Al-Mu’minun[23]: 99-100)

Jadi setelah mati masuk ke alam barzakh sampai kiamat besar terjadi.

Makna barzakh adalah pemisah atau penyekat antara dua hal atau antara dua benda. Alam kubur disebut dengan alam barzakh karena memisahkan antara alam dunia dan alam akhirat, kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Di alam barzakh ini ada miniatur dari akhirat, ada balasan ukhrawi, ada adzab kubur bagi orang-orang yang durhaka apalagi orang-orang kafir, ada nikmat kubur bagi orang-orang yang shalih shalihah.

Alam kubur disebut sebagai fase awal diantara fase-fase kehidupan menuju akhirat. Di dalamnya ada fitnah kubur berupa pertanyaan dua malaikat Munkar dan Nakir, ada adzab kubur, dan ada nikmat kubur. Inilah tiga hal yang akan teralami oleh manusia di alam kubur.

Fitnah kubur (Pertanyaan dua malaikat)

Pertanyaan dua malaikat ini disebut dengan fitnah kubur karena memang menakutkan, mengerikan, membuat hati dan jiwa manusia gentar. Ketakutan yang teralami oleh manusia di alam kubur termasuk juga oleh orang-orang mukmin, makanya disebut dengan fitnah, itu dari beberapa aspek.

Baca Juga:
Hukum-Hukum Pakaian dan Hijab Wanita - Bagian ke-1 - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Pertama, menyendiri di alam yang asing yang baru didatangi bagi siapapun tentu saja menakutkan.

Kedua, adanya malaikat Munkar dan Nakir. Dari namanya saja sudah membuat takut. Disebut malaikat Munkar karena semua orang yang melihatnya pasti akan mengingkarinya, tidak ingin melihatnya karena menakutkan. Demikian juga Nakir dengan makna yang sama. Munkar Nakir dua lafadz yang berbeda dengan makna yang sama. Dua malaikat ini bertanya dengan membentak. Kalau dari segi fisik saja disebut sebagai malaikat hitam semu kebiru-biruan. Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dari Al-Bara’ bin ‘Azib Radhiyallahu ‘Anhuma.

Dan pertanyaan di alam kubur itu diterangkan dalam hadits yang mutawatir, dari beberapa orang sahabat, dari Al-Bara’ bin ‘Azib, dari Anas bin Malik, dari Abu Hurairah dan dari sahabat-sahabat lain Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Pertanyaan ini mencakup semua orang yang mukallaf secara ittifaq, kecuali para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam. Diikhtilafkan di kalangan para ulama apakah para Nabi mengalami fitnah kubur atau tidak? Demikian juga orang-orang mati dalam keadaan belum mukallaf seperti anak-anak kecil yang belum baligh kemudian mati. Demikian juga orang-orang gila yang mati dalam keadaan tetap gila dari awal. Menurut satu pendapat, mereka tidak terkena fitnah. Karena ujian hanya diberikan kepada orang-orang yang mukallaf. Tapi menurut pendapat yang lain, mereka tetap terkena fitnah, mereka tetap ditanya di alam kubur.

Baca Juga:
Kisah Para Sahabat dalam Fastabiqul Khairat

Adapun hujjah atau alasan yang dipegang oleh para ulama bahwa mereka juga akan ditanya, anak kecil ditanya, orang gila juga ditanya, hujjahnya adalah disyariatkannya menshalatkan mereka dan mendoakan mereka. Anak kecil ketika mati disyariatkan untuk dishalatkan, walaupun tidak wajib. Orang gila yang mati, disyariatkan untuk dishalatkan dan didoakan. Yaitu doa agar Allah menyelamatkan mereka dari fitnah kubur dan dari adzab kubur.

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Tentang Berkelana Ke Alam Kubur

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Berkelana Ke Alam Kubur” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.