Telegram Rodja Official

Riyadhus Shalihin

Dianjurkannya Memakai Baju Gamis

By  |  pukul 10:32 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 09 Oktober 2020 pukul 8:27 am

Tautan: https://rodja.id/2t7

Dianjurkannya Memakai Baju Gamis adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 18 Shafar 1442 H / 06 Oktober 2020 M.

Kajian sebelumnya: Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Menggunakan Baju Merah

Ceramah Agama Islam Tentang Dianjurkannya Memakai Baju Gamis

Pembahasan kita masih seputar bab tentang berpakaian dan adab-adab yang berkaitan dengan berpakaian. Yang mana ini semua menunjukkan kepada kita betapa mulianya Islam, betapa sempurnanya Islam. Karena dia telah mengatur segala sesuatu, dari perkara yang paling besar, tauhid dan aqidah, sampai kepada perkara yang kecil, semua telah diatur oleh agama kita, yaitu Islam. Terutama berkaitan dengan adab-adab yang kita jalani sehari-hari. Semuanya telah diatur dan telah dijelaskan oleh Islam dan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Pembahasan kita hari ini insyaAllah sampai pada bab yang ke 118, berkata Imam Nawawi Rahimahullahu Ta’ala:   باب صفة طول القميص (Bab tentang dianjurkannya memakai gamis). Gamis yang dikenal di tengah masyarakat kita dengan jubah. Meskipun jubah itu dikenal juga oleh sebagian kalangan bahwa yang dimaksud jubah adalah untuk kaum wanita. Tetapi tidak sedikit di antara kita yang memahami jubah atau gamis itu adalah yang dipakai oleh sebagian kaum muslimin di saat mereka shalat misalnya atau dalam keseharian mereka.

Baca Juga:
Merugi Orang Yang Dosanya Tidak Diampuni Allah Dalam Bulan Ramadhan

Jadi, bab tentang dianjurkan memakai gamis.

Al-Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala berkata, dari Ummu Salamah Ummul Mukminin Radhiyallahu ‘Anha, dia berkata:

كَانَ أَحَبَّ الثِّيابِ إِلى رسول اللَّه ﷺ القَميصُ.

“Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yaitu gamis.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Di sini tentu yang diambil pelajaran dari hadits ini yaitu dianjurkannya seorang memakai gamis karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyukai pakaian tersebut. Kemudian juga bahwa dibolehkannya kita  menggunakan pakaian yang lainnya secara bergantian, kadang-kadang memakai gamis dan kadang-kadang memakai yang lainnya. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh para ulama, karena pada hakikatnya memang pakaian itu adalah bagian dari adat. Tetapi kalau seorang melakukan sesuatu dan dia berniat mengikuti sunah atau apa yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka hal itu menjadi ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah anugerahkan kepada kita kecintaan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan melaksanakan sunnah-sunnah beliau, tuntunan beliau, ajaran beliau ‘Alaihish Shalatu was Salam.

Seberapa panjang pakaian Nabi?

Bab 119, باب صفة طول القميص والكُم والإِزار. Di sini akan dijelaskan seberapa panjang gamis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau lengan baju dan sarung yang belaiu kenakan. Demikian pula ujung dari surban. Dan bab ini juga akan menjelaskan tentang diharamkannya isbal dalam semua perkara tersebut kalau dilakukan untuk menyombongkan diri dan sesuatu ini makruh (yang dibenci) kalau dilakukan tanpa ada perasaan sombong dalam dirinya.

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1157-1162 - TPP: Hakikat Kehidupan di Dunia, Adab Buang Air, hingga Adab Seorang Hakim dalam Memutuskan Perkara (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ketika Imam An-Nawawi menulis bab-bab dalam kitabnya Riyadush Shalihin, ini menunjukkan pemahaman fiqih beliau Rahimahullahu Ta’ala. Makanya beliau mengatakan di sini bahwa memanjangkan baju sampai menutupi kedua mata kaki atau memanjangkan lengan baju sampai menutupi jari-jemari, ini semua bagian dari isbal yang tidak dibolehkan. Bahkan kata beliau:

تحريم إسبال شيء من ذلك على سبيل الخيلاء

“Haram hukumnya kalau seseorang melakukan hal tersebut untuk menyombongkan diri.”

Tetapi kalau dia lakukan bukan untuk menyombongkan diri, kata beliau ini hukumnya adalah makruh, sesuatu yang di benci.

Sejumlah hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang akan disampaikan pada bab ini menjelaskan kepada kita panjang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahkan lengan baju beliau dan yang lainnya.

Hadits pertama yang dibawakan oleh An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala, dari Asma’ binti Yazid Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:

كَانَ كُمُّ قمِيصِ رسول اللَّه ﷺ إِلى الرُّسُغِ.

“Bahwa panjang lengan baju Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai di pergelangan tangan.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Jadi beliau tidak memanjangkan sampai ke telapak tangan. Atau bahkan ada sebagian orang yang memanjangkan sampai menutupi jari-jemarinya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak melakukan hal tersebut. Panjang lengan baju beliau sampai pergelangan tangan. Hal ini juga menjelaskan kepada kita supaya pola hidup kita tidak tabdzir (boros).

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Baca Juga:
Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 1 - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Download MP3 Kajian Tentang Dianjurkannya Memakai Baju Gamis

Download mp3 yang lain tentang Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin di sini.

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Dianjurkannya Memakai Baju Gamis” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

85 ÷ = 17

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.